BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Pertengahan Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan di Bawah Normal

BMKG Prediksi Cuaca Indonesia Pertengahan Oktober 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan di Bawah Normal

Ilustrasi Hujan (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com - Indonesia diprediksi mengalami kondisi hujan yang cenderung lebih rendah daripada rata-rata klimatologis pada pertengahan Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan 81,28 persen wilayah Indonesia mengalami sifat hujan kategori bawah normal pada Dasarian II Oktober 2026, sementara wilayah dengan kategori hujan di atas normal dan jauh di atas normal mencakup bagian yang lebih kecil.

Prediksi tersebut menggambarkan kondisi hujan nasional yang tidak merata. Sebagian besar daerah diperkirakan menerima curah hujan di bawah rata-rata, tetapi sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara justru berpotensi mengalami hujan lebih tinggi dibandingkan kondisi normalnya.

Berdasarkan informasi BMKG yang dikutip Minggu (11/10/2026), distribusi sifat hujan pada Dasarian II Oktober 2026 terdiri atas empat kategori. Wilayah dengan sifat hujan bawah normal mencapai 81,28 persen, normal sebesar 13,71 persen, atas normal 3,29 persen, dan jauh di atas normal 1,71 persen.

Dasarian II merupakan periode sepuluh hari kedua dalam satu bulan, yakni 11-20 Oktober. Dalam pemetaan tersebut, sifat hujan digunakan untuk membandingkan perkiraan curah hujan suatu wilayah dengan rata-rata klimatologis selama 30 tahun.

Kategori bawah normal berarti curah hujan diperkirakan kurang dari 85 persen terhadap rata-rata 30 tahun. Kategori normal berada pada kisaran 85-115 persen, sedangkan atas normal mencapai 115-150 persen. Adapun kategori jauh di atas normal menunjukkan curah hujan lebih dari 150 persen terhadap rata-rata klimatologis.

Sebagian Besar Daerah Diprediksi Mengalami Hujan di Bawah Normal

Kategori bawah normal menjadi gambaran paling dominan dalam prediksi hujan Indonesia pada pertengahan Oktober 2026. Wilayah yang masuk kategori ini tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga seluruh wilayah Papua.

Di Pulau Sumatera, daerah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal mencakup Aceh Tamiang di Aceh serta Labuhanbatu Utara dan Toba di Sumatera Utara.

Di Sumatera Barat, wilayah yang masuk kategori tersebut meliputi Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya.

Untuk Riau, daerah yang diperkirakan mengalami hujan bawah normal adalah Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Sementara itu, di Kepulauan Riau, wilayahnya meliputi Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna.

Prediksi serupa berlaku untuk sebagian besar wilayah Jambi, termasuk Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi.

Seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu juga masuk dalam daftar wilayah dengan sifat hujan bawah normal. Daerah tersebut mencakup Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

Di Sumatera Selatan, cakupannya meliputi Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.

Sementara itu, seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Bangka Belitung diprediksi mengalami hujan bawah normal. Wilayahnya mencakup Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur.

Di Lampung, daerah yang masuk kategori tersebut meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Lampung Timur.

Jawa hingga Bali Juga Didominasi Hujan Bawah Normal

Pola hujan bawah normal diprediksi meluas ke Pulau Jawa. Seluruh kabupaten dan kota di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur tercantum dalam kategori ini.

Di Banten, wilayahnya meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Di DKI Jakarta, kategori bawah normal mencakup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu serta Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.

Untuk Jawa Barat, daerah yang masuk dalam daftar meliputi Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.

Di Jawa Tengah, wilayah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal adalah Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang.

Seluruh wilayah DIY, yakni Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul, juga masuk kategori bawah normal.

Di Jawa Timur, daftar tersebut mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Bali juga diprediksi didominasi sifat hujan bawah normal. Daerahnya meliputi Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.

Di Nusa Tenggara Barat, wilayah yang masuk kategori ini adalah Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, kategori bawah normal mencakup Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.

Kalimantan dan Sulawesi Masuk Daftar Wilayah Bawah Normal

Di Kalimantan Barat, wilayah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal adalah Kayong Utara, Ketapang, Sekadau, Sintang, dan Melawi.

Di Kalimantan Tengah, cakupannya meliputi Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.

Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan masuk kategori bawah normal, yakni Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan, dan Kotabaru.

Di Kalimantan Timur, wilayahnya mencakup Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Bontang. Sementara itu, di Kalimantan Utara, daerah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal meliputi Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.

Di Sulawesi Selatan, daerah yang masuk kategori bawah normal mencakup Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar, dan Luwu Timur.

Seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Barat juga tercatat dalam kategori tersebut, meliputi Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Di Sulawesi Tenggara, wilayah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal adalah Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi.

Untuk Sulawesi Tengah, daftar wilayahnya meliputi Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

Di Gorontalo, seluruh kabupaten dan kota masuk kategori bawah normal, yakni Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango.

Adapun di Sulawesi Utara, wilayahnya mencakup Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Maluku dan Papua Turut Mengalami Hujan di Bawah Normal

Prediksi hujan bawah normal juga mencakup sebagian besar wilayah Maluku dan Papua.

Di Maluku Utara, daerah yang masuk kategori tersebut adalah Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai.

Di Provinsi Maluku, cakupannya meliputi Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.

Di Papua Barat Daya, wilayah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal meliputi Raja Ampat, Kota Sorong, dan Sorong Selatan. Sementara itu, di Papua Barat, daerahnya mencakup Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama.

