Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menetapkan Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 sebagai acara utama atau main event dalam rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357. Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sebuah ajang olahraga berskala besar.
Penetapan BOM Run 2026 sebagai agenda utama HJK Padang ke-357 diumumkan dalam konferensi pers yang berlangsung di Emado's Padang. Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, Pemko Padang berharap momentum perayaan hari jadi kota tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sekretaris BOM Run 2026, Adril Syukri, mengatakan bahwa penyelenggaraan ajang lari tersebut dirancang untuk memperlihatkan wajah Kota Padang sebagai daerah yang ramah terhadap wisatawan sekaligus siap menyambut peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, BOM Run tahun ini memiliki arti penting karena menjadi bagian utama dari seluruh rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357. Oleh sebab itu, panitia ingin memastikan kegiatan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
"BOM Run tahun ini menjadi main event dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang yang ke-357. Kami ingin memastikan event ini menjadi milik seluruh warga Kota Padang. Wajah yang kami tampilkan adalah wajah Kota Padang yang ramah, indah, dan siap menggerakkan seluruh potensi ekonomi daerah," ujar Adril, dikutip Jumat (10/7/2026).
Dari sisi antusiasme peserta, jumlah pendaftar terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data kepesertaan, hingga saat konferensi pers digelar tercatat 3.150 peserta telah mendaftarkan diri dari target keseluruhan 3.500 pelari.
Sebagian besar peserta berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) dengan persentase 69,55 persen. Selanjutnya disusul peserta dari Riau sebesar 11 persen, Sumatera Utara sebanyak 5,83 persen, serta sejumlah provinsi lainnya. Panitia juga menginformasikan bahwa masa pendaftaran secara resmi akan berakhir pada Jumat (10/7/2026).
Adril menilai tingginya minat peserta menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal. Menurutnya, para pelari yang datang ke Kota Padang tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga berpotensi menikmati berbagai kuliner khas Minangkabau dan destinasi wisata yang tersedia.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah telah menyediakan booth komersial bagi para pelaku UMKM di kawasan pusat kegiatan sehingga mereka dapat memasarkan berbagai produk kepada peserta maupun pengunjung.
"Kami meng-create bagaimana caranya para pelari bisa mendapatkan pengalaman berolahraga sekaligus berwisata dalam satu hari penuh di Kota Padang. Ini sejalan dengan komitmen Wali Kota untuk menggerakkan seluruh potensi ekonomi yang ada," kata Adril.
Sementara itu, Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah dipersiapkan dengan matang. Berbagai perlengkapan lomba yang akan diterima peserta juga mulai diperkenalkan kepada publik dalam kesempatan tersebut.
Revdi menjelaskan bahwa panitia telah menyiapkan jersey resmi dengan berbagai ukuran, medali, nomor dada (BIB), hingga seluruh perlengkapan pendukung yang akan digunakan pada hari pelaksanaan.
"Kita memperkenalkan jersey resmi yang akan kita pakai, berbagai macam ukuran dan jenisnya. Kami juga memperkenalkan jersey, medali, BIB (nomor dada), dan semua pernak-pernik yang akan digunakan pada puncak acara nanti. Semoga ini menjadi awal menuju suksesnya BOM Run dan suksesnya HJK Padang," ujar Revdi.
Dukungan terhadap penyelenggaraan BOM Run 2026 juga datang dari Wakil Ketua TP-PKK Kota Padang sekaligus perwakilan IKASMAN 3, Sri Hayati. Ia mengapresiasi meningkatnya jumlah peserta dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Menurut Sri Hayati, lonjakan peserta tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara panitia dan Pemko Padang. Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat ikut berpartisipasi sehingga penyelenggaraan tahun ini semakin sukses.
"Alhamdulillah, dari tahun 2025 sudah jauh lumayan yang ikut mendaftar. Kami berharap melalui panitia HJK, seluruh OPD (Dinas) dapat segera mendaftar karena kegiatan ini didukung penuh Pemko Padang. Ini merupakan suatu apresiasi luar biasa, dua tahun ini kegiatan kita IKASMAN 3 didukung oleh Pemko Padang. Dan kita terus menjadikan kegiatan ini agenda rutin dan masuk agenda nasional, mudah-mudahan jadi internasional ke depannya," jelas Sri Hayati.
Di sisi lain, Ketua Umum Pelaksana Hari Jadi Kota Padang ke-357, Corri Saidan, menegaskan bahwa BOM Run 2026 selaras dengan tema besar HJK tahun ini, yakni "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City".
Tema tersebut menjadi bentuk konsistensi Pemko Padang dalam mendorong pengakuan internasional terhadap Kota Padang sebagai kota gastronomi yang diakui oleh UNESCO.
"Untuk tahun 2026, tema Hari Jadi Kota Padang itu adalah 'Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City'. Ini salah satu bentuk konsistensi dan komitmen kita untuk mewujudkan Padang menjadi kota gastronomi, mendapat predikat atau pengakuan dari dunia yakni UNESCO," ujar Corri.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Padang telah menginstruksikan seluruh dinas, OPD, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi aktif menyukseskan seluruh rangkaian Hari Jadi Kota Padang yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2026.
Corri turut menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja sejak awal Januari dalam mempersiapkan penyelenggaraan BOM Run.
"Atas nama Pemko Padang, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia BOM Run yang sudah sejak awal Januari sampai saat ini tidak bosan-bosannya untuk mempersiapkan kegiatan. Kami berharap seluruh rangkaian acara dari tanggal 7 hingga 9 Agustus ini betul-betul bisa dilaksanakan dengan sukses," tambahnya.
Pada pelaksanaan nanti, BOM Run 2026 akan menghadirkan lintasan yang aman, terukur, dan melewati sejumlah ikon wisata Kota Padang. Titik start dan finish dipusatkan di kawasan Pantai Purus Danau Cimpago pada Minggu (9/7/2026).
Sepanjang rute, peserta akan melintasi berbagai destinasi unggulan seperti Jembatan Siti Nurbaya, Masjid Al-Hakim, Gunung Padang, Bukit Gado-Gado, Pantai Air Manis, kawasan Klenteng, hingga kawasan bersejarah Kota Tua.
Tidak hanya menghadirkan kompetisi lari, kemeriahan BOM Run 2026 juga akan berpadu dengan berbagai agenda budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357. Sejumlah kegiatan yang telah disiapkan meliputi pawai telong-telong, gowes massal, festival selaju sampan, prosesi makan bajamba, serta pameran produk lokal unggulan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemko Padang berharap Hari Jadi Kota Padang ke-357 tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sektor pariwisata, memperluas promosi kuliner khas Minangkabau, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Padang. (*)
















