Sumbardaily.com - Pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kembali mendapat perhatian serius. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp25,4 miliar itu terus didorong agar tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi segera masuk ke proses konstruksi.
Hal tersebut mencuat saat Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir bersama Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Jembatan Kalawi, Rabu (5/8/2026) siang.
Rombongan juga melihat sejumlah infrastruktur yang membutuhkan penanganan setelah terdampak banjir, termasuk Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Koto Tuo, serta SDN 10 Lambung Bukit di Kecamatan Pauh yang terdampak banjir pada Senin (3/8/2026) siang lalu.
Dengan demikian, agenda peninjauan di Pauh sekaligus menjadi momentum untuk melihat kebutuhan infrastruktur yang harus segera ditangani.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana banjir besar pada akhir 2025.
Wawako Padang, Maigus Nasir mengapresiasi perhatian Zigo Rolanda terhadap kebutuhan infrastruktur Kota Padang.
Menurut Maigus, dukungan dari pemerintah pusat diperlukan agar proses pemulihan berbagai fasilitas yang rusak akibat bencana dapat berlangsung lebih cepat.
"Melalui dukungan Bapak Zigo, kami berharap percepatan pembangunan pasca banjir dapat segera terealisasi, termasuk penanganan sembilan jembatan yang rusak, perbaikan jalan, normalisasi sungai, hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) yang lahannya telah disiapkan pemerintah," ucapnya.
Selain dukungan pemerintah pusat, pembangunan Jembatan Kalawi juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat.
Sebagian warga disebut telah menghibahkan lahan mereka untuk mendukung pembangunan jembatan tersebut.
Maigus menilai partisipasi masyarakat itu menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan proyek yang dinilai strategis bagi kawasan tersebut.
"Terima kasih banyak kepada masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya. Jembatan ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus menuju Kampus Universitas Andalas (Unand)," kata Wawako.
Jembatan Kalawi dinilai memiliki posisi penting karena berfungsi sebagai akses utama masyarakat sekaligus akses menuju Unand.
Karena itu, pembangunan jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik infrastruktur, tetapi juga menyangkut kelancaran akses masyarakat di kawasan Limau Manis dan sekitarnya.
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda memastikan pembangunan Jembatan Kalawi akan terus dikawal. Ia menegaskan proyek tersebut ditargetkan benar-benar terealisasi hingga masuk tahap konstruksi.
"Pembangunan jembatan ini akan terus kami kawal sampai benar-benar terealisasi karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Sementara untuk rehabilitasi Irigasi Gunung Nago dan Irigasi Koto Tuo juga dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus," ujarnya.
Selain Jembatan Kalawi, rehabilitasi jaringan irigasi juga menjadi bagian penting dalam agenda penanganan infrastruktur di Kecamatan Pauh. Irigasi Gunung Nago dan Irigasi Koto Tuo dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, hingga instansi teknis dalam peninjauan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur di Pauh tidak hanya menjadi perhatian pemerintah kota. Sejumlah kebutuhan juga diarahkan untuk mendapatkan dukungan dan penanganan melalui pemerintah pusat.
Bagi Pemko Padang, pembangunan Jembatan Kalawi menjadi salah satu bagian dari pekerjaan besar pemulihan infrastruktur.
Terlebih, masih terdapat kebutuhan penanganan sembilan jembatan yang rusak, perbaikan jalan, normalisasi sungai, serta pembangunan hunian tetap yang lahannya telah disiapkan pemerintah.
Penanganan sejumlah infrastruktur di Pauh juga berlangsung dalam konteks kondisi wilayah yang kembali terdampak banjir pada awal Agustus 2026. Karena itu, percepatan pembangunan dan rehabilitasi dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Dengan nilai proyek sekitar Rp25,4 miliar dan dukungan lahan dari masyarakat, Jembatan Kalawi kini diarahkan untuk terus bergerak menuju tahap konstruksi. Sementara itu, rehabilitasi Irigasi Gunung Nago dan Irigasi Koto Tuo dijadwalkan dimulai pada Agustus. (*)
