Untuk Provinsi Papua, kategori bawah normal mencakup Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom, dan Kota Jayapura.

Di Papua Pegunungan, wilayah yang tercantum adalah Nduga dan Lanny Jaya. Adapun di Papua Tengah, daerahnya meliputi Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai, dan Intan Jaya.

Sementara itu, di Papua Selatan, wilayah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal meliputi Asmat, Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.

Sejumlah Wilayah Diprediksi Mengalami Hujan Normal

Di tengah dominasi kategori bawah normal, sejumlah daerah diprediksi memiliki sifat hujan dalam kategori normal, yakni 85-115 persen dari rata-rata 30 tahun.

Di Aceh, wilayah tersebut meliputi Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Kota Langsa.

Di Sumatera Utara, daerah yang diperkirakan mengalami hujan normal mencakup Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Langkat, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Kota Pematangsiantar, Asahan, Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai.

Untuk Sumatera Barat, kategori normal mencakup Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Kota Padang, dan Pesisir Selatan.

Di Riau, wilayahnya meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, dan Kuantan Singingi. Sementara itu, di Jambi, kategori normal diprediksi terjadi di Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Di Nusa Tenggara Timur, wilayah yang masuk kategori normal adalah Sumba Barat Daya dan Sumba Barat.

Untuk Kalimantan Barat, daerahnya meliputi Bengkayang, Mempawah, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Sanggau, dan Kapuas Hulu.

Kategori normal juga diprediksi terjadi di Halmahera Utara, Maluku Utara, serta Sorong, Tambrauw, dan Maybrat di Papua Barat Daya. Di Papua Barat, wilayah yang masuk kategori ini adalah Manokwari.

Di Papua Pegunungan, daerah dengan sifat hujan normal mencakup Tolikara, Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Sementara itu, di Papua Tengah, kategori normal diprediksi terjadi di Puncak dan Puncak Jaya.

Aceh dan Sumatera Utara Berpotensi Mengalami Hujan di Atas Normal

Berbeda dengan mayoritas wilayah Indonesia, beberapa daerah diprediksi mengalami sifat hujan atas normal, yakni 115-150 persen terhadap rata-rata klimatologis selama 30 tahun.

Di Aceh, wilayah tersebut meliputi Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, dan Aceh Tenggara.

Di Sumatera Utara, kategori atas normal diprediksi terjadi di Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Dairi, Karo, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Kota Binjai, Deli Serdang, Kota Medan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Padang Sidempuan.

Di Sumatera Barat, wilayah yang diprediksi mengalami hujan atas normal adalah Pasaman Barat. Sementara itu, di Kalimantan Barat, daerah yang masuk kategori tersebut adalah Sambas.

Hujan Jauh di Atas Normal Diprediksi Terjadi di Sejumlah Daerah Aceh

Kategori dengan persentase paling tinggi, yakni jauh di atas normal atau lebih dari 150 persen terhadap rata-rata 30 tahun, diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Aceh dan satu daerah di Sumatera Utara.

Di Aceh, wilayah tersebut meliputi Aceh Jaya, Simeulue, Pidie, Aceh Barat, Pidie Jaya, Nagan Raya, Bireuen, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Kota Subulussalam.

Sementara itu, di Sumatera Utara, wilayah yang diprediksi mengalami hujan jauh di atas normal adalah Pakpak Bharat.

Pemetaan ini memperlihatkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami hujan di bawah normal pada 11-20 Oktober 2026, kondisi di setiap daerah tidak seragam. Aceh dan Sumatera Utara memiliki sejumlah wilayah yang masuk kategori atas normal hingga jauh di atas normal.

Dengan demikian, prediksi sifat hujan BMKG memberikan gambaran perbedaan kondisi curah hujan antardaerah pada pertengahan Oktober. Kategori tersebut menunjukkan perbandingan terhadap rata-rata klimatologis, bukan kepastian jumlah hujan yang akan turun setiap hari di masing-masing wilayah. (*)

Baca Juga

TikTok Nonaktifkan 9 Juta Akun Anak, Komdigi Soroti Ancaman AI
TikTok Nonaktifkan 9 Juta Akun Anak, Komdigi Soroti Ancaman AI
Personel BPBD Kota Padang bersama tim gabungan melakukan penanganan banjir dan membantu evakuasi warga di Kampung Apa, Lubuk Minturun, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Debit Air Sungai Naik, Warga Padang Diimbau Waspada Banjir Bandang
Seorang mitra pengemudi BUJEK mengenakan jaket dan helm berwarna biru khas BUJEK mengendarai sepeda motor di kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.
Tarif Ojol Pengantar Makanan dan Barang Bakal Diatur Komdigi, Pengemudi Dapat Perlindungan
Penggerebekan Kampung Narkoba Gaung di Lubuk Begalung, Padang, oleh 232 personel gabungan pada 9 Oktober 2026.
Penggerebekan Aparat Gabungan di Gaung Padang: Sabu-sabu, Senapan Angin hingga 22 Petasan Tabung Disita
Empat Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan
Empat Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan
Usai Dipecat Semen Padang FC, Nil Maizar Unggah Pesan Menohok: ‘Kenali Peranmu’
Usai Dipecat Semen Padang FC, Nil Maizar Unggah Pesan Menohok: ‘Kenali Peranmu’