Gempa Bumi Dangkal Guncang Mentawai, Getaran Terasa hingga Padang

Gempa Bumi Dangkal Guncang Mentawai, Getaran Terasa hingga Padang

Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Freepik)

Sumbardaily.com, Padang - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin pagi (2/1/2026) pagi. Getaran gempa tersebut terasa hingga sampai ke Kota Padang dan sekitarnya.

Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar masyarakat memulai aktivitas pagi hari dan sempat dirasakan di sejumlah daerah di pesisir barat Sumbar.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 05.20.42 WIB.

Hasil analisis menunjukkan pusat gempa berada di koordinat 1,17 derajat Lintang Selatan dan 99,71 derajat Bujur Timur. Episenter gempa terletak di laut dengan jarak sekitar 77 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat, pada kedalaman 23 kilometer.

"Karakteristik lokasi dan kedalaman pusat gempa menunjukkan bahwa peristiwa ini termasuk gempa bumi dangkal. Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai, salah satu zona tektonik aktif di wilayah barat Sumatera yang kerap memicu gempa bumi," Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi.

Guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah, antara lain Kota Padang, Kota Pariaman, Lubuk Basung, serta Kepulauan Mentawai dengan intensitas II hingga III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada tingkat tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang dan cukup nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi kendaraan berat yang melintas. Sejumlah benda ringan yang digantung dilaporkan bergoyang akibat getaran tersebut.

Meski dirasakan di berbagai wilayah, hingga Senin pagi belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bumi ini.

BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap tenang.

Selain itu, hingga pukul 05.45.42 WIB pada hari yang sama, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Kondisi ini menjadi indikator awal bahwa pelepasan energi gempa berlangsung relatif stabil.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Ia juga mengingatkan pentingnya mengakses informasi kebencanaan hanya dari sumber resmi BMKG.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi yakni Instagram/Twitter (@infoBMKG), Website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), Telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps IOS dan Android (wrs-bmkg atau infobmkg),” ujar Suaidi Ahadi.

BMKG menegaskan, masyarakat di wilayah rawan gempa di Sumbar diharapkan selalu meningkatkan kesiapsiagaan, memahami langkah-langkah mitigasi bencana, serta tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat di Kota Padang, Ayu (38) mengatakan, dirinya sangat merasakan gempa tersebut, terlebih dirinya hendak melaksanakan ibadah salat subuh.

"Saya fikir, saya keliyengan karena kurang tidur, namun ternyata memang gempa. Dan kebetulan jendela juga sampai bergetar," imbuh warga Marapalam, Kecamatan Padang Timur tersebut. (adl)

Baca Juga

Prakiraan Hujan Agustus 2026, BMKG Beberkan Prediksi Curah Hujan untuk Wilayah Sumbar
Prakiraan Hujan Agustus 2026, BMKG Beberkan Prediksi Curah Hujan untuk Wilayah Sumbar
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan
BMKG Ungkap Dampak El Nino 2026, Risiko Karhutla Meluas hingga Sumatera dan Kalimantan
BMKG Ungkap Dampak El Nino 2026, Risiko Karhutla Meluas hingga Sumatera dan Kalimantan
Cuaca Sumbar Akhir Juli 2026, BMKG Ungkap Daerah Berpotensi Hujan Rendah dan Menengah
Cuaca Sumbar Akhir Juli 2026, BMKG Ungkap Daerah Berpotensi Hujan Rendah dan Menengah
El Nino Menguat, Sumbar Masih Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga 23 Juli
El Nino Menguat, Sumbar Masih Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga 23 Juli
El Nino Kian Menguat, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Dilanda Kemarau
El Nino Kian Menguat, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Dilanda Kemarau