Update Karhutla Sumatera, Hotspot Sumsel Turun dari 132 Jadi 9 Titik

Update Karhutla Sumatera, Hotspot Sumsel Turun dari 132 Jadi 9 Titik

Petugas berusaha memadamkan api karhutla. (Foto: Kemenhut)

Sumbardaily.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat penurunan jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera. Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 WIB, Sumatera Selatan mencatat sembilan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan Jambi dan Riau tidak terdeteksi hotspot dalam kategori tersebut.

Meski jumlah titik panas menurun, pemerintah masih memperkuat penanganan karhutla karena penurunan hotspot belum tentu menandakan kualitas udara telah pulih. Asap kebakaran, terutama dari lahan gambut, masih dapat bertahan di udara dan berpindah mengikuti kondisi atmosfer.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan pengendalian karhutla tetap dilakukan meskipun jumlah hotspot secara nasional mengalami penurunan.

“Penurunan jumlah hotspot merupakan perkembangan positif, tetapi pekerjaan belum selesai hanya karena titik panas berkurang,” demikian keterangan Kementerian Kehutanan yang disampaikan pada Senin (19/10/2026).

Kemenhut menegaskan, upaya pengendalian terus diarahkan untuk memastikan api dan bara benar-benar padam, mengurangi sumber asap, memulihkan kualitas udara, serta melindungi kawasan hutan dan masyarakat yang terdampak.

Hotspot Sumatera Selatan Turun dari 132 Menjadi 9 Titik

Berdasarkan data pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di enam provinsi prioritas karhutla turun dari 177 titik menjadi 125 titik.

Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot tercatat sembilan titik. Angka tersebut menurun tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 132 titik.

Sementara itu, Jambi tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, turun dari dua titik pada hari sebelumnya. Kondisi serupa terjadi di Riau yang tetap nihil hotspot dalam kategori tersebut.

Data tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pengendalian karhutla di sejumlah wilayah Sumatera. Namun, pemerintah tetap menempatkan pemadaman dan penanganan asap sebagai bagian penting dari operasi yang sedang berlangsung.

Secara nasional, Kemenhut mendeteksi 270 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 WIB. Jumlah itu berkurang 84 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 354 titik.

Meski demikian, penurunan tersebut tidak terjadi secara merata di semua wilayah. Kalimantan Tengah justru mencatat kenaikan jumlah hotspot dari 19 menjadi 92 titik. Kalimantan Barat mengalami penurunan dari 24 menjadi 22 titik, sedangkan Kalimantan Selatan mencatat dua titik setelah sebelumnya nihil.

Kondisi yang berbeda di setiap provinsi membuat pemerintah tetap mempertahankan operasi penanganan karhutla di lapangan.

Kemenhut juga mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran bisa menghasilkan beberapa titik panas yang terdeteksi satelit.

Dengan demikian, jumlah hotspot tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran ataupun luas lahan yang terbakar. Setiap indikasi tetap perlu diperiksa melalui verifikasi dan pengecekan langsung di lapangan atau groundcheck.

Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut di Sumatera Selatan

Untuk mendukung penanganan karhutla dan mengurangi konsentrasi asap, Kemenhut bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan pada 16-25 Oktober 2026.

Operasi ini menggunakan dry ice atau es kering untuk membantu melemahkan lapisan inversi atmosfer yang menyebabkan asap tertahan di dekat permukaan. Jika kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan hujan, operasi dapat dilengkapi dengan penyemaian natrium klorida atau NaCl.

Pada Sabtu (17/10/2026), petugas melaksanakan satu sortie penyemaian dry ice dan satu sortie penyemaian NaCl.

Penyemaian dry ice menggunakan sekitar 800 kilogram bahan semai. Sementara itu, NaCl digunakan untuk menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan guna mendukung penanganan kebakaran di lapangan.

Pemantauan selama operasi menunjukkan jarak pandang di Palembang mengalami perbaikan. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi upaya pengendalian.

