Sumbardaily.com - Sumatera Barat kedatangan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2026. Di tengah dominasi turis asal Malaysia, wisatawan Thailand justru mencatat lonjakan kunjungan paling tinggi dibandingkan negara lain dalam daftar 10 besar.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat sebanyak 10.217 kunjungan wisman masuk ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut melonjak 60,22 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 6.377 kunjungan.
Yang menarik, pertumbuhan paling tinggi dari 10 negara utama justru datang dari Thailand. Jumlah wisatawan asal negara tersebut mencapai 120 kunjungan pada Agustus 2026, meningkat 275 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 32 kunjungan.
"Pada Agustus 2026 wisman yang tercatat datang ke Sumatera Barat adalah sebanyak 10.217 kunjungan, atau naik 60,22 persen dari bulan sebelumnya yang berjumlah 6.377 kunjungan," tulis BPS Sumbar dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Agustus 2026, dikutip dari BPS Sumbar Selasa (6/10/2026).
Kenaikan kunjungan wisatawan Thailand tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan Agustus 2025. Saat itu, jumlah wisman Thailand yang datang ke Sumatera Barat hanya 18 kunjungan.
Artinya, dalam setahun jumlah kunjungan wisatawan Thailand meningkat 566,67 persen menjadi 120 kunjungan pada Agustus 2026. Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, wisatawan Thailand yang telah berkunjung ke Sumatera Barat mencapai 263 kunjungan.
Angka kumulatif tersebut meningkat 1,94 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025 yang berjumlah 258 kunjungan.
Malaysia Masih Paling Banyak
Meski Thailand mencatat pertumbuhan paling tinggi, Malaysia masih menjadi negara asal wisman yang paling banyak mengirim wisatawan ke Sumatera Barat.
Pada Agustus 2026, sebanyak 7.696 kunjungan wisatawan asal Malaysia tercatat masuk melalui BIM. Jumlah tersebut meningkat 43,83 persen dibandingkan Juli 2026 yang berjumlah 4.277 kunjungan.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, kunjungan wisatawan Malaysia juga naik 29,48 persen. Pada periode tersebut tercatat 5.944 kunjungan dari Malaysia.
Selama Januari-Agustus 2026, total kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 38.081 kunjungan. Namun, angka tersebut masih turun 13,12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 43.830 kunjungan.
Setelah Malaysia, Australia menjadi negara dengan jumlah kunjungan terbesar berikutnya. Wisatawan Australia tercatat sebanyak 458 kunjungan pada Agustus 2026, naik 25,82 persen dari 364 kunjungan pada Juli 2026.
Singapura berada di posisi berikutnya dengan 299 kunjungan. Angka tersebut meningkat 69,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 176 kunjungan.
Amerika Serikat tercatat menyumbang 141 kunjungan. Jumlah tersebut turun 4,08 persen dibandingkan Juli 2026, tetapi masih meningkat 21,55 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2025.
Thailand kemudian berada di urutan kelima dengan 120 kunjungan. Setelah itu terdapat Prancis dengan 98 kunjungan, Italia 87 kunjungan, Tiongkok 72 kunjungan, Spanyol 72 kunjungan, serta Selandia Baru 62 kunjungan.
Secara keseluruhan, 10.217 kunjungan wisman tercatat pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 24,35 persen dibandingkan Agustus 2025 yang berjumlah 8.216 kunjungan.
Namun, jika dihitung secara kumulatif Januari-Agustus 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 53.764 kunjungan. Angka itu masih turun 8,94 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025 yang mencapai 59.042 kunjungan.
BPS menjelaskan data wisman tersebut merupakan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui pintu imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau.
Wisnus ke Sumbar Capai 1,9 Juta Perjalanan
Selain mencatat perkembangan wisatawan mancanegara, BPS Sumbar juga mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).
Jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat selama Agustus 2026 mencapai 1.903.746 perjalanan. Angka ini turun 11,28 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 2.145.772 perjalanan.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, jumlah perjalanan wisnus pada Agustus 2026 masih meningkat 15,33 persen dibandingkan Agustus 2025.
Kota Padang menjadi daerah tujuan dengan jumlah perjalanan wisnus terbanyak, yakni 450.970 perjalanan. Setelah itu Kabupaten Agam mencapai 166.452 perjalanan dan Kabupaten Solok sebanyak 156.927 perjalanan.
Seluruh kabupaten/kota tujuan utama mengalami penurunan jumlah perjalanan dibandingkan Juli 2026. Penurunan terdalam terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 20,54 persen.
