Sumbardaily.com - Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap perubahan iklim dan tingginya emisi karbon dari sektor transportasi, transportasi massal berbasis rel mulai menunjukkan peran strategisnya sebagai solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Di Sumatera Barat (Sumbar), pergeseran pilihan masyarakat menuju kereta api ternyata bukan hanya berdampak pada kemudahan perjalanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya dekarbonisasi sektor transportasi.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni menjadi pengingat bahwa sektor transportasi memiliki tanggung jawab besar dalam menekan emisi gas rumah kaca.
Dalam konteks tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transportasi massal rendah emisi sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penyediaan layanan transportasi massal berbasis rel, pemanfaatan energi baru terbarukan, hingga pelaksanaan program efisiensi energi di lingkungan operasional perusahaan.
Sebagai moda transportasi massal, kereta api dinilai memiliki keunggulan yang sulit ditandingi kendaraan pribadi dalam aspek efisiensi energi dan dampak lingkungan.
Dalam satu perjalanan, kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan tingkat konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Keunggulan tersebut tercermin dari tingkat emisi karbon yang dihasilkan. Secara rata-rata, emisi kereta api berada pada kisaran 30 hingga 40 gram CO₂ per penumpang per kilometer.
Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi yang dapat menghasilkan emisi sekitar 150 hingga 200 gram CO₂ per penumpang per kilometer.
Perbedaan tersebut membuat kereta api mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 75 persen dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Efisiensi ini menjadikan transportasi berbasis rel sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional.
Besarnya kontribusi transportasi massal terhadap lingkungan juga terlihat dari tingginya tingkat penggunaan layanan kereta api di Sumbar.
Sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026, KAI Divre II Sumbar telah melayani sebanyak 2.891.915 pelanggan.
Jumlah tersebut tidak hanya menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga berdampak langsung terhadap pengurangan emisi karbon.
Berdasarkan estimasi perusahaan, penggunaan kereta api oleh hampir 2,9 juta pelanggan tersebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga sekitar 10 ribu ton CO₂ dibandingkan apabila perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.
Capaian itu menjadi bukti bahwa kereta api kini tidak lagi dipandang hanya sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Lebih dari itu, keberadaan transportasi berbasis rel telah menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi di sektor transportasi.
Komitmen KAI Divre II Sumbar terhadap keberlanjutan lingkungan juga diwujudkan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang sejak Desember 2024.
PLTS tersebut memiliki kapasitas terpasang sebesar 40,7 kWp dan menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.
Pemanfaatan energi surya tersebut sekaligus mendukung proses transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Langkah hijau itu tidak berhenti di Stasiun Padang. KAI Divre II Sumbar juga tengah mempersiapkan pengembangan pemanfaatan PLTS di Depo dan Kantor Divre II Sumbar serta Mess KAI Padang.
Rencana tersebut menjadi bagian dari perluasan penggunaan energi baru terbarukan di berbagai fasilitas kerja perusahaan.
Dari sisi lingkungan, keberadaan PLTS memberikan dampak yang cukup signifikan. Pemanfaatan energi surya tersebut memiliki manfaat yang setara dengan penanaman sekitar 570 pohon dan berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 366 ton CO₂ setiap tahun.
Selain memberikan manfaat ekologis, penggunaan energi surya juga berkontribusi terhadap efisiensi operasional perusahaan melalui pengurangan konsumsi listrik yang berasal dari sumber energi konvensional.
Upaya menciptakan budaya kerja yang lebih ramah lingkungan juga dilakukan melalui pelaksanaan program Green Movement. Salah satu implementasinya adalah kebijakan Green Transportation Day yang diterapkan setiap hari Kamis.
Melalui program tersebut, seluruh pekerja didorong untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan saat berangkat maupun pulang kerja.
Pilihan transportasi yang dianjurkan meliputi kereta api, angkutan umum, sepeda, maupun berjalan kaki.
Tidak hanya fokus pada energi terbarukan dan perubahan perilaku, KAI Divre II Sumbar juga menjalankan berbagai langkah efisiensi energi lainnya.
Beberapa di antaranya melalui penggunaan lampu LED hemat energi pada fasilitas operasional, pengaturan konsumsi daya listrik secara lebih efektif, serta peningkatan efisiensi operasional perjalanan kereta api guna mendukung penghematan penggunaan bahan bakar.
Berbagai langkah tersebut selaras dengan arah kebijakan nasional yang mendorong dekarbonisasi sektor transportasi.
Dalam kebijakan tersebut, penguatan transportasi publik berbasis rel menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan sistem transportasi yang rendah emisi, memiliki daya saing tinggi, dan berkelanjutan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran transportasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Transportasi berbasis rel merupakan salah satu solusi mobilitas berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi hijau, serta penerapan berbagai program keberlanjutan lainnya, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terwujudnya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Ke depan, KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus memperkuat transformasi hijau di sektor transportasi melalui peningkatan layanan yang semakin efisien, modern, aman, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
Di saat kebutuhan mobilitas masyarakat terus meningkat, pengembangan transportasi massal rendah emisi dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kebutuhan transportasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan hampir tiga juta pelanggan yang telah dilayani dalam kurun waktu satu tahun lebih, KAI Divre II Sumbar menunjukkan bahwa transportasi massal tidak hanya mampu menghubungkan berbagai wilayah di Sumbar, tetapi juga berpotensi menjadi garda depan dalam menekan emisi karbon dan mempercepat agenda dekarbonisasi sektor transportasi nasional. (*)
















