Sumbardaily.com, Padang - Tragedi mengejutkan terjadi di kawasan Perumahan Wahana I, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (29/6/2025) sore.
Seorang ibu rumah tangga berusia 24 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pintu kamar belakang rumahnya.
Korban yang diketahui bernama Resmi Yulianti, kelahiran 6 Februari 2001, ditemukan oleh tetangganya, Efrita (52), sekitar pukul 17.30 WIB.
Peristiwa ini terungkap berawal ketika Efrita melihat anak korban yang berusia sekitar tiga tahun menangis sendirian di halaman rumah.
Kepolisian Sektor (Polsek) Kuranji yang menerima laporan kejadian tersebut dan langsung mengirimkan tim ke lokasi.
Kapolsek Kuranji, AKP Dr Hendri Bayola menyatakan bahwa petugas telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk keperluan penyelidikan.
Kronologi Penemuan Korban
Berdasarkan keterangan saksi mata, Efrita yang merupakan tetangga korban, merasa curiga melihat anak korban menangis sendirian di halaman rumah.
"Pintu depan rumah dalam keadaan terbuka, namun tidak ada jawaban ketika dia memanggil nama korban," kata Kapolsek.
Efrita kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam rumah guna memastikan keadaan.
Saat berjalan menuju area dapur, dia terkejut mendapati sosok Resmi Yulianti sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung di pintu kamar bagian belakang dekat dapur.
Teriakan Efrita langsung menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berkerumun di lokasi kejadian.
"Informasi mengenai peristiwa ini segera sampai ke Polsek Kuranji, dan personel di bawah pimpinan Kanit Samapta/Pawas Iptu Yuzhar langsung bergegas ke TKP," kata Hendri.
Tim identifikasi Polresta Padang tiba di lokasi sekitar pukul 19.25 WIB untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap korban dan TKP.
Kanit SPKT I Polresta Padang, Ipda Wadhi, juga hadir di lokasi untuk memimpin proses penanganan kasus.
Jasad korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatra Barat (Sumbar) sekitar pukul 20.15 WIB untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum, baik visum luar maupun visum dalam.
"Hingga saat ini, jasad masih berada di rumah sakit tersebut sambil menunggu kedatangan keluarga korban," katanya.
Keterangan Suami Korban
Arisah Putra (28), suami korban yang berprofesi sebagai karyawan swasta, memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Menurut pengakuannya, sekitar pukul 15.25 WIB sebelum berangkat kerja, dia sempat berbincang dengan istrinya di rumah.
Arisah mengaku sempat cekcok dengan korban sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja. Namun, rincian percakapan tersebut belum diungkapkan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
"Polisi telah mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi, termasuk Soza Noviar (55), yang merupakan Ketua RT 05 setempat," katanya.
Hendri mengatakan, penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian. "Perkembangan terbaru dari kasus ini akan segera dilaporkan," katanya.
Kasus bunuh diri yang melibatkan perempuan muda ini menambah deretan tragedi serupa yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Para ahli psikologi seringkali menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam mencegah tindakan nekat seperti ini.
"Bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, disarankan untuk segera mencari bantuan profesional atau menghubungi layanan konseling yang tersedia," tutur AKP Dr Hendri Bayola. (adl)














