Sumbardaily.com - Libur sekolah selalu menjadi momen yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat. Di Sumatera Barat (Sumbar), fenomena tersebut mulai terlihat dari tingginya minat warga menggunakan transportasi kereta api. Bahkan, hanya beberapa hari sejak masa angkutan libur sekolah dimulai, puluhan ribu tiket kereta api lokal telah terjual.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) mencatat sebanyak 36.200 tiket kereta api lokal telah terjual hingga Senin (22/6/2026) pukul 12.00 WIB.
Angka tersebut menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan layanan kereta api selama periode libur sekolah yang berlangsung sejak 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Lonjakan permintaan itu terjadi seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat yang memanfaatkan masa liburan untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dipilih karena dinilai praktis, nyaman, ekonomis, dan mampu menghindarkan penumpang dari kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, KAI Divre II Sumbar menyiapkan kapasitas angkut yang besar. Selama masa angkutan libur sekolah, perusahaan menyediakan total 124.672 tempat duduk atau rata-rata 7.792 tempat duduk setiap hari bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di berbagai wilayah Sumatera Barat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, penyediaan kapasitas tersebut merupakan bentuk kesiapan perusahaan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama musim liburan.
“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, nyaman, dan terjangkau selama masa libur sekolah. Antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, serta mampu menghindarkan pelanggan dari kepadatan lalu lintas di jalan raya,” katanya, Senin (22/6/2026).
Tingginya minat masyarakat itu didukung oleh keberadaan tiga layanan kereta api lokal yang saat ini dioperasikan KAI Divre II Sumbar. Ketiga layanan tersebut melayani berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari akses menuju bandara, destinasi wisata, hingga perjalanan harian masyarakat.
Layanan pertama adalah KA Minangkabau Ekspres yang melayani relasi Pulau Aie-Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kereta ini beroperasi sebanyak 12 perjalanan setiap hari dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan BIM dengan Pusat Kota Padang.
Selain melayani penumpang reguler, KA Minangkabau Ekspres juga menjadi pilihan rombongan pelajar maupun wisatawan melalui layanan pemesanan tiket rombongan yang praktis dan efisien. Kehadiran layanan ini dinilai mempermudah mobilitas masyarakat yang datang maupun berangkat melalui bandara.
Sementara itu, KA Pariaman Ekspres masih menjadi layanan yang paling diminati masyarakat dan wisatawan selama musim liburan. Kereta yang melayani relasi Pauh Lima-Naras tersebut beroperasi sebanyak 10 perjalanan setiap hari.
Popularitas KA Pariaman Ekspres tidak terlepas dari perannya sebagai akses transportasi menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat.
Dengan tarif hanya Rp5 ribu, penumpang dapat menikmati perjalanan yang cepat, nyaman, sekaligus terbebas dari kemacetan yang kerap terjadi saat musim liburan.
Di sisi lain, KAI Divre II Sumbar juga mengoperasikan KA Lembah Anai dengan relasi Kayu Tanam-Padang. Kereta ini melayani enam perjalanan setiap hari dan menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda dibanding moda transportasi lainnya.
Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama khas Sumatera Barat berupa hamparan perbukitan hijau, bentangan persawahan, serta suasana pedesaan yang masih asri.
Pemandangan tersebut menjadikan perjalanan dengan kereta api bukan sekadar sarana transportasi, melainkan juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Menurut Reza, keberadaan layanan kereta api lokal memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar mengangkut penumpang dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya.
Data penjualan yang mencapai 36.200 tiket tersebut merupakan akumulasi pemesanan untuk keberangkatan pada periode 20 Juni hingga 29 Juni 2026. Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung.
KAI menjelaskan bahwa tiket kereta api lokal dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI. Kemudahan pemesanan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penggunaan transportasi kereta api di tengah musim liburan.
Selain memastikan kapasitas angkut tersedia, KAI Divre II Sumbar juga terus memperkuat kesiapan operasional. Berbagai pemeriksaan rutin dilakukan terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian, termasuk fasilitas pelayanan yang tersedia di stasiun maupun di atas kereta.
Kesiapan petugas operasional juga terus ditingkatkan guna memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan aman, selamat, dan nyaman bagi pelanggan selama periode angkutan libur sekolah.
Masyarakat juga diimbau untuk melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi KAI lainnya. Langkah tersebut penting untuk menghindari potensi penipuan yang dapat terjadi akibat pembelian tiket melalui pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi selama libur sekolah. Selain nyaman, aman, dan terjangkau, kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sekaligus mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” pungkas Reza. (*)
















