Produksi Jagung Pasaman Barat Tembus 196 Ribu Ton, Pemkab Siapkan Strategi Penguatan Ekonomi Daerah

Produksi Jagung Pasaman Barat Tembus 196 Ribu Ton, Pemkab Siapkan Strategi Penguatan Ekonomi Daerah

Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mendorong penguatan sektor jagung sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang dinilai memiliki potensi besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5/2026).

FGD itu menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pengembangan sektor jagung di tengah tantangan penurunan luas tanam dan produksi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah menilai pengembangan komoditas jagung tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga harus menyentuh aspek permodalan, pemasaran, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan industri hilir.

Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, saat membacakan sambutan Bupati Pasaman Barat mengatakan sektor jagung memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar pengembangannya berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak agar sektor unggulan ini mampu berkembang secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Doddy dilansir resmi.

Ia menjelaskan Pasaman Barat saat ini menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Barat. Pada 2025, produksi jagung di daerah tersebut tercatat mencapai 196.101 ton. Produksi itu berasal dari luas tanam 31.290 hektare dengan luas panen mencapai 31.923 hektare.

Beberapa wilayah yang menjadi pusat produksi jagung di Pasaman Barat antara lain Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, Pasaman, dan Ranah Batahan.

Meski memiliki potensi besar, pemerintah daerah mengakui sektor jagung masih menghadapi berbagai persoalan. Berdasarkan data periode 2023 hingga 2025, terjadi penurunan pada luas tanam, luas panen, dan total produksi jagung.

Doddy menyebut kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kelangkaan pupuk, keterbatasan benih unggul, hingga berkurangnya lahan integrasi jagung dengan perkebunan.

Menurutnya, FGD tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan dan langkah strategis dalam memperkuat kebijakan pengembangan pertanian berbasis komoditas unggulan daerah.

“Kita perlu menyatukan ide, gagasan, dan langkah strategis agar komoditas jagung dapat menjadi sektor unggulan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman Barat,” katanya.

Selain membahas penguatan produksi, Pemkab Pasaman Barat juga menyoroti pentingnya edukasi dan inklusi keuangan bagi petani. Edukasi itu dinilai penting agar petani mampu memahami pengelolaan usaha tani secara lebih baik, termasuk dalam memanfaatkan kredit produktif untuk meningkatkan kapasitas usaha dan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui pembukaan peluang investasi dan kerja sama lintas sektor. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

“Mari jadikan FGD ini sebagai langkah memperkuat sinergi dan menghadirkan kebijakan serta program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah,” tutup Doddy.

FGD Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung tersebut turut dihadiri Plt Asisten II Ekadiana Oktavia, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat Risdawati beserta rombongan, perwakilan Bank Indonesia, OJK, Bulog, pelaku jasa keuangan, penyuluh pertanian, gapoktan, pelaku usaha jagung, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (*)

Baca Juga

Pasaman Barat Gelar Festival Ekraf dan Budaya, Fokus Kenalkan Warisan Leluhur
Pasaman Barat Gelar Festival Ekraf dan Budaya, Fokus Kenalkan Warisan Leluhur
ASN dari Berbagai Instansi Ikuti Seleksi Mutasi ke Kemenhaj Sumbar
ASN dari Berbagai Instansi Ikuti Seleksi Mutasi ke Kemenhaj Sumbar
Gubernur Sumbar Ingatkan SPPG, Program MBG Tak Boleh Abaikan Keselamatan Warga
Gubernur Sumbar Ingatkan SPPG, Program MBG Tak Boleh Abaikan Keselamatan Warga
Karhutla Jadi Ancaman Serius, BPBD Pesisir Selatan Fokus Pengawasan Wilayah Rawan
Karhutla Jadi Ancaman Serius, BPBD Pesisir Selatan Fokus Pengawasan Wilayah Rawan
Rumah Sakit Penyu Pertama di Sumbar Segera Dibangun di Pesisir Selatan, Jadi Pusat Konservasi Satwa Laut
Rumah Sakit Penyu Pertama di Sumbar Segera Dibangun di Pesisir Selatan, Jadi Pusat Konservasi Satwa Laut
Tragis! Pria Lansia di Pasaman Barat Disambar Buaya Ketika Mencari Lokan
Tragis! Pria Lansia di Pasaman Barat Disambar Buaya Ketika Mencari Lokan