KAI Divre II Sumbar Turun ke Sekolah, Tanamkan Budaya Aman di Jalur Kereta Api

KAI Divre II Sumbar Turun ke Sekolah, Tanamkan Budaya Aman di Jalur Kereta Api

KAI Divre II Sumbar memberikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada siswa SDN 04 Gaung, Padang, melalui program Sapa Sekolah, Rabu (22/4/2026) siang. (Dok. Humas)

Sumbardaily.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperkuat pendekatan baru dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Tidak hanya mengandalkan pengawasan di lapangan, perusahaan kini menyasar lingkungan pendidikan melalui program “Sapa Sekolah” sebagai strategi preventif jangka panjang.

Langkah ini terlihat saat KAI Divre II Sumbar menyambangi SDN 04 Gaung, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (22/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini terhadap pentingnya keselamatan di sekitar jalur rel kereta api.

Program ini dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu bersama jajaran, tim Humas KAI Divre II Sumbar, serta Babin Polsuska, Aiptu Robi Kentoroserta.

Kehadiran mereka disambut Kepala SDN 04 Gaung, Desi Kurnia, beserta para guru dan ratusan siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan edukatif menjadi kunci utama. Kepala Regu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menegaskan bahwa menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas operator, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa lingkungan sekolah yang berada di sekitar jalur aktif kereta api memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan. Edukasi kepada siswa dinilai efektif untuk menekan potensi pelanggaran dan risiko kecelakaan di masa depan.

Kepala SDN 04 Gaung, Desi Kurnia, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Kegiatan edukasi berlangsung interaktif dengan penyampaian materi yang mudah dipahami. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai tindakan berbahaya di sekitar rel, seperti bermain di jalur kereta, melempar benda ke arah kereta api, meletakkan benda di rel, hingga melintas di area yang tidak semestinya.

Tindakan-tindakan tersebut dijelaskan berpotensi tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan perjalanan kereta api secara keseluruhan.

Selain itu, edukasi juga menyasar para guru. Mereka diingatkan pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, dengan cara berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, baru kemudian melintas.

KAI juga menegaskan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu, bukan penentu utama ada atau tidaknya kereta api. Kesadaran dan kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan.

Antusiasme siswa terlihat dalam sesi tanya jawab. Banyak di antara mereka aktif bertanya dan menjawab pertanyaan terkait keselamatan di jalur kereta. Sebagai bentuk apresiasi, KAI memberikan hadiah kepada siswa yang mampu memahami materi dengan baik.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan pentingnya program ini sebagai investasi jangka panjang dalam aspek keselamatan.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa agar mereka tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi atau pengingat bagi orang-orang di sekitar mereka mengenai pentingnya keselamatan di jalur KA,” katanya.

Upaya edukasi ini tidak berdiri sendiri. Hingga April 2026, KAI Divre II Sumbar telah melakukan berbagai langkah preventif di lapangan sebagai bagian dari strategi pengamanan terpadu.

Beberapa di antaranya meliputi penutupan dua titik perlintasan liar yang dinilai berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Selain itu, KAI juga telah melakukan sosialisasi intensif di 17 titik perlintasan resmi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Upaya lain yang dilakukan adalah pemasangan tiga banner imbauan di titik rawan kecelakaan, serta kegiatan edukasi di sepanjang jalur kereta api yang disertai pemberian bantuan CSR berupa sarana olahraga bagi masyarakat.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan teknis, tetapi juga melalui pembangunan kesadaran bersama.

"KAI Divre II Sumbar berharap kolaborasi antara operator transportasi, pihak sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan selamat. Selain mendukung kelancaran operasional transportasi massal, upaya ini juga menjadi bagian penting dalam melindungi keselamatan masyarakat secara luas," tutur Reza. (*)

Baca Juga

KAI Divre II Sumbar Ungkap Dampak Besar Kereta Api terhadap Pengurangan Karbon
KAI Divre II Sumbar Ungkap Dampak Besar Kereta Api terhadap Pengurangan Karbon
Penumpang Kereta Api Perempuan di Sumbar Dapat Kejutan Spesial di Hari Kartini
Penumpang Kereta Api Perempuan di Sumbar Dapat Kejutan Spesial di Hari Kartini
Efisiensi BBM KAI Divre II Sumbar Tembus 225 Ribu Liter, Begini Dampaknya ke Tarif Penumpang
Efisiensi BBM KAI Divre II Sumbar Tembus 225 Ribu Liter, Begini Dampaknya ke Tarif Penumpang
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar
Jangan Abaikan! KAI Divre II Sumbar Ingatkan Risiko Fatal di Perlintasan Sebidang
Jangan Abaikan! KAI Divre II Sumbar Ingatkan Risiko Fatal di Perlintasan Sebidang
KA Lembah Anai Diserbu Penumpang, Okupansi Tembus 120 Persen Saat Libur Paskah
KA Lembah Anai Diserbu Penumpang, Okupansi Tembus 120 Persen Saat Libur Paskah