Sumbardaily.com, Padang - Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Kelurahan Lubuk Minturun, Padang, Wali Kota Padang, Fadly Amran untuk menegaskan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj melalui program Smart Surau sebagai upaya memperkuat keimanan, akhlak, dan pembinaan karakter generasi muda.
Wali Kota Padang yang didampingi Wakil Wali Kota (Wawako) Maigus Nasir, hadir langsung dalam kegiatan yang digelar pada Minggu (18/1/2026) siang.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut menandai komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam menempatkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dalam sambutannya, Fadly Amran menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj tidak sekadar diperingati secara seremonial, melainkan perlu dimaknai sebagai pengingat pentingnya keimanan, ketakwaan, serta konsistensi dalam beribadah.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari, terutama oleh generasi muda.
“Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya ibadah, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Nilai-nilai inilah yang harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda melalui pendidikan keagamaan,” ujarnya.
Ia menilai pondok pesantren memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai benteng moral yang membentuk generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong penguatan program Smart Surau sebagai perluasan pembinaan keagamaan berbasis masjid dan musala.
Program ini dirancang untuk menghadirkan ruang edukasi dan pembinaan karakter yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menjawab tantangan pembinaan generasi muda di era modern.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa keberhasilan Smart Surau tidak dapat dilepaskan dari sinergi berbagai pihak.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, serta pengurus masjid dan musala dalam membangun ekosistem pembinaan keagamaan yang berkelanjutan sangat penting dan dibutuhkan," tutur Maigus. (red)
















