Juara Piala Dunia 2026, Ini Statistik Fantastis Spanyol yang Sulit Ditandingi

Sumbardaily.com – Spanyol tidak hanya mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan trofi juara. La Roja juga meninggalkan jejak sejarah melalui sederet statistik impresif yang memperlihatkan dominasi mereka sepanjang turnamen. Mulai dari rekor operan Rodri, ketangguhan lini belakang Unai Simon, hingga aksi memukau Lamine Yamal, perjalanan Spanyol menuju gelar dunia dipenuhi pencapaian yang memecahkan rekor.

Kesuksesan Spanyol di turnamen ini tidak lahir secara instan. Statistik menunjukkan bagaimana tim tersebut tampil konsisten di setiap lini, baik dalam penguasaan bola, pertahanan, kreativitas serangan, hingga efektivitas mencetak gol. Berikut deretan angka yang menggambarkan dominasi La Roja sepanjang Piala Dunia 2026.

Rodri Pecahkan Rekornya Sendiri dengan 790 Operan

Salah satu pencapaian paling menonjol datang dari Rodri. Gelandang Spanyol itu mencatatkan 790 operan, jumlah terbanyak yang pernah dibukukan seorang pemain dalam sejarah Piala Dunia.

Catatan tersebut melampaui rekor yang sebelumnya juga ia pegang saat Piala Dunia Qatar 2022, ketika mencatatkan 638 operan sukses. Pada edisi tersebut, Rodri memecahkan rekor lama milik Xavi yang mengoleksi 599 operan di Piala Dunia Afrika Selatan 2010.

Di Piala Dunia 2026, Rodri juga unggul jauh dari para pesaing terdekatnya. Pau Cubarsi membukukan 668 operan, sedangkan Aymeric Laporte mencatat 618 operan.

Marc Cucurella dan Pau Cubarsi Bermain Penuh

Konsistensi lini belakang Spanyol juga tercermin dari durasi bermain para pemainnya.

Marc Cucurella dan Pau Cubarsi masing-masing tampil selama 750 menit, jumlah menit bermain terbanyak bagi pemain lapangan sepanjang turnamen. Catatan tersebut setara dengan gelandang Argentina, Alexis Mac Allister.

Oyarzabal Jadi Pemain Paling Agresif Menekan Lawan

Di sektor tekanan terhadap lawan, Mikel Oyarzabal menjadi pemain yang paling menonjol.

Penyerang berusia 29 tahun itu memaksa lawan kehilangan bola sebanyak 58 kali, lebih banyak dibanding pemain mana pun di Piala Dunia 2026.

Di belakangnya terdapat Pedri dan Neil El Aynaoui dari Maroko yang sama-sama mencatat 51 turnover hasil tekanan.

Sementara itu, Dani Olmo menjadi pemain dengan intensitas tekanan pertahanan tertinggi sepanjang turnamen setelah melakukan 305 tekanan kepada lawan.

Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut Menjadi 38 Laga

Keberhasilan Spanyol meraih kemenangan di Stadion New York New Jersey pada laga final juga memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 38 pertandingan.

Rekor tersebut menjadi yang terbaik dalam sejarah sepak bola internasional putra.

Sejak menelan kekalahan 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, Spanyol berhasil mencatat 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang.

Catatan tersebut melampaui rekor Italia yang pernah tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan sepanjang periode 2018 hingga 2021.

Lamine Yamal Rajai Statistik Dribel

Performa Lamine Yamal kembali menjadi sorotan sepanjang turnamen. Pemain muda Spanyol itu sukses mencatat 35 dribel berhasil, tertinggi dibanding seluruh pemain lainnya.

Yamal mengungguli Kylian Mbappe dari Prancis yang mencatat 28 dribel, Lionel Messi dari Argentina (25), Vinicius Junior dari Brasil (23) dan Jeremy Doku dari Belgia (21).

Meski demikian, rekor dribel terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia masih menjadi milik Diego Maradona dengan 53 dribel pada Meksiko 1986. Sementara Lionel Messi masih memegang rekor terbanyak di abad ke-21 dengan 46 dribel pada Brasil 2014.

Lamine Yamal Masuk Daftar Juara Dunia Termuda

Kesuksesan Spanyol juga mengantarkan Lamine Yamal masuk dalam daftar pemain termuda yang pernah menjuarai Piala Dunia.

Pada usia 19 tahun enam hari, Yamal menjadi pemain termuda keempat yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia.

Di atasnya hanya ada Giuseppe Bergomi dari Italia yang menjadi juara saat berusia 18 tahun, serta Pele dan Ronaldo dari Brasil yang meraih gelar ketika masih berusia 17 tahun.

Sementara itu, Pau Cubarsi yang berusia 19 tahun 178 hari berada di posisi ketujuh daftar tersebut, tepat satu tingkat di atas Kylian Mbappe.

