Sumbardaily.com - Kota Padang dan Kabupaten Agam menjadi dua daerah tujuan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) terbanyak di Sumatera Barat selama Agustus 2026.
Dari total 1.903.746 perjalanan wisatawan lokal ke berbagai kabupaten dan kota di Sumbar, hampir seperempatnya tercatat menuju dua daerah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Kota Padang mencatat 450.970 perjalanan wisnus pada Agustus 2026. Angka itu menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Kabupaten Agam berada di posisi kedua dengan 166.452 perjalanan, disusul Kabupaten Solok dengan 156.927 perjalanan dan Kota Bukittinggi sebanyak 139.320 perjalanan.
Data tersebut menunjukkan Padang masih menjadi tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara di Sumatera Barat. Sementara Agam juga mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu daerah yang paling banyak dituju wisatawan lokal.
"Jumlah perjalanan wisnus tujuan kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Agustus 2026 mencapai 1.903.746 perjalanan," tulis keterangan BPS Sumbar dikutip Selasa (6/10/2026).
Jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, perjalanan wisnus tujuan kabupaten dan kota di Sumbar mencapai 2.145.772 perjalanan.
Dengan demikian, terjadi penurunan 11,28 persen secara bulanan. Meski demikian, jumlah perjalanan pada Agustus 2026 masih lebih tinggi 15,33 persen dibandingkan Agustus 2025.
Padang Jadi Tujuan Wisatawan Lokal Terbanyak
Padang menjadi daerah yang paling banyak menerima perjalanan wisnus selama Agustus 2026. Jumlahnya mencapai 450.970 perjalanan.
Posisi tersebut cukup jauh dibandingkan daerah tujuan lainnya. Agam yang berada di urutan kedua mencatat 166.452 perjalanan, sedangkan Kabupaten Solok berada di posisi ketiga dengan 156.927 perjalanan.
Setelah itu, Bukittinggi mencatat 139.320 perjalanan, Padang Pariaman 137.520 perjalanan, Lima Puluh Kota 125.150 perjalanan, Tanah Datar 109.280 perjalanan, Pesisir Selatan 93.880 perjalanan, Dharmasraya 73.810 perjalanan, dan Payakumbuh 68.200 perjalanan.
Jika dibandingkan dengan Juli 2026, seluruh kabupaten dan kota yang masuk dalam daftar tujuan utama tersebut mengalami penurunan perjalanan wisnus.
Penurunan paling dalam terjadi di Kota Bukittinggi yang mencapai 20,54 persen. Padang berada di urutan berikutnya dengan penurunan 14,32 persen, disusul Pesisir Selatan 13,63 persen.
Kabupaten Solok mengalami penurunan 13,13 persen, Tanah Datar 10,41 persen, dan Agam 10,21 persen. Sementara itu, Dharmasraya mencatat penurunan paling rendah di antara daerah tujuan utama, yakni 4,60 persen.
Namun, penurunan secara bulanan tersebut tidak berarti seluruh daerah mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif Januari hingga Agustus 2026, Dharmasraya justru mencatat pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 23,41 persen.
Kabupaten Solok menyusul dengan pertumbuhan 10,91 persen, kemudian Pesisir Selatan 5,12 persen. Padang menjadi satu-satunya wilayah dalam 10 besar tujuan perjalanan yang mengalami penurunan secara kumulatif, yakni 0,10 persen.
Wisman ke Sumbar Melonjak 60 Persen
Di tengah penurunan perjalanan wisatawan nusantara secara bulanan, sektor pariwisata Sumatera Barat justru mencatat lonjakan kedatangan wisatawan mancanegara.
Pada Agustus 2026, sebanyak 10.217 kunjungan wisatawan mancanegara tercatat masuk ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Jumlah tersebut naik 60,22 persen dibandingkan Juli 2026 yang hanya mencatat 6.377 kunjungan.
Malaysia menjadi negara asal wisman dengan jumlah kedatangan terbanyak. Tercatat 7.696 kunjungan wisman asal Malaysia selama Agustus 2026.
Australia berada di urutan berikutnya dengan 458 kunjungan, disusul Singapura 299 kunjungan, Amerika Serikat 141 kunjungan, Thailand 120 kunjungan, dan Prancis 98 kunjungan.
Selain jumlah kedatangan yang meningkat, Thailand mencatat pertumbuhan paling tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kunjungan wisman asal negara tersebut naik 275 persen, dari 32 kunjungan pada Juli menjadi 120 kunjungan pada Agustus 2026.
