Kebakaran Alat Berat di Gudang Batu Bara Padang, Kerugian Tembus Rp1,5 Miliar

Kebakaran Alat Berat di Gudang Batu Bara Padang, Kerugian Tembus Rp1,5 Miliar

Petugas memadamkan alat berat yang terbakar di area gudang batu bara yang berlokasi di kawasan Bypass, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang pada Selasa (3/3/2026) dini hari. (Dok. Padang Fire Fighter)

Sumbardaily.com, Padang - Kebakaran menghanguskan satu alat berat jenis di kawasan gudang batu bara, Jalan By Pass KM 4, Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Selasa (3/3/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang yang langsung mengerahkan puluhan personel ke lokasi.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi menjelaskan, laporan kebakaran diterima pada pukul 01.05 WIB.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.03 WIB. Total waktu penanganan kurang dari satu jam sejak laporan diterima.

"Sebanyak empat unit armada dikerahkan dengan kekuatan 70 personel. Selain Damkar Padang, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) juga berada di lokasi untuk mengantisipasi kondisi darurat," katanya.

Menurut keterangan saksi bernama Rozi (34), percikan api pertama kali terlihat dari bagian bawah ekskavator yang berada di area gudang batu bara tersebut.

"Saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Dinas Damkar Kota Padang. Api diduga berasal dari bagian bawah alat berat, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan," katanya.

Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Dua orang yang tercatat sebagai penghuni di lokasi tidak sampai harus mengungsi.

"Situasi lokasi kebakaran berada di tepi jalan lintas dengan akses jalan yang relatif kecil dan berdekatan dengan gudang batu bara. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian petugas dalam proses pemadaman agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi," katanya.

Belakangan diketahui, ekskavator yang terbakar merupakan aset milik Haji Idris, pengusaha tambang batu bara dan PO Bus asal Kota Sawahlunto, Miyor, yang juga dikenal sebagai mertua dari Riyanda Putra, Wali Kota Sawahlunto.

"Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Dinas Damkar Kota Padang mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan darurat Padang Sigap 112 atau Call Center Mako Damkar 113 apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar," tuturnya. (shy)

Baca Juga

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang menangani kebakaran yang melanda sebuah minimarket di Jalan Belibis, Air Tawar Barat, Kota Padang.
Kebakaran Mini Market di Padang Nyaris Mengancam 10 Bangunan, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Petugas Dinas Damkar Kota Padang memadamkan kebakaran rumah dan grosiran P&D di Jalan Asra I, Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah.
Kebakaran Hebat di Dadok Tunggul Hitam Padang Hanguskan Rumah dan Toko Grosiran, Kerugian Capai Rp750 Juta
Kebakaran menghanguskan tiga rumah petak di kawasan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, saat petugas Damkar melakukan proses pemadaman di lokasi.
Api Hanguskan Tiga Rumah di Padang Saat Penghuni Sedang Berduka
Mobil Honda Freed terbakar di depan McDonald's Ahmad Yani, Padang, saat petugas Dinas Damkar Padang melakukan pemadaman.
Mobil Terbakar di Depan McD Ahmad Yani Padang, Kerugian Rp115 Juta
Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Padang Pariaman, Polisi Selidiki Penyebabnya
Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Padang Pariaman, Polisi Selidiki Penyebabnya
Petugas Dinas Damkar Kota Padang memadamkan kebakaran yang menghanguskan rumah milik pensiunan ASN di Komplek Wisma Indah III, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.
Rumah Pensiunan ASN di Parupuk Tabing Padang Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp500 Juta