Longsor Ancam Jalan Padang-Painan-Kambang, BPJN Sumbar Tangani 3 Lokasi Rawan

Longsor Ancam Jalan Padang-Painan-Kambang, BPJN Sumbar Tangani 3 Lokasi Rawan

penanganan longsoran dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3. Tiga titik yang menjadi lokasi pekerjaan berada di KM 39+600 Barung-Barung Balantai, KM 94+650 IV Koto Hilia, dan KM 109+450 IV Koto Hilia. (Foto: BPJN Sumbar)

Sumbardaily.com - Penanganan longsoran di ruas Jalan Nasional Padang-Painan-Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, terus dilakukan BPJN Sumbar. Pekerjaan tersebut mencakup tiga lokasi yang memiliki kondisi lereng rawan mengalami longsor.

Dikutip dari BPJN Sumbar Senin (31/8/2026), penanganan longsoran dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3. Tiga titik yang menjadi lokasi pekerjaan berada di KM 39+600 Barung-Barung Balantai, KM 94+650 IV Koto Hilia, dan KM 109+450 IV Koto Hilia.

Ketiga lokasi tersebut mendapatkan penanganan menggunakan metode RWC (Retaining Wall Concrete) atau dinding penahan tanah beton. Metode ini digunakan untuk memperkuat sekaligus menjaga kestabilan lereng pada kawasan yang memiliki potensi pergerakan tanah.

Konstruksi dinding penahan tanah beton tersebut memiliki fungsi untuk menahan tekanan lateral tanah. Selain memperkuat lereng, konstruksi itu juga ditujukan untuk menekan risiko terjadinya longsor susulan yang berpotensi berdampak terhadap badan jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Pekerjaan di tiga lokasi itu menjadi bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat dalam menjaga kemantapan serta keamanan jalan nasional. Penanganan difokuskan pada ruas jalan yang memiliki karakteristik topografi dan kondisi lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.

Ruas Padang-Painan-Kambang merupakan salah satu jalur jalan nasional yang menghubungkan sejumlah kawasan di Sumatera Barat. Kondisi lereng di beberapa bagian ruas tersebut menjadi perhatian dalam pekerjaan penanganan longsoran.

Dari perkembangan pekerjaan, penanganan longsoran di tiga lokasi tersebut telah menunjukkan capaian yang melampaui target. Realisasi pekerjaan tercatat mencapai 82,51 persen.

Angka tersebut berada di atas rencana pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebesar 82,07 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 0,44 persen antara realisasi dan rencana pekerjaan.

Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan penanganan longsoran berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Pekerjaan terus diarahkan untuk memperkuat kondisi lereng pada lokasi yang telah ditentukan.

Penggunaan RWC menjadi bagian penting dalam pekerjaan karena konstruksi dinding penahan tanah beton berfungsi menjaga lereng agar lebih stabil. Struktur tersebut juga dirancang untuk menahan tekanan lateral tanah yang dapat memengaruhi kestabilan lereng.

Penanganan ini sekaligus menjadi langkah untuk mengurangi potensi terjadinya longsor susulan. Jika kondisi lereng dapat diperkuat dan distabilkan, risiko gangguan terhadap badan jalan maupun keselamatan pengguna jalan dapat ditekan.

BPJN Sumatera Barat melalui PPK 2.3 terus menjalankan pekerjaan pada tiga lokasi tersebut sebagai bagian dari pemeliharaan dan peningkatan keamanan jalan nasional. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lereng yang memiliki potensi pergerakan tanah.

Selain berkaitan dengan kondisi fisik jalan, pekerjaan tersebut juga memiliki kaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat yang menggunakan ruas Padang-Painan-Kambang. Jalan nasional menjadi jalur mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pergerakan distribusi barang.

Karena itu, kondisi lereng di sepanjang ruas tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga. Penanganan longsoran di KM 39+600 Barung-Barung Balantai, KM 94+650 IV Koto Hilia, dan KM 109+450 IV Koto Hilia diarahkan agar fungsi jalan tetap dapat berjalan dengan baik.

Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 82,51 persen atau lebih tinggi 0,44 persen dari rencana 82,07 persen, penanganan tiga lokasi longsoran tersebut terus dilanjutkan. BPJN Sumatera Barat berupaya memastikan lereng menjadi lebih stabil dan fungsi jalan nasional tetap terjaga.

Penanganan itu diharapkan mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di sepanjang ruas Padang-Painan-Kambang agar dapat berlangsung dengan aman dan lancar. (*)

Baca Juga

Sudah Ditangani 10,5 Km, Jalan Kapujan-Rimbo Data Solok Dilanjutkan 3,7 Km
Sudah Ditangani 10,5 Km, Jalan Kapujan-Rimbo Data Solok Dilanjutkan 3,7 Km
Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Rampung, Begini Spesifikasi dan Fungsinya
Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Rampung, Begini Spesifikasi dan Fungsinya
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Jembatan Jeruai Bungus Teluk Kabung Kembali Dibuka, Semua Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Kemacetan Jalan Padang-Solok Terjadi Akibat Proyek Rigid Beton, Pengendara Diminta Bersabar
Kemacetan Jalan Padang-Solok Terjadi Akibat Proyek Rigid Beton, Pengendara Diminta Bersabar
Kabar Baik! Jalur Lembah Anai Kini Bisa Dilalui Semua Jenis Kendaraan Usai Rehab Rekon Selesai
Kabar Baik! Jalur Lembah Anai Kini Bisa Dilalui Semua Jenis Kendaraan Usai Rehab Rekon Selesai
Jembatan Jeruai Bungus Padang Ditargetkan Dibuka 14 Agustus, BPJN Sumbar Percepat Rehabilitasi
Jembatan Jeruai Bungus Padang Ditargetkan Dibuka 14 Agustus, BPJN Sumbar Percepat Rehabilitasi