Peneliti Unand Temukan Potensi Herbal Lokal untuk Komplikasi Diabetes dan Hipertensi

Peneliti Unand Temukan Potensi Herbal Lokal untuk Komplikasi Diabetes dan Hipertensi

Tim peneliti Unand meneliti kombinasi herbal lokal sebagai alternatif alami untuk membantu menangani komplikasi diabetes dan hipertensi. (Foto: Unand)

Sumbardaily.com – Tim peneliti dari Universitas Andalas (Unand) tengah meneliti potensi kombinasi tanaman herbal lokal sebagai alternatif alami dalam penanganan komplikasi penyakit diabetes dan hipertensi.

Penelitian tersebut menjadi menarik karena memanfaatkan kekayaan tanaman obat Indonesia yang diyakini memiliki kemampuan membantu menormalkan gula darah dan tekanan darah secara bersamaan.

Riset itu dipimpin Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Prof Fauzan Azima, bersama sejumlah peneliti lintas perguruan tinggi dalam skema riset RKI Equity 2025-2026.

Tim peneliti tersebut terdiri dari Prof Rahayu Lestari dari Universitas Negeri Malang, Addion Nizori, Ph.D dari Universitas Jambi, Muhammad Iqbal, sebagai asisten riset, serta Sri Hartati yang merupakan mahasiswa magister Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Unand.

Penelitian ini didanai Dana Abadi Pendidikan Indonesia atau LPDP atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia dan dikelola melalui Program Equity.

Riset tersebut berfokus pada pemanfaatan tiga tanaman obat tradisional yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia, yakni kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak.

Kombinasi ekstrak dari ketiga tanaman tersebut dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa bioaktif yang dimiliki masing-masing tanaman, seperti polifenol, flavonoid, antosianin, hingga organosulfur.

Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dinilai berpotensi membantu mengendalikan penyakit metabolik kronis.

Prof Fauzan Azima menjelaskan diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit metabolik yang saling berkaitan dan kerap dialami secara bersamaan oleh pasien.

Menurutnya, jika kedua penyakit tersebut terjadi dalam jangka panjang, kondisi itu dapat memicu stres oksidatif, peradangan kronis, hingga gangguan fungsi organ tubuh.

Ia menyebut komplikasi diabetes dan hipertensi berisiko menyebabkan kerusakan organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung, serta pembuluh darah.

Karena itu, pencarian alternatif pengobatan berbahan alami terus dikembangkan untuk membantu mengurangi dampak komplikasi penyakit tersebut.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Unand mengatakan senyawa alami dari tanaman obat kini semakin banyak dieksplorasi karena dinilai memiliki kemampuan mengatur keseimbangan metabolisme tubuh dengan efek samping yang lebih minim dibanding penggunaan obat sintetis dalam jangka panjang.

Selain itu, Indonesia sebagai negara yang kaya akan tanaman herbal dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan obat berbahan baku alami.

Ia mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak mampu membantu menormalkan kadar glukosa darah dan tekanan darah secara bersamaan pada hewan uji yang mengalami komplikasi diabetes dan hipertensi.

Hasil penelitian juga menunjukkan tekanan darah pada hewan uji yang mengalami komplikasi diabetes dan hipertensi kembali normal lebih cepat dibandingkan hewan uji yang hanya mengalami hipertensi.

Tidak hanya itu, kombinasi ekstrak herbal tersebut juga diketahui mampu mengurangi peradangan sistemik serta membantu melindungi organ pankreas dan ginjal dari kerusakan.

Menurut Fauzan, penggunaan kombinasi beberapa tanaman obat dapat memberikan efek terapeutik yang lebih luas karena kandungan senyawa bioaktif yang beragam mampu bekerja pada beberapa jalur patologis sekaligus.

“Penelitian pada tanaman obat tradisional ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung bukti ilmiah dari efek terapeutiknya, tetapi juga mendukung pengembangan alternatif pengobatan alami berbahan baku lokal,” ujarnya, dikutip Rabu (27/5/2026).

Penelitian tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan formulasi herbal fungsional untuk penanganan penyakit metabolik kronis di masa depan.

Selain itu, riset ini juga diharapkan mampu menjadi dasar pengembangan produk alami yang dapat membantu menekan angka prevalensi komplikasi penyakit terkait diabetes dan hipertensi.

Meski demikian, Fauzan menekankan penelitian lanjutan masih diperlukan sebelum hasil riset tersebut dapat diterapkan secara luas kepada manusia.

Menurutnya, kajian lebih mendalam terkait mekanisme kerja, tingkat keamanan, hingga tahapan uji klinis perlu dilakukan agar kombinasi tanaman obat tersebut benar-benar aman dan efektif digunakan sebagai alternatif pengobatan.

Penelitian yang dilakukan tim Unand tersebut sekaligus menunjukkan potensi besar tanaman herbal lokal Indonesia dalam mendukung pengembangan inovasi kesehatan berbasis sumber daya alam. (*)

Baca Juga

Pengakuan Hak Masyarakat Adat atas Tanah Ulayat Tak Boleh Hanya Formalitas
Pengakuan Hak Masyarakat Adat atas Tanah Ulayat Tak Boleh Hanya Formalitas
Ancaman Bencana Megathrust Sumatera Jadi Prioritas Riset Unand Bersama BNPB
Ancaman Bencana Megathrust Sumatera Jadi Prioritas Riset Unand Bersama BNPB
Waspada Logam Berat pada Sayuran, Peneliti Unand Soroti Bahaya Pestisida dan Pupuk Kimia
Waspada Logam Berat pada Sayuran, Peneliti Unand Soroti Bahaya Pestisida dan Pupuk Kimia
Kasus TBC di Sumbar Masih Tinggi, Wamenkes Sebut Pengobatan Harus 100 Persen
Kasus TBC di Sumbar Masih Tinggi, Wamenkes Sebut Pengobatan Harus 100 Persen
Unand Catat Lonjakan Pendaftar Mahasiswa Asing pada 2026, Ini Negara Terbanyak
Unand Catat Lonjakan Pendaftar Mahasiswa Asing pada 2026, Ini Negara Terbanyak
Kasus Obesitas di Indonesia Naik, Masyarakat Diminta Ubah Pola Hidup Sejak Dini
Kasus Obesitas di Indonesia Naik, Masyarakat Diminta Ubah Pola Hidup Sejak Dini