Kejati Sumbar Sebut Kasus Korupsi Pengadaan Sapi Bunting Rugikan Negara Rp7.36 Miliar

Kejati Sumbar Sebut Kasus Korupsi Pengadaan Sapi Bunting Rugikan Negara Rp7.36 Miliar

Ilustrasi korupsi (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang - Kasus dugaan korupsi pengadaan sapi bunting pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumatera Barat (Sumbar) rugikan negara senilai Rp 7.36 miliar.

“Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 7.36 miliar,” sebut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar Asnawi, Minggu (16/7/2023).

Kejati Sumbar, Jumat (14/7/2023) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ketiga tersangka, DM selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA), FA selaku PPTK dan AAP selaku Direktur CV Emir Darul Ihsan.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, DM, FA dan AAP menjadi tahanan Kejati Sumbar di Rutan Anak Air Padang.

Baca Juga:

Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Bantuan Sapi Kurus, Kejati Sumbar: Proyek Gagal

Menurut Asnawi, kasus pengadaan sapi ini memang telah melanggar ketentuan. Pasalnya sapi yang dibeli bukan sapi dari luar, namun sapi lokal.

“Ini proyek gagal. Karena kenyataannya mereka (tersangka) tidak melakukan pengadaan sapi dari luar, tapi sapi lokal. Seharusnya proyek ini bisa memperbanyak populasi ternak,” ujar Asnawi.

Asnawi menyampaikan, pada kasus ini juga ditemukan dugaan mark-up atau penggelembungan dana dalam pengadaan sapi tersebut.

Akibatnya, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 3, Jo Pasal 18 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kasus Korupsi.

“Pengembangan akan terus kami lakukan, kemungkinan ada penambahan tersangka. Yang jelas kami akan kembangkan terus. Selain itu juga mulai dilakukan persiapan untuk membuat dakwaan,” kata Asnawi.

Baca Juga:

2 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Agam, BPBD: Kondisi Terhimpit Springbed

Kasus ini berawal saat publik Sumbar dihebohkan tentang bantuan ternak sapi dan kambing dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui Dinas Disnakkeswan kepada puluhan kelompok masyarakat tahun 2021.

Bantuan ini menghabiskan APBD Sumbar sekitar Rp 35 miliar, namun kondisi sapi dalam keadaan kurus.

Kejati Sumbar lalu mendapat laporan dari masyarakat atas dugaan korupsi pengadaan sapi kurus tersebut.

Pada 25 Maret 2022, Kepala Kejati Sumbar mengeluarkan surat perintah penyelidikan dengan nomor surat print04/L.3/Fd.1/03.2022.

Selanjutnya pada 6 Juli 2022, Kejati Sumbar mengeluarkan surat perintah penyidikan dengan No print-12/L.3/Fd.1/07/2022. (red)

Baca Juga

Kejati Sumbar Dalami Dugaan Korupsi KUR Bank Nagari, Penyidikan Resmi Dimulai
Kejati Sumbar Dalami Dugaan Korupsi KUR Bank Nagari, Penyidikan Resmi Dimulai
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menerima Piagam Penghargaan dari Rektor Universitas Negeri Padang dalam kunjungan silaturahmi di Kantor Kejati Sumbar.
Kejati Sumbar Raih Penghargaan dari UNP Berkat Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp10 Miliar Lebih
Dugaan Kredit Fiktif KUR Bank Nagari, Kepala OJK Sumbar Diperiksa Kejaksaan
Dugaan Kredit Fiktif KUR Bank Nagari, Kepala OJK Sumbar Diperiksa Kejaksaan
Kejati Sumbar Sita Rp100 Juta dalam Kasus Korupsi Pelabuhan Bajau Mentawai
Kejati Sumbar Sita Rp100 Juta dalam Kasus Korupsi Pelabuhan Bajau Mentawai
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap Tim Burung Hantu Kejati Sumbar di Bengkulu
Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap Tim Burung Hantu Kejati Sumbar di Bengkulu