Kuliner Minang yang Mulai Langka Muncul di Padang Gastronomy Market, UMKM Ikut Ketiban Berkah

Pengunjung menikmati suasana Padang Gastronomy Market hari kedua di kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026), dalam rangka HJK Padang ke-357.

Pengunjung melihat dan menikmati beragam kuliner tradisional Minangkabau serta produk UMKM lokal dalam Padang Gastronomy Market di kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026) siang. (Dok. Diskominfo)

Sumbardaily.com - Suasana kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Kota Padang, tidak hanya dipenuhi pengunjung yang berburu makanan pada hari kedua Padang Gastronomy Market, Sabtu (8/8/2026) siang.

Di balik deretan stand kuliner yang menawarkan beragam makanan tradisional Minangkabau dan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal, terdapat upaya memperkenalkan kembali makanan yang mulai jarang ditemui kepada masyarakat.

Padang Gastronomy Market menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Jumat (7/8/2026) dan dijadwalkan berakhir pada Senin (10/8/2026).

Kehadiran berbagai pelaku UMKM dengan aneka produk kuliner membuat kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tempat masyarakat mencari makanan.

Pengunjung juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal kembali ragam kuliner tradisional yang keberadaannya mulai jarang ditemukan dalam keseharian.

Sejumlah pengunjung yang datang melihat langsung aktivitas Padang Gastronomy Market menilai keberadaan kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda.

Salah satunya Friska, warga Lubuk Buaya, yang mengaku tertarik karena banyaknya pilihan kuliner tradisional yang ditawarkan para pelaku UMKM.

"Saya sangat tertarik karena di sini banyak UMKM yang menyediakan berbagai kuliner tradisional. Bahkan, mungkin ada beberapa makanan yang sudah jarang ditemui. Menurut saya, ini bagus untuk menarik minat masyarakat sekaligus membantu meningkatkan perekonomian di Kota Padang," katanya.

Menurut Friska, kegiatan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas dibanding sekadar menghadirkan pilihan makanan bagi pengunjung. Padang Gastronomy Market dinilai dapat menjadi sarana agar masyarakat kembali mengenal makanan tradisional sekaligus ikut menjaga keberadaannya.

"Harapan saya, semoga acara ini tetap diadakan agar masyarakat bisa lebih mengenal dan ikut serta melestarikan berbagai makanan tradisional agar tidak hilang ditelan zaman," ucapnya.

Hal senada disampaikan Yenni, juga warga Lubuk Buaya. Ia datang karena tertarik dengan banyaknya makanan yang tersedia di lokasi. Menurutnya, pilihan stan yang cukup beragam menjadi salah satu daya tarik kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, saya sangat tertarik datang ke Padang Gastronomy Market karena banyak makanan yang ditawarkan. Saya juga sangat mengapresiasi acara ini karena tempatnya strategis dan stan yang tersedia cukup banyak. Bahkan, ada UMKM yang datang dari jauh untuk ikut meramaikan," kata Yenni.

Kehadiran UMKM dari berbagai lokasi menjadi bagian penting dari pelaksanaan Padang Gastronomy Market. Tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk secara langsung kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk lokal.

Yenni menilai pola tersebut dapat membantu memperkenalkan makanan khas Kota Padang kepada pengunjung sekaligus menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Kota Padang.

"Menurut saya, kegiatan ini sangat efektif untuk mempromosikan makanan khas Kota Padang. Ini merupakan salah satu cara yang bagus untuk menarik pengunjung datang ke Kota Padang. Harapan saya, semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih baik lagi," ungkapnya.

Pelaksanaan Padang Gastronomy Market di kawasan Kota Tua juga dinilai strategis karena mempertemukan aktivitas kuliner, promosi UMKM, dan ruang kunjungan masyarakat dalam satu kawasan.

Dengan banyaknya pilihan makanan tradisional serta produk usaha lokal, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Di sisi lain, aspek yang tidak kalah penting adalah pelestarian kuliner tradisional Minangkabau. Makanan yang mulai jarang ditemui berpotensi semakin terlupakan apabila tidak diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Kehadiran kuliner tersebut dalam sebuah kegiatan yang ramai dikunjungi masyarakat membuka kesempatan untuk kembali mengenalkan kekayaan pangan tradisional kepada khalayak. (*)

Baca Juga

Alat berat digunakan untuk penanganan pasca banjir dan perbaikan tanggul di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Perbaikan Tanggul Jebol di Lapau Munggu Dikebut, Pemko Padang Kerahkan Alat Berat Cegah Banjir Susulan
Pemko Padang Beri Pin Emas kepada 12 Tokoh di HJK ke-357, Ini Daftar Lengkapnya
Pemko Padang Beri Pin Emas kepada 12 Tokoh di HJK ke-357, Ini Daftar Lengkapnya
Padang Bajamba Bukan Sekadar Makan Bersama, Fadly Amran Siapkan Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia
Padang Bajamba Bukan Sekadar Makan Bersama, Fadly Amran Siapkan Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia
Mata Jeli HJK Padang ke-357: Warga Bisa Laporkan Kondisi Kebersihan, Tak Peduli Jumlah Followers Medsos
Mata Jeli HJK Padang ke-357: Warga Bisa Laporkan Kondisi Kebersihan, Tak Peduli Jumlah Followers Medsos
Ribuan pesepeda mengikuti Gowes Siti Nurbaya Adventure-X di Kota Padang dalam rangka HJK Padang ke-357.
Satu Dekade Gowes Siti Nurbaya, 3.000 Pesepeda Jelajahi Ikon Kota Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer meresmikan Jembatan Hildesheim di kawasan Batang Arau.
38 Tahun Bersahabat, Padang dan Hildesheim Jerman Kini Resmi Diikat Dua Jembatan