Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen di tahun 2023. Angka pertumbuhan tersebut sesuai pertimbangan dinamika perekonomian nasional terkini, agenda pembangunan yang akan dicapai, serta potensi risiko dan tantangan yang dihadapi.
Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun 2023 serta Nota Keuangan di Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (16/8/2022).
“Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3 persen. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional,” ujar Presiden dilansir dari setkab.go.id, Rabu (17/8/2022).
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi itu, lanjut Jokowi, pemerintah akan terus mendorong ekspansi produksi yang konsisten untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
“Berbagai sumber pertumbuhan baru harus segera diwujudkan. Pelaksanaan berbagai agenda reformasi struktural terus diakselerasi untuk transformasi perekonomian. Investasi harus dipacu dan daya saing produk manufaktur nasional di pasar global, harus ditingkatkan,” kata Jokowi.
Menurut Jokowi, dengan semakin kuatnya sektor swasta sebagai motor pertumbuhan, manajemen kebijakan fiskal harus dapat lebih diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara perbaikan produktivitas dan daya saing. Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal untuk menghadapi risiko dan gejolak di masa depan.
Baca Juga:
Soal Persiapan KTT G20, Menlu: on The Right Track
Hak Cipta Lagu Mars Sumbar Resmi Tercatat di Kemenkumham, Berlaku 70 Tahun
“Bauran kebijakan yang tepat, serta sinergi dan koordinasi yang semakin erat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi modal yang kuat dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional serta penguatan stabilitas sistem keuangan,” jelas Jokowi.
Terkait inflasi, Jokowi menyampaikan bahwa inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3 persen. Kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan.
“Asumsi inflasi pada level ini juga menggambarkan keberlanjutan pemulihan sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat,” ujar Jokowi.
Selanjutnya, rata-rata nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di sekitar Rp14.750 per Dolar AS dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun diprediksi pada level 7,85 persen.
“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan akan berkisar pada 90 US Dollar per barel. Di sisi lain, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660 ribu barel per hari dan 1,05 juta barel setara minyak per hari,” papar Jokowi. (red)
















