Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Sumbar Lakukan Evakuasi Dramatis

Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Sumbar Lakukan Evakuasi Dramatis

Ilustrasi Harimau Sumatera (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com - Upaya penyelamatan satwa liar kembali dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar). Seekor Harimau Sumatera berhasil dievakuasi setelah masuk ke kandang jebak yang dipasang petugas di kawasan Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/2026).

Proses evakuasi Harimau Sumatera tersebut berlangsung dramatis karena petugas harus membawa satwa dilindungi itu sejauh sekitar 200 meter menuju kawasan permukiman setelah lebih dulu diberikan obat bius. Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Pagari, Polsek Palupuh, Koramil Lubuk Basung, serta dibantu masyarakat setempat.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan proses evakuasi dimulai pada Jumat siang dan selesai sekitar pukul 15.00 WIB.

“Evakuasi kita lakukan setelah diberi bius dan dibawa menggunakan kain sarung menuju pemukiman dengan jarak sekitar 200 meter. Evakuasi dimulai pada Jumat siang dan selesai sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Ade Putra, dalam keterangannya dikutip Sabtu (23/5/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, harimau sumatera tersebut langsung dibawa menuju Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar di Koto Bukittinggi. Satwa liar itu akan menjalani observasi kesehatan sebelum diputuskan langkah penanganan berikutnya.

Ade menjelaskan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi harimau dalam keadaan sehat, maka satwa tersebut akan segera ditranslokasi ke lokasi yang dinilai lebih aman dan jauh dari aktivitas masyarakat.

“Sesampai di kantor, harimau bakal dilakukan observasi dan apabila sehat maka langsung ditranslokasi ke lokasi lebih aman,” ujarnya.

BKSDA Sumbar juga masih menempatkan personel di sekitar lokasi penemuan kandang jebak. Langkah tersebut dilakukan karena petugas mendeteksi kemungkinan masih ada individu harimau lain di kawasan tersebut.

“Penanganan tersebut dilakukan beberapa hari ke depan di lokasi tersebut,” katanya.

Kandang jebak yang berhasil menangkap Harimau Sumatera itu sebelumnya telah dipasang sejak Rabu (20/5/2026). Pemasangan dilakukan oleh BKSDA Sumbar bersama Pagari dan masyarakat sebagai bagian dari upaya Penyelamatan Satwa Liar sekaligus menjaga keselamatan warga.

Satwa tersebut baru diketahui masuk perangkap pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB saat petugas melakukan pengecekan rutin ke lokasi. Dalam perjalanan menuju kandang jebak, tim menemukan banyak jejak kaki harimau di sekitar area hutan dan perkebunan warga.

“Sesampai kami di kandang jebak, pintu sudah tertutup dan ada satu individu harimau di dalam kandang dengan usia di bawah dua tahun,” ujar Ade Putra.

Berdasarkan rekaman kamera trap atau kamera jebak, harimau itu diketahui telah masuk perangkap pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Harimau yang berhasil dievakuasi tersebut merupakan satwa yang sebelumnya dilaporkan beberapa kali menampakkan diri di wilayah Kecamatan Palembayan, Matur, dan Palupuh. Kemunculan satwa dilindungi itu sempat membuat warga khawatir karena beberapa kali terlihat berada dekat area sawah dan kebun masyarakat.

Bahkan, harimau tersebut dilaporkan sempat berpapasan langsung dengan warga yang tengah beraktivitas di lahan pertanian mereka.

Menurut Ade Putra, berbagai langkah penanganan sebenarnya telah dilakukan sebelumnya oleh BKSDA Sumbar bersama pihak terkait. Namun, evakuasi melalui kandang jebak akhirnya dipilih sebagai langkah terakhir demi menjaga keselamatan manusia maupun satwa liar tersebut.

“Kita sudah melakukan penanganan beberapa kali dan evakuasi ini merupakan opsi terakhir agar satwa selamat dan masyarakat aman,” katanya.

Langkah Evakuasi Harimau Sumatera yang dilakukan BKSDA Sumbar di Agam ini menjadi bagian penting dalam upaya konservasi dan Penyelamatan Satwa Liar yang hidup berdampingan dengan masyarakat di wilayah sekitar hutan.

Selain menjaga populasi Harimau Sumatera yang dilindungi, proses ini juga dilakukan untuk meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan tersebut. (*)

Baca Juga

Nenek 102 Tahun Hilang di Ladang Lubuk Basung Agam Ditemukan, Begini Kondisinya
Nenek 102 Tahun Hilang di Ladang Lubuk Basung Agam Ditemukan, Begini Kondisinya
Korban Dugaan Penyekapan di Myanmar Kini di Batam, Pemkab Agam Siapkan Pemulangan
Korban Dugaan Penyekapan di Myanmar Kini di Batam, Pemkab Agam Siapkan Pemulangan
Solok Selatan Siapkan Ruang Khusus Anak di Seluruh Kantor OPD Mulai 2027
Solok Selatan Siapkan Ruang Khusus Anak di Seluruh Kantor OPD Mulai 2027
Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga pemuda yang sempat hilang kontak di kawasan Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kota Padang, pada Senin (6/7/2026) dini hari.
Sempat Putus Kontak Sejak Malam, Tiga Pemuda di Sungai Bangek Padang Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan truk CPO yang masuk ke jurang sedalam sekitar 80 meter di Panorama Sitinjau Lauik, Kota Padang, pada operasi penyelamatan yang berlangsung malam hari.
Korban Truk CPO Masuk Jurang di Sitinjau Lauik Berhasil Dievakuasi, Ditemukan Meninggal
Agam Kembangkan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid, Perkuat Ekonomi dan Digitalisasi Nagari
Agam Kembangkan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid, Perkuat Ekonomi dan Digitalisasi Nagari