Berikutnya, penurunan terjadi di Kota Padang sebesar 14,32 persen, Kabupaten Pesisir Selatan 13,63 persen, Kabupaten Solok 13,13 persen, Kabupaten Tanah Datar 10,41 persen, dan Kabupaten Agam 10,21 persen.
Kabupaten Dharmasraya mencatat penurunan yang relatif lebih rendah, yakni 4,60 persen.
Jika dilihat secara kumulatif Januari-Agustus 2026, Kabupaten Dharmasraya justru menjadi wilayah dengan pertumbuhan perjalanan wisnus tujuan tertinggi dibandingkan periode yang sama 2025, yakni 23,41 persen.
Kabupaten Solok menyusul dengan pertumbuhan 10,91 persen dan Kabupaten Pesisir Selatan 5,12 persen. Sementara itu, Kota Padang menjadi satu-satunya wilayah dalam 10 besar tujuan yang mencatat penurunan secara kumulatif, yakni 0,10 persen.
Perjalanan Wisnus Asal Sumbar Turun
Dari sisi daerah asal, jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.760.204 perjalanan.
Jumlah tersebut turun 8,40 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 1.921.716 perjalanan. Namun, dibandingkan Agustus 2025, angka tersebut meningkat 8,44 persen.
Kota Padang menjadi daerah asal dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi, yakni 431.761 perjalanan.
Berbeda dengan daerah asal lainnya, Padang menjadi satu-satunya wilayah utama yang mencatat kenaikan dibandingkan Juli 2026, meski hanya 0,07 persen.
Penurunan terbesar terjadi pada perjalanan wisnus asal Kabupaten Pasaman Barat sebesar 20,28 persen. Kabupaten Pesisir Selatan menyusul dengan penurunan 19,10 persen dan Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar 10,63 persen.
Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, perjalanan wisnus asal kabupaten/kota di Sumatera Barat mencapai 14.416.943 perjalanan. Jumlah itu meningkat 0,70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kabupaten Sijunjung mencatat pertumbuhan kumulatif tertinggi di antara 10 daerah asal utama, yakni 22,04 persen. Kota Padang tumbuh 9,82 persen dan Kabupaten Tanah Datar 5,69 persen.
Sebaliknya, penurunan kumulatif terdalam terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 12,92 persen, Kabupaten Pesisir Selatan 11,58 persen, dan Kabupaten Solok 8,29 persen.
BPS mendefinisikan perjalanan wisnus sebagai perjalanan yang dilakukan penduduk Indonesia dari tempat tinggal biasanya menuju tempat di luar lingkungan sehari-hari di wilayah geografis Indonesia secara sukarela selama kurang dari 12 bulan dan bukan untuk bekerja atau bersekolah secara rutin.
Hunian Hotel Bintang 50,08 Persen
Pergerakan wisatawan tersebut juga tercermin dalam tingkat hunian hotel di Sumatera Barat.
Pada Agustus 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 50,08 persen. Angka tersebut turun 1,78 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang tercatat 16,87 persen atau turun 2,66 poin persentase dibandingkan Juli 2026.
BPS menjelaskan TPK merupakan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terpakai dengan jumlah malam kamar yang tersedia, yang dinyatakan dalam persentase.
Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang, angkanya mencapai 1,30 malam pada Agustus 2026. Capaian tersebut meningkat 0,07 malam dibandingkan bulan sebelumnya.
RLMT asing dan Indonesia digunakan untuk mengetahui berapa lama seorang tamu menginap di suatu akomodasi pada waktu tertentu.
Data perkembangan pariwisata tersebut merupakan kumpulan informasi dari berbagai aktivitas sektor pariwisata di Sumatera Barat. Di dalamnya mencakup kunjungan wisman, perjalanan wisnus tujuan Sumatera Barat, perjalanan wisnus asal Sumatera Barat, TPK hotel berbintang dan nonbintang, serta rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang.
Dengan lonjakan 275 persen dalam sebulan, Thailand menjadi salah satu angka yang mencuri perhatian dalam perkembangan pariwisata Sumatera Barat Agustus 2026. Sementara Malaysia tetap menjadi penyumbang wisman terbesar, peningkatan tajam dari Thailand menunjukkan adanya pertumbuhan kunjungan dari pasar wisatawan Asia Tenggara lainnya ke Sumatera Barat. (*)
















