Sumbardaily.com – Insiden kebakaran di Kabupaten Agam menyita perhatian publik setelah mobil pemadam kebakaran (damkar) dilaporkan kehabisan bahan bakar minyak (BBM) saat menuju lokasi kejadian. Peristiwa ini terjadi saat kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di kawasan Koto Gadang.
Kebakaran tersebut melanda rumah milik Murniati, seorang pensiunan kepala sekolah, yang berada di Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjung Raya, pada Kamis (2/4/2026) sore. Api dengan cepat melalap bangunan hingga menyebabkan kerugian besar.
Namun, penanganan kebakaran ini diwarnai kekecewaan masyarakat. Armada Damkar Kabupaten Agam dilaporkan gagal mencapai lokasi tepat waktu akibat kendala teknis, termasuk kehabisan BBM di tengah perjalanan.
Kondisi tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menanggapi keluhan warga, Bupati Agam Benni Warlis melakukan pengecekan ke Posko Damkar Lubuk Basung pada Jumat (3/4/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan armada dan personel Damkar dalam menghadapi situasi darurat. Dalam peninjauan itu, Benni memeriksa langsung kondisi kendaraan operasional serta ketersediaan BBM yang menjadi faktor penting dalam mendukung tugas pemadaman.
Ia menegaskan bahwa insiden kehabisan BBM saat menjalankan tugas tidak boleh kembali terjadi. Menurutnya, hal tersebut dapat menghambat proses penyelamatan dan merugikan masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat.
“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada kendala teknis seperti BBM yang justru menghambat penanganan kebakaran,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan logistik yang lebih baik, terutama dalam hal ketersediaan bahan bakar. Menurutnya, perencanaan yang matang sangat dibutuhkan agar seluruh armada dapat beroperasi secara optimal saat dibutuhkan.
Selain itu, Benni meminta seluruh jajaran Damkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan tidak ada lagi kendala serupa di masa mendatang. Ia berharap setiap personel mampu memberikan respons cepat dan tepat dalam menghadapi kebakaran.
Dengan adanya evaluasi langsung ini, diharapkan pelayanan pemadam kebakaran di Kabupaten Agam dapat semakin maksimal. Pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi insiden yang menghambat penanganan darurat, terutama yang disebabkan oleh persoalan teknis seperti kehabisan BBM. (*)
