OMC tetap menjadi bagian dari operasi terpadu yang mencakup pemadaman darat, operasi udara, pemantauan kualitas udara, dan penegakan hukum.

Pemerintah juga terus menyiagakan armada udara untuk membantu pengendalian kebakaran di berbagai wilayah. Secara nasional, terdapat 61 unit armada udara yang disiapkan, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 44 unit untuk operasi water bombing.

Kualitas Udara Belum Sepenuhnya Pulih

Penurunan jumlah hotspot belum serta-merta diikuti pemulihan kualitas udara. Berdasarkan pemantauan kondisi udara berbasis PM2,5, sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang.

Namun, sejumlah kantong wilayah masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat wilayah yang kualitas udaranya masuk kategori berbahaya secara lokal, terutama di sebagian kawasan Kalimantan dan sejumlah bagian Sumatera.

Kondisi ini menjadi perhatian karena asap dari kebakaran lahan gambut dapat bertahan meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat. Bara dapat terus menyala di bawah permukaan tanah dan kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

Karena itu, petugas masih melakukan penyisiran, pembasahan, pendinginan, dan mopping up untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan patroli, pemadaman langsung, pemutusan bagian kepala dan sisi api, serta penyekatan untuk mencegah api menjalar ke area lain.

Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara memburuk diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan apabila masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Kemenhut Perkuat Pemadaman dan Perlindungan Kawasan

Selain operasi di Sumatera Selatan, Kemenhut terus memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memantau langsung operasi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting sebelum melanjutkan pemantauan ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Sabtu malam.

Di Tanjung Puting, operasi pemadaman melalui water bombing dilaksanakan sebanyak 16 kali pada Sabtu (17/10/2026). Pemerintah juga mempersiapkan tambahan dua helikopter TNI dan satu helikopter Kemenhut untuk memperkuat dukungan pemadaman dari udara.

Upaya tersebut melengkapi penanganan di darat yang meliputi pembukaan akses menuju lokasi kebakaran, pembangunan dan pemanfaatan sumur bor, penyediaan pompa, pembangunan jaringan distribusi air, serta pengerahan personel gabungan.

Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, dan warga desa sekitar turut dilibatkan dalam upaya melindungi kawasan Tanjung Puting, termasuk zona inti dan habitat orangutan.

Setelah memantau operasi di kawasan tersebut, Menteri Kehutanan mengecek kondisi lapangan dan aktivitas personel yang masih berupaya mengendalikan api di Sampit. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penjalaran kebakaran lebih lanjut.

Kemenhut kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Informasi mengenai karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.

Pemerintah menegaskan, penurunan hotspot harus diikuti dengan pemadaman hingga tuntas, pengurangan sumber asap, pemulihan kualitas udara, serta perlindungan terhadap kawasan hutan dan kesehatan masyarakat. (*)

Baca Juga

Kabut Asap Memburuk, PJJ di Padang Diperpanjang hingga 21 Oktober
Kabut Asap Memburuk, PJJ di Padang Diperpanjang hingga 21 Oktober
Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Asap Karhutla Tak Kunjung Berakhir, DPR RI Dorong Pemerintah Terima Bantuan Singapura
Asap Karhutla Tak Kunjung Berakhir, DPR RI Dorong Pemerintah Terima Bantuan Singapura
Hotspot Jambi Melonjak dari 9 Jadi 31 Titik, Sumsel Bertambah Jadi 122
Hotspot Jambi Melonjak dari 9 Jadi 31 Titik, Sumsel Bertambah Jadi 122
"Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Kawin Lagi", Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Disorot DPR
"Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Kawin Lagi", Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Disorot DPR
Karhutla Meningkat, Sumatera Selatan Catat 91 Hotspot dan Jambi 9 Titik
Karhutla Meningkat, Sumatera Selatan Catat 91 Hotspot dan Jambi 9 Titik