Secara tahunan, jumlah kunjungan wisman ke Sumbar pada Agustus 2026 juga meningkat 24,35 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencatat 8.216 kunjungan.
Meski demikian, secara kumulatif Januari-Agustus 2026, jumlah wisman mencapai 53.764 kunjungan. Angka itu masih turun 8,94 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025 yang mencapai 59.042 kunjungan.
Perjalanan Wisatawan Asal Sumbar Juga Turun
BPS juga mencatat jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat selama Agustus 2026 sebanyak 1.760.204 perjalanan.
Jumlah itu turun 8,40 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 1.921.716 perjalanan.
Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, perjalanan wisnus asal Sumbar justru meningkat 8,44 persen.
Kota Padang kembali menjadi daerah asal dengan jumlah perjalanan wisnus terbanyak. Pada Agustus 2026, tercatat 431.761 perjalanan berasal dari Padang.
Agam berada di urutan berikutnya dengan 186.010 perjalanan, kemudian Kabupaten Solok 117.290 perjalanan, Tanah Datar 114.650 perjalanan, Padang Pariaman 110.480 perjalanan, Lima Puluh Kota 104.190 perjalanan, Pesisir Selatan 81.870 perjalanan, Sijunjung 78.250 perjalanan, Dharmasraya 77.210 perjalanan, dan Pasaman Barat 77.130 perjalanan.
Dibandingkan Juli 2026, hampir seluruh daerah asal utama mengalami penurunan. Padang menjadi pengecualian karena masih mencatat kenaikan tipis 0,07 persen.
Penurunan paling dalam terjadi pada perjalanan yang berasal dari Pasaman Barat, yakni 20,28 persen. Berikutnya Pesisir Selatan turun 19,10 persen dan Lima Puluh Kota 10,63 persen.
Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, perjalanan wisnus asal kabupaten dan kota di Sumbar mencapai 14.416.943 perjalanan. Jumlah itu meningkat 0,70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sijunjung mencatat pertumbuhan tertinggi di antara 10 daerah asal utama, yakni 22,04 persen. Padang tumbuh 9,82 persen dan Tanah Datar 5,69 persen.
Sebaliknya, Dharmasraya mencatat penurunan terdalam sebesar 12,92 persen, disusul Pesisir Selatan 11,58 persen dan Kabupaten Solok 8,29 persen.
Hunian Hotel Bintang Tercatat 50,08 Persen
Aktivitas pariwisata Sumatera Barat pada Agustus 2026 juga terlihat dari tingkat penghunian kamar hotel.
BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar sebesar 50,08 persen. Angka tersebut turun 1,78 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang tercatat 16,87 persen atau turun 2,66 poin persentase dibandingkan Juli 2026.
Meski tingkat hunian hotel bintang turun, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) justru mengalami peningkatan. Pada Agustus 2026, RLMT tamu asing dan Indonesia di hotel berbintang mencapai 1,30 malam.
Angka tersebut naik 0,07 malam dibandingkan bulan sebelumnya.
BPS menjelaskan statistik pariwisata tersebut mencakup sejumlah indikator, mulai dari kunjungan wisatawan mancanegara melalui BIM, perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sumbar, perjalanan wisnus asal Sumbar, tingkat penghunian kamar hotel bintang dan nonbintang, hingga rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang.
"Perjalanan wisnus adalah bepergian/perjalanan yang dilakukan oleh penduduk Indonesia dari tempat tinggal biasanya ke tempat di luar lingkungan sehari-hari di wilayah geografis Indonesia secara sukarela selama kurang dari 12 bulan dan bukan bertujuan untuk bekerja atau sekolah secara rutin," tulis BPS Sumbar.
Adapun TPK merupakan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terpakai dengan jumlah malam kamar yang tersedia. Sementara RLMT digunakan untuk mengetahui berapa lama seorang tamu menginap di suatu akomodasi pada waktu tertentu.
Dengan data tersebut, Padang dan Agam menjadi dua daerah yang paling menonjol sebagai tujuan perjalanan wisatawan nusantara di Sumatera Barat selama Agustus 2026. Padang memimpin jauh dengan 450.970 perjalanan, sedangkan Agam berada di posisi kedua dengan 166.452 perjalanan.
Di sisi lain, lonjakan kunjungan wisman melalui BIM hingga 60,22 persen menjadi catatan lain dalam perkembangan pariwisata Sumatera Barat pada Agustus 2026. (*)
















