Negara Kini Berpihak ke Pesantren, Kemenag Pasaman Sebut Posisi Santri Makin Kuat

Negara Kini Berpihak ke Pesantren, Kemenag Pasaman Sebut Posisi Santri Makin Kuat

Ilustrasi pendidikan Pesantren. (Dok. Istimewa)

Sumbardaily.com - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, H. Rali Tasman, menegaskan pemerintah saat ini semakin menunjukkan perhatian nyata terhadap keberadaan pondok pesantren melalui penguatan regulasi dan dukungan kebijakan nasional.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara pelepasan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Mudik Tampang Rao, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pasaman Welly Suhery, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Hasyyunil, pimpinan pesantren, majelis guru, wali santri, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Rali Tasman menyampaikan bahwa lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren menjadi tonggak penting dalam penguatan posisi pesantren di Indonesia. Menurutnya, regulasi tersebut merupakan bentuk pengakuan sekaligus penghargaan negara atas kontribusi besar pesantren dalam dunia pendidikan dan pembinaan moral umat.

“UU Pesantren menjadi dasar penguatan posisi pondok pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Negara hadir memberikan dukungan, termasuk membuka ruang bagi pesantren untuk mendapatkan fasilitas dan penguatan dari anggaran negara,” ujar Rali Tasman dilansir Minggu (17/5/2026).

Ia menilai keberadaan undang-undang tersebut memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memajukan pendidikan berbasis pesantren yang selama ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

Tidak hanya itu, Rali Tasman juga mengungkapkan bahwa posisi pesantren ke depan diperkirakan akan semakin kuat dengan adanya rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbesar perhatian terhadap pendidikan keagamaan berbasis pesantren.

Pada kesempatan itu, Rali Tasman turut menyampaikan pesan mendalam kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum. Ia menggambarkan perpisahan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tidak dapat dihindari.

“Setiap pertemuan selalu membawa benih-benih perpisahan. Dan acapkali perpisahan bukan karena keinginan melainkan karena sistem memang mengharuskan begitu. Itulah perpisahan hari ini. Bagaimanapun kita tetap ingin bersama di Pondok Darul Ulum ini, tetap tidak bisa. Karena kehidupan tetap terus dijalani menuju asa yang lebih baik dan pasti. Sebaliknya dengan perpisahan akan membuka peluang pertemuan baru. Akan berjumpa dengan suasana lain dan sahabat baru yang kalah seru,” ungkapnya.

Selain menyoroti masa depan pesantren, ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang tinggi harus berjalan beriringan dengan akhlak yang baik agar mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Rali Tasman juga mengingatkan para santri agar terus menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua. Ia menyebut restu dan doa orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.

Di hadapan para lulusan, ia meminta agar para santri tetap melanjutkan pendidikan, menjaga nama baik almamater, serta menjadi representasi pesantren yang mampu membawa nilai-nilai positif di tengah masyarakat.

“Dimanapun berada, jagalah nama baik Pondok Pesantren Darul Ulum. Tunjukkan bahwa santri adalah pribadi yang santun, berilmu, berakhlak dan mampu menjadi teladan,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Pasaman itu juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, H. Zulkarnain, beserta seluruh dewan guru yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik generasi muda Islam.

Menurutnya, kesabaran dan keikhlasan para guru dalam membina santri menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

“Semoga seluruh pengabdian yang dilakukan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi pesantren, umat dan daerah,” tutup Rali Tasman. (*)

Baca Juga

Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Jakarta, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Jakarta, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Daryono Tegaskan Gempa Bukan Ukuran Dosa, Korban Bencana Tak Boleh Dihakimi
Daryono Tegaskan Gempa Bukan Ukuran Dosa, Korban Bencana Tak Boleh Dihakimi
Bukan Seluruh Sumbar, Ini Daerah yang Diprediksi Tetap Dapat Hujan Normal pada Oktober 2026
Bukan Seluruh Sumbar, Ini Daerah yang Diprediksi Tetap Dapat Hujan Normal pada Oktober 2026
BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Pertengahan Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan di Bawah Normal
BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Pertengahan Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan di Bawah Normal
Cuaca Sumbar Awal Oktober 2026, 4 Daerah Diprediksi Hujan Bawah Normal
Cuaca Sumbar Awal Oktober 2026, 4 Daerah Diprediksi Hujan Bawah Normal
Cuaca Awal Oktober 2026, BMKG Prediksi Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan di Bawah Normal
Cuaca Awal Oktober 2026, BMKG Prediksi Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan di Bawah Normal