Spanyol Cetak Rekor Gol Baru

Produktivitas lini depan Spanyol juga meningkat signifikan. La Roja mencetak 14 gol sepanjang putaran final Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut dua gol lebih banyak dibanding rekor terbaik Spanyol sebelumnya yang dicetak Emilio Butragueno pada Piala Dunia 1986.

Tak hanya itu, torehan tersebut juga enam gol lebih banyak dibanding ketika Spanyol menjadi juara dunia pada tahun 2010.

Juara dengan Tujuh Kemenangan Beruntun

Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah membukukan tujuh kemenangan berturut-turut.

Dalam sejarah Piala Dunia, hanya Brasil yang memiliki catatan lebih baik dengan 11 kemenangan beruntun yang berlangsung dari edisi 2002 hingga 2006.

Unai Simon Ukir Rekor Baru di Bawah Mistar

Kontribusi besar juga diberikan penjaga gawang Unai Simon.

Ia membukukan tujuh clean sheet dalam delapan pertandingan, jumlah terbanyak yang pernah dicatatkan seorang kiper dalam satu edisi Piala Dunia.

Rekor sebelumnya adalah lima clean sheet yang pernah dicapai Jan Jongbloed (Belanda), Walter Zenga (Italia), Taffarel (Brasil), Fabien Barthez (Prancis), Oliver Kahn (Jerman), Gianluigi Buffon (Italia), serta Iker Casillas (Spanyol).

Simon juga mencatat rekor baru tidak kebobolan selama 650 menit di Piala Dunia. Rekor itu baru berakhir ketika gawangnya dibobol Charles De Ketelaere dari Belgia pada babak perempat final.

Catatan tersebut melewati rekor lama Walter Zenga yang bertahan di angka 517 menit.

Oyarzabal Samai Rekor Legenda Spanyol

Di lini depan, Mikel Oyarzabal menutup turnamen dengan lima gol.

Jumlah tersebut menyamai rekor pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia yang sebelumnya dipegang Emilio Butragueno pada Meksiko 1986 dan kemudian disamai David Villa di Afrika Selatan 2010.

Ferran Torres Catat Rekor di Final

Gol kemenangan Ferran Torres pada partai puncak juga menghadirkan catatan sejarah tersendiri.

Pemain asal Valencia itu menjadi pemain pengganti kedua yang berhasil mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia setelah Mario Gotze bersama Jerman pada tahun 2014.

Secara keseluruhan, Ferran Torres menjadi pemain kelima yang masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol di final Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian serupa dibukukan Dick Nanninga (Belanda), Alessandro Altobelli (Italia), Rudi Voller (Jerman Barat), dan Mario Gotze.

Menariknya, empat dari lima pemain tersebut mencetak gol ke gawang Argentina.

Hanya Kebobolan Satu Gol Sepanjang Turnamen

Dominasi Spanyol semakin lengkap berkat kokohnya lini pertahanan.

Sepanjang perjalanan menuju gelar Juara Piala Dunia 2026, La Roja hanya kebobolan satu gol.

Catatan tersebut menjadi rekor baru sebagai jumlah kebobolan paling sedikit dalam satu kampanye juara Piala Dunia.

Sebelumnya, rekor terbaik dipegang bersama oleh Prancis pada 1998, Italia pada 2002, dan Spanyol pada 2010 yang masing-masing kebobolan dua gol.

Dengan dominasi statistik di hampir seluruh aspek permainan, mulai dari penguasaan bola, efektivitas menyerang, disiplin bertahan, hingga performa individu para pemain, Spanyol menutup Piala Dunia 2026 bukan hanya sebagai juara, tetapi juga sebagai tim yang menciptakan banyak rekor baru dalam sejarah turnamen. (*)

Baca Juga

Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Scaloni: Spanyol Memang Tim yang Lebih Baik
Argentina Gagal Juara Piala Dunia 2026, Scaloni: Spanyol Memang Tim yang Lebih Baik
Jelang Spanyol vs Argentina, de la Fuente Bicara Soal Messi dan Yamal
Jelang Spanyol vs Argentina, de la Fuente Bicara Soal Messi dan Yamal
Argentina vs Spanyol: Lionel Scaloni Percaya Skuadnya Siap Ukir Sejarah Baru
Argentina vs Spanyol: Lionel Scaloni Percaya Skuadnya Siap Ukir Sejarah Baru
Membedah Statistik Spanyol vs Argentina: Siapa Lebih Layak Juara Piala Dunia 2026?
Membedah Statistik Spanyol vs Argentina: Siapa Lebih Layak Juara Piala Dunia 2026?
De la Fuente, Arsitek di Balik Laju Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
De la Fuente, Arsitek di Balik Laju Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Argentina Singkirkan Inggris Lewat Comeback Dramatis, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Argentina Singkirkan Inggris Lewat Comeback Dramatis, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026