Sumbardaily.com, Limapuluh Kota – Ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat muncul di wilayah Jorong Mudik Pasar, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).
Sebanyak 262 unit detonator listrik ditemukan berserakan di lokasi tersebut dan telah diamankan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumbar.
Langkah sigap itu dilakukan menyusul permintaan resmi dari Kapolres Limapuluh Kota dan tindak lanjut dari surat perintah Dansat Brimob Polda Sumbar. Tim Jibom yang terdiri dari lima personel terlatih dipimpin oleh IPTU Febriwandi Samer.
Dari penyisiran tersebut, terkonfirmasi bahwa total 262 detonator listrik berhasil diamankan dari dua tahap penemuan: 95 unit ditemukan pada 17 Juli 2025 oleh Sat Intelkam, dan 167 unit lainnya ditemukan langsung oleh Tim Jibom pada saat penyisiran lanjutan dua hari kemudian.
Seluruh perangkat pemicu ledakan tersebut kemudian dimusnahkan di area tambang milik PT Dempo Bangun Mitra. Proses pendisposalan dilakukan sesuai dengan standar keamanan dan prosedur tetap penjinakan bahan peledak, guna memastikan tidak ada risiko lanjutan terhadap masyarakat di sekitar lokasi.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman S.D Malik, menegaskan bahwa keberhasilan Tim Jibom merupakan bentuk nyata komitmen Korps Brimob dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat sipil dari ancaman bahan peledak.
"Kegiatan ini adalah bukti bahwa kehadiran Brimob bukan hanya saat konflik atau huru-hara, tetapi juga dalam aspek pencegahan. Tim kami bekerja cepat dan profesional dalam mengidentifikasi serta menangani potensi ancaman," kata Lukman.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Tim Jibom yang telah bertindak cepat dan tepat dalam menangani temuan tersebut. Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak mencoba menyentuh benda asing yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.
"Jika masyarakat menemukan benda yang tampak mencurigakan, jangan sekali-kali memindahkannya. Laporkan segera kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur keamanan," ujarnya.
Penemuan ratusan detonator listrik di wilayah pemukiman menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap keselamatan publik masih nyata. Peran aktif masyarakat dalam mendeteksi potensi ancaman serta koordinasi cepat aparat keamanan menjadi kunci utama mencegah terjadinya insiden lebih besar. (red)
















