Sumbardaily.com - Kebakaran rumah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terjadi di kawasan padat penduduk di Kecamatan Nanggalo, Jumat (27/3/2026) sore.
Insiden kebakaran tersebut tepatnya terjadi di Jalan Tabiang Banda Gadang, RT 02, RW 001, Kelurahan Tabiang Banda Gadang. Api pertama kali dilaporkan pada pukul 15.28 WIB dan langsung direspons cepat oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Damkar Kota Padang, Rinaldi mengatakan, pihaknya langsung bergerak satu menit setelah laporan diterima. Petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu sekitar enam menit atau pukul 15.34 WIB, dengan jarak tempuh sekitar 3,3 kilometer.
Api diketahui pertama kali dilihat oleh saksi dari arah rumah warga sebelum akhirnya dilaporkan ke petugas Damkar. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
"Peristiwa tersebut menghanguskan tiga petak rumah hunian dengan total luas area terbakar sekitar 450 meter persegi. Kebakaran ini berdampak pada tiga kepala keluarga dengan total 10 orang penghuni," katanya.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Seluruh penghuni dilaporkan selamat dan tidak ada yang harus mengungsi.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Namun, berkat respons cepat petugas, potensi kerugian yang lebih besar berhasil dicegah.
"Damkar mencatat nilai aset yang berhasil diselamatkan juga mencapai sekitar Rp500 juta. Selain bangunan rumah, kebakaran turut menyebabkan kerusakan pada satu becak motor dengan nomor polisi (nopol) BA 3044 BB serta satu motor. Tidak ada laporan kerusakan ringan dalam kejadian ini," ujar Rinaldi.
Kondisi lokasi yang berada di pemukiman padat penduduk dengan akses jalan sempit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Meski begitu, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.10 WIB.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kota Padang mengerahkan lima unit armada dengan total 80 personel. Selain Damkar, petugas dari Kelurahan Tabiang Banda Gadang serta Babinsa juga turut berada di lokasi membantu penanganan.
Adapun rumah yang terbakar diketahui milik tiga warga, yakni Wili Rosi (35), Yunasman (42), dan Rukmaini (52). Ketiganya merupakan warga setempat dengan latar belakang pekerjaan berbeda, mulai dari swasta, buruh harian lepas, hingga ibu rumah tangga.
Sementara itu, saksi dalam kejadian ini adalah Desi Permata Guri (34), yang pertama kali melihat munculnya api dari salah satu rumah di lokasi kejadian.
"Berdasarkan data Damkar, terdapat lima bangunan rumah lain yang sempat terancam terdampak dengan potensi luas area mencapai 750 meter persegi. Beruntung, upaya cepat petugas berhasil mencegah api meluas ke bangunan sekitar," tuturnya. (adl)
















