Kunjungi RSUD Pasaman Barat, DPR RI Temukan Kebocoran Bangunan dan Keterbatasan Alat

Kunjungi RSUD Pasaman Barat, DPR RI Temukan Kebocoran Bangunan dan Keterbatasan Alat

RSUD Pasaman Barat mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi IX Ade Reski Pratama, Jumat (7/8/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)

Sumbardaily.com - RSUD Pasaman Barat mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi IX Ade Reski Pratama, Jumat (7/8/2026).

Selain melihat langsung pelayanan kepada pasien, kunjungan tersebut juga mengungkap sejumlah kebutuhan rumah sakit, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penambahan alat kesehatan.

Kunjungan ke RSUD Pasaman Barat itu didampingi Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail. Rombongan turut diikuti Kepala Dinas Kesehatan dr. Gina Alecia, Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat Erianto, serta sejumlah pejabat terkait.

Kedatangan rombongan disambut Direktur RSUD Pasaman Barat dr. Jelli Isma Syartika bersama jajaran manajemen rumah sakit. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau secara langsung kondisi sejumlah fasilitas pelayanan dan berdialog dengan tenaga kesehatan serta pasien.

Sekretaris Daerah Doddy San Ismail mengatakan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengajukan proposal pengembangan fasilitas kepada pemerintah pusat.

"Kami telah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan RSUD Pasaman Barat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan," ujar Doddy San Ismail.

Menurut dia, dukungan pemerintah pusat dibutuhkan agar pengembangan rumah sakit dapat dilakukan secara bertahap. Pemkab Pasaman Barat berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan manajemen RSUD dapat semakin kuat.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat sejumlah fasilitas pelayanan, salah satunya ruang CT-Scan yang menjadi layanan penunjang diagnostik. Selain itu, sejumlah ruang pelayanan lainnya juga ikut ditinjau.

Manajemen RSUD Pasaman Barat turut memaparkan berbagai capaian peningkatan mutu layanan yang telah dilakukan. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan yang masih harus dipenuhi dalam pengembangan rumah sakit.

Di sisi lain, Ade Reski Pratama melakukan dialog langsung dengan tenaga kesehatan dan pasien. Dari hasil dialog tersebut, dia menilai pelayanan di RSUD Pasaman Barat telah berjalan cukup baik.

"Kalau dari hasil bertanya langsung kepada pasien, pelayanan di RSUD Pasaman Barat sudah cukup baik," kata Ade Reski.

Meski demikian, Ade menemukan sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian. Salah satunya kondisi infrastruktur rumah sakit yang mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Ia menyoroti adanya kebocoran di beberapa titik bangunan. Selain persoalan infrastruktur, keterbatasan alat kesehatan juga dinilai perlu segera ditangani untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Ade menegaskan dirinya siap memperjuangkan kebutuhan RSUD Pasaman Barat di tingkat pemerintah pusat. Dukungan tersebut diarahkan agar fasilitas rumah sakit dapat berkembang dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin optimal.

"Saya siap mendukung upaya optimalisasi RSUD Pasaman Barat agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tegasnya.

Pemkab Pasaman Barat berharap dukungan tersebut dapat memperkuat upaya pengembangan RSUD Pasaman Barat. Pemerintah daerah juga berharap perjuangan Ade Reski Pratama di tingkat pusat dapat membantu merealisasikan kebutuhan fasilitas yang telah diajukan.

"Kami berharap perjuangan Bapak Ade Reski Pratama di tingkat pusat dapat membantu mewujudkan peningkatan pelayanan RSUD Pasaman Barat sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal," tutup Doddy San Ismail.

Sebagai langkah lanjutan, Direktur RSUD Pasaman Barat menyerahkan proposal pembangunan kepada Anggota DPR RI Komisi IX Ade Reski Pratama. Proposal tersebut mencakup pembangunan lanjutan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Critical Care, dan Bedah Sentral.

Pengajuan itu menjadi bagian dari rencana pengembangan layanan kegawatdaruratan, perawatan intensif, serta layanan bedah di RSUD Pasaman Barat. Pengembangan tersebut diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih modern sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan.

Dengan adanya proposal pembangunan lanjutan tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan pengembangan RSUD Pasaman Barat dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Sinergi antara pemerintah pusat, Pemkab Pasaman Barat, DPRD, dan manajemen rumah sakit diharapkan dapat mempercepat pemenuhan sarana, prasarana, serta alat kesehatan yang masih dibutuhkan. (*)

Baca Juga

Harga Emas Terbaru Minggu 9 Agustus 2026: 1 Gram Naik Jadi Rp2,669 Juta
Harga Emas Terbaru Minggu 9 Agustus 2026: 1 Gram Naik Jadi Rp2,669 Juta
Jumlah Investor Pasar Modal Sumbar Tembus 501 Ribu, Tumbuh 139 Persen
Jumlah Investor Pasar Modal Sumbar Tembus 501 Ribu, Tumbuh 139 Persen
Sawah Rusak Berat di Aceh, Sumut, Sumbar Dipulihkan, Simak Strateginya
Sawah Rusak Berat di Aceh, Sumut, Sumbar Dipulihkan, Simak Strateginya
Perbankan Sumatera Barat Tumbuh 4,72 Persen, Kredit Tembus Rp77,70 Triliun
Perbankan Sumatera Barat Tumbuh 4,72 Persen, Kredit Tembus Rp77,70 Triliun
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Pengunjung menikmati suasana Padang Gastronomy Market hari kedua di kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026), dalam rangka HJK Padang ke-357.
Kuliner Minang yang Mulai Langka Muncul di Padang Gastronomy Market, UMKM Ikut Ketiban Berkah