Sumbardaily.com, Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh kepala daerah memperketat pengawasan terhadap usaha jasa penginapan setelah insiden yang menimpa pasangan suami istri Cindy Desta Nanda (28) dan Gilang Kurniawan (28) di kawasan Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Keduanya diduga terpapar gas karbon monoksida saat berbulan madu di tenda glamping, Kamis (9/10/2025).
Dalam keterangannya di Padang, Senin (13/10/2025), Mahyeldi menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang merenggut nyawa Cindy. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Mahyeldi.
Pengawasan Penginapan Harus Diperketat
Mahyeldi menegaskan bahwa peristiwa di Alahan Panjang harus menjadi peringatan serius bagi seluruh bupati dan wali kota di Sumbar untuk meninjau kembali sistem pengawasan terhadap usaha penginapan, baik hotel, wisma, homestay, maupun tenda glamping yang bersifat komersial.
Menurutnya, aspek keselamatan pengunjung wajib menjadi prioritas utama sebelum perizinan usaha diterbitkan. Ia menekankan, setiap pelaku usaha pariwisata harus memenuhi standar keamanan, perizinan, dan kelayakan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini penting menjadi perhatian seluruh kepala daerah. Setiap usaha penginapan harus benar-benar memenuhi standar keamanan dan perizinan sesuai aturan. Keselamatan pengunjung adalah hal utama,” tegasnya.
Mahyeldi menyebutkan, dirinya baru memperoleh informasi tentang insiden tersebut dari pemberitaan media massa. Ia kini menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Solok agar Pemerintah Provinsi dapat melakukan kajian menyeluruh dan menyiapkan langkah pencegahan di masa mendatang.
“Kita memang baru mengetahui dari media. Disebutkan sementara penyebabnya karena paparan gas dari pemanas air. Namun tentu, kita menunggu laporan lengkap dari Bupati agar bisa dikaji secara menyeluruh dan dicarikan langkah pencegahannya ke depan,” jelasnya.
Evaluasi Keamanan Wisata
Mahyeldi menegaskan, kejadian di Lakeside Alahan Panjang menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi sistem keamanan dan keselamatan wisatawan di Sumbar. Ia menilai, tata kelola penginapan yang baik akan berdampak langsung terhadap kepercayaan wisatawan serta citra destinasi wisata daerah.
“Sumbar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Karena itu, seluruh pelaku usaha pariwisata, termasuk penginapan, wajib menjadikan keamanan dan keselamatan tamu sebagai prioritas. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi berkomitmen memperkuat tata kelola pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Langkah itu dilakukan melalui pengawasan terpadu, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, asosiasi industri, serta masyarakat sekitar destinasi wisata.
Peringatan bagi Pelaku Usaha Wisata
Peristiwa di Alahan Panjang menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku usaha wisata di Sumbar agar tidak mengabaikan aspek keselamatan pengunjung. Pemerintah menilai, pengawasan terhadap fasilitas wisata, terutama yang melibatkan peralatan berisiko tinggi seperti pemanas air dan generator listrik, harus dilakukan secara berkala.
“Kita ingin setiap destinasi wisata di Sumbar tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga aman bagi siapa pun yang berkunjung,” ujar Mahyeldi.
Ia juga menekankan agar setiap daerah segera melakukan inventarisasi dan inspeksi terhadap seluruh unit penginapan yang beroperasi, termasuk tenda glamping yang semakin digemari wisatawan muda.
Kronologi Insiden
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden di Glamping Lakeside Alahan Panjang terjadi pada Kamis (9/10/2025). Dalam peristiwa tersebut, seorang wanita bernama Cindy Desta Nanda (28) dilaporkan meninggal dunia, sementara suaminya, Gilang Kurniawan (28), masih menjalani perawatan medis intensif akibat dugaan paparan gas karbon monoksida dari pemanas air di dalam tenda.
Dalam kasus ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan mendalami dugaan kelalaian pihak pengelola Glamping Lakeside Alahan Panjang. (red)
















