Sumbardaily.com – Tradisi Makan Bajamba menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Padang Bajamba di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Jumat (7/8/2026) malam, dengan membawa misi lebih luas, yakni memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong Kota Padang menuju Kota Gastronomi Dunia.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Tradisi makan bersama khas Minangkabau itu tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HJK Padang ke-357, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Minangkabau kepada para tamu dari dalam maupun luar negeri.
Padang Bajamba turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Sejumlah tokoh dan pejabat juga hadir, di antaranya Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf, Wali Kota Hildesheim, Jerman, Mr. Ingo Meyer, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi, serta Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella.
Kehadiran tamu lainnya turut menambah skala kegiatan tersebut. Mereka antara lain Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia Datuk Said Aldi Al Idrus, jajaran pejabat kementerian, unsur Forkopimda Sumatera Barat dan Kota Padang, delegasi mancanegara, para rektor perguruan tinggi se-Kota Padang, Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Sri Hayati Maigus Nasir, Ketua DWP Kota Padang Nova Raju Minropa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang.
Padang Bajamba Bukan Sekadar Kuliner
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan Padang Bajamba tidak semata-mata menjadi kegiatan untuk menikmati hidangan khas Minangkabau. Menurut dia, tradisi tersebut memiliki nilai budaya sekaligus dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi berbasis gastronomi.
Beragam kuliner Minangkabau seperti rendang, sate Padang, aneka gulai, hingga lamang sarikayo menjadi bagian dari sajian dalam konteks kegiatan tersebut. Namun, di balik hidangan yang disajikan, terdapat nilai-nilai sosial yang menjadi ciri khas tradisi Makan Bajamba.
"Makan Bajamba mengandung nilai persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, musyawarah, dan rasa syukur. Seluruh peserta duduk makan bersama tanpa membedakan jabatan maupun status sosial, mencerminkan falsafah Minangkabau duduk sama rendah, berdiri sama tinggi," ujar Fadly Amran, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Bagi Pemko Padang, nilai tersebut menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan bersamaan dengan potensi kuliner daerah. Fadly melihat gastronomi sebagai salah satu sektor yang mampu memberikan dampak berantai terhadap perekonomian.
"Kami ingin menjadikan gastronomi sebagai penggerak ekonomi. Saat wisatawan menikmati rendang dan kuliner khas Padang, mereka juga menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, dan pariwisata," tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, Makan Bajamba ditempatkan bukan hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan pariwisata Kota Padang.
Tema HJK Padang ke-357 Dikembangkan
Dalam perayaan HJK Padang ke-357 tahun ini, Pemko Padang juga melakukan penyempurnaan tema kegiatan. Tema tersebut menjadi "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City and Charity".
Penyempurnaan tema itu menggabungkan promosi seni dan kuliner dengan kepedulian sosial. Salah satu perhatian yang diintegrasikan dalam momentum tersebut adalah kondisi masyarakat yang terdampak banjir pada 3 Agustus 2026.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Menurut Fadly Amran, kehadiran berbagai pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam Padang Bajamba dapat menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap proses pemulihan daerah.
Kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni perayaan HJK. Silaturahmi yang terbangun melalui Padang Bajamba juga diharapkan dapat menghasilkan dorongan moral dan material bagi masyarakat serta daerah yang masih menjalani proses pemulihan.
Fadly Ajak Perkuat Kolaborasi Pemulihan
Fadly Amran berharap Padang Bajamba dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Kota Padang. Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan upaya memperkuat identitas Padang sebagai kota gastronomi dunia yang tetap berakar pada nilai budaya Minangkabau.
"Semoga silaturahmi melalui Padang Bajamba ini membawa keberkahan dan semakin mengukuhkan Padang sebagai kota gastronomi dunia yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kami juga mengajak seluruh mitra, sahabat daerah, dan tamu internasional memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pemulihan pascabanjir di Kota Padang," tutup Wali Kota.
Dengan demikian, Padang Bajamba dalam rangkaian HJK Padang ke-357 memiliki dua pesan utama. Di satu sisi, kegiatan tersebut mempertahankan tradisi makan bersama yang sarat nilai persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, musyawarah, dan rasa syukur. Di sisi lain, Pemko Padang menjadikannya sebagai bagian dari strategi mengembangkan gastronomi sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Kehadiran tamu nasional, pejabat, delegasi mancanegara, hingga berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut sekaligus memperluas ruang promosi kuliner dan budaya Padang.
Melalui pendekatan itu, Pemko Padang berupaya menghubungkan kekayaan tradisi dengan agenda menuju Kota Gastronomi Dunia, sembari tetap memasukkan aspek kepedulian sosial dan pemulihan pascabencana dalam peringatan HJK Padang ke-357. (*)
















