Sumbardaily.com - Performa kontingen Kota Padang mulai menunjukkan tajinya pada Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat 2026 (Porprov Sumbar).
Bukan hanya dari satu cabang olahraga, sejumlah nomor pertandingan mulai memperlihatkan hasil dari persiapan atlet yang dilakukan berbulan-bulan.
Di cabang olahraga balap sepeda, Kota Padang bahkan untuk sementara berada di posisi teratas klasemen perolehan medali. Sementara dari arena gulat, kontingen Padang mengawali pertandingan dengan torehan empat medali emas.
Di sisi lain, Muaythai yang baru memiliki kepengurusan baru tetap berani memasang target tinggi meski persiapannya relatif singkat.
Tiga cabang olahraga tersebut memperlihatkan wajah berbeda dari perjuangan kontingen Kota Padang di Porprov Sumbar 2026.
Ada yang datang dengan persiapan sekitar sembilan bulan, ada yang hanya memiliki waktu empat bulan dan ada pula atlet yang berhasil memenuhi ekspektasi setelah melalui persiapan matang bersama tim.
Dari arena G Sport Center, Gunung Pangilun, cabang olahraga gulat Kota Padang langsung memperlihatkan hasil positif.
Pada hari pertama pertandingan, Minggu (4/10/2026), tim gulat Padang yang turun pada delapan kelas mampu mengoleksi empat medali emas, dua perak dan satu perunggu.
Pada hari kedua, Senin (5/10/2026), Kota Padang kembali menurunkan atlet pada 10 kelas. Hingga saat itu, belum ada atlet Kota Padang yang mengalami kekalahan.
Ketua Pengcab Gulat Kota Padang, Ilmarizal mengatakan, timnya memang dipersiapkan untuk mengikuti seluruh nomor pertandingan.
Pada Porprov Sumbar 2026, cabang olahraga gulat mempertandingkan 30 kelas yang terbagi dalam dua kategori gaya, yakni gaya bebas atau freestyle dan gaya Greco-Roman.
Kontingen Kota Padang menerjunkan kekuatan penuh dengan mengikuti seluruh nomor yang dipertandingkan.
Persiapan tersebut tidak dilakukan secara singkat. Para atlet telah menjalani latihan fisik dan program intensif selama kurang lebih sembilan bulan sejak Januari 2026.
"Alhamdulillah atlet Kota Padang kita persiapkan diri dari bulan Januari. Karena rencananya kan Porprov di bulan Juli, tapi diundur sampai ke Oktober ini. Alhamdulillah kita tetap berlatih, kemudian fisik atlet kita lebih kurang sembilan bulan," katanya.
Bagi Ilmarizal, Porprov bukan semata-mata soal mengejar medali pada satu ajang. Pengcab Gulat Kota Padang menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang untuk menghasilkan atlet yang nantinya mampu membawa nama Sumatera Barat pada kejuaraan yang lebih tinggi.
"Kami akan berusaha menampilkan terbaik. Kalau bisa juara umum Alhamdulillah. Nanti kami yah berdisiplin dalam berusaha, tujuannya bukan hanya semata-mata di event ini. Atlet ini nanti kalau dia juara dia bisa berlanjut mewakili Sumatera Barat pada PON atau pada ajang nasional yang akan datang," ucapnya.
Sementara itu, tantangan berbeda datang dari cabang olahraga Muaythai. Pengkot Muaythai Kota Padang baru terbentuk dan harus mempersiapkan tim dalam waktu relatif singkat.
Tim Muaythai Kota Padang menurunkan 20 atlet dalam 20 nomor pertandingan. Komposisinya terdiri dari 12 atlet putra dan delapan atlet putri.
Meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar empat bulan, Pengkot Muaythai Kota Padang memasang target delapan medali emas.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah daerah pesaing, seperti Padang Pariaman, Bukittinggi dan Kabupaten Solok, telah mempersiapkan atlet selama sekitar delapan hingga sembilan bulan.
Namun, keterbatasan waktu tidak membuat para atlet kehilangan semangat. Hingga Senin (5/10/2026), tujuh atlet Muaythai Kota Padang telah memastikan tiket ke babak semifinal, sedangkan dua atlet lainnya sudah melaju ke final.
Ketua Pengkot Muaythai Kota Padang, Nisfan Jumadil mengatakan, timnya akan berusaha maksimal mengejar target yang telah ditetapkan.
"Muaythai Kota Padang menurunkan 20 atlet dari 20 nomor pertandingan, terdiri dari 12 putra dan 8 putri. Karena kami merupakan pengurus baru Muaythai di Kota Padang, kami akan berusaha maksimal untuk meraih medali. Harapannya, kami bisa meraih delapan medali emas," ucapnya.
Perjuangan tersebut sekaligus menjadi upaya menunjukkan bahwa Muaythai Kota Padang tetap mampu bersaing meski waktu persiapannya lebih pendek dibandingkan sejumlah kontestan lain.
"Alhamdulillah sampai hari Senin (5/10/2026), tujuh atlet sudah masuk semifinal dan dua atlet masuk final. Mohon doa kita bersama agar atlet-atlet fighter Muaythai