Sumbardaily.com - Hujan deras yang disertai angin kencang tidak hanya memicu banjir di sejumlah kawasan Kota Padang. Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi hingga Senin (3/8/2026) malam itu juga menyebabkan pohon tumbang di enam lokasi berbeda.
Data Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sedikitnya enam kejadian pohon tumbang setelah hujan deras dan angin kencang melanda Kota Padang. Pada saat yang sama, banjir dilaporkan terjadi di 74 titik dengan ketinggian air yang bervariasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi . Penanganan pohon tumbang dilakukan dengan mengerahkan personel ke lokasi setelah adanya laporan dari masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, hujan deras dan angin kencang terjadi sejak Senin siang.
Cuaca ekstrem kemudian bertahan hingga malam sehingga menimbulkan sejumlah dampak di wilayah Kota Padang.
"Dari data yang kami himpun, pohon tumbang terjadi di enam lokasi berbeda. Kami sudah melakukan evaluasi dan memotong pohon tersebut," ucapnya.
Enam lokasi yang dilaporkan mengalami pohon tumbang tersebar di sejumlah kawasan.
Dua kejadian tercatat berada di Bukit Lampu, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Pohon tumbang juga terjadi di Alai Barat, Padang Besi, Kubu Marapalam dan Lubuk Minturun.
Penanganan dilakukan setelah petugas menerima informasi mengenai pohon yang tumbang. Personel BPBD Padang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta memotong pohon yang menghambat atau berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Selain pohon tumbang dan banjir, dampak hujan deras juga terjadi dalam bentuk longsor. Salah satu lokasi yang dilaporkan mengalami longsor berada di Batu Busuk.
Hendri mengatakan, BPBD Padang tidak hanya memusatkan penanganan pada pohon tumbang. Personel juga dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, termasuk warga yang terjebak akibat genangan.
"Kami mengerahkan seluruh kekuatan untuk melakukan evakuasi. Terutama bagi korban banjir yang terjebak banjir dengan menurunkan personil serta perahu karet," ucapnya.
Besarnya dampak yang muncul setelah hujan deras membuat kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting. Terlebih, BPBD Kota Padang mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga satu pekan ke depan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang berada di sekitar pepohonan dan kawasan dengan kondisi lereng.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat muncul ketika hujan deras kembali disertai angin kencang.
"Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Tidak berada di bawah pohon, maupun di lereng bukit, karena akan berpotensi terjadi bencana," tuturnya. (*)
















