Sumbardaily.com - Perkembangan sektor perbankan Sumatera Barat menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juni 2026. Total aset perbankan di wilayah tersebut mencapai Rp88,20 triliun, meningkat 4,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit. Total kredit atau pembiayaan yang disalurkan perbankan Sumatera Barat tercatat Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Informasi tersebut disampaikan dalam siaran resmi yang dikutip pada Minggu (9/8/2026). Dalam keterangan itu disebutkan stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat tetap terjaga serta memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah.
Kondisi sektor keuangan tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat pada triwulan II-2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan.
Salah satu perkembangan yang cukup menonjol terlihat dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Juni 2026, total DPK yang dihimpun perbankan mencapai Rp65,55 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 13,02 persen dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan DPK ini menjadi salah satu catatan dalam perkembangan sektor perbankan Sumatera Barat pada pertengahan 2026.
Di sisi lain, kualitas kredit masih berada dalam kondisi yang terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,87 persen.
Meski demikian, rasio tersebut sedikit meningkat jika dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 2,65 persen.
Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat Rp31,17 triliun. Nilai itu mengalami kontraksi 1,44 persen secara tahunan.
Kredit UMKM tersebut menyumbang 40,11 persen dari keseluruhan kredit yang disalurkan perbankan di Sumatera Barat.
Pembiayaan Syariah Tumbuh Lebih Tinggi
Perkembangan positif juga terlihat pada industri perbankan syariah. Hingga Juni 2026, total aset perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp15,14 triliun.
Aset tersebut tumbuh 10,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga terjadi pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang mencapai Rp11,62 triliun atau meningkat 6,70 persen secara tahunan.
Sementara itu, total penyaluran pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp13,27 triliun. Angka tersebut tumbuh 16,22 persen secara tahunan.
Dari sisi risiko pembiayaan, rasio Non-Performing Financing (NPF) tercatat 1,94 persen. Rasio tersebut masih terjaga meski mengalami sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,58 persen.
Pertumbuhan pada perbankan syariah menjadi bagian dari perkembangan sektor perbankan Sumatera Barat yang turut menopang aktivitas ekonomi daerah.
BPR Tumbuh, Mayoritas Kredit untuk UMKM
Pertumbuhan juga dicatat Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik yang menjalankan kegiatan usaha secara konvensional maupun syariah.
Pada posisi Juni 2026, total aset BPR mencapai Rp3,04 triliun. Nilai tersebut tumbuh 6,34 persen secara tahunan.
Penghimpunan DPK BPR juga meningkat. Total DPK tercatat Rp2,21 triliun atau tumbuh 7,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara total penyaluran kredit atau pembiayaan mencapai Rp2,27 triliun. Angka tersebut tumbuh 1,62 persen secara tahunan.
Sektor UMKM menjadi bagian penting dalam penyaluran kredit BPR. Sebanyak 71,15 persen dari total kredit atau pembiayaan BPR merupakan kredit atau pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Secara keseluruhan, data hingga Juni 2026 menunjukkan sektor perbankan Sumatera Barat mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator utama, mulai dari aset, penghimpunan dana masyarakat, hingga penyaluran kredit dan pembiayaan.
Pertumbuhan tersebut berlangsung ketika ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II-2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Kondisi itu menunjukkan sektor jasa keuangan tetap memiliki peran dalam mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah.
Perkembangan sektor perbankan Sumatera Barat juga terlihat dari pertumbuhan perbankan syariah dan BPR, meski terdapat catatan berupa kontraksi penyaluran kredit UMKM serta kenaikan tipis rasio NPL dan NPF dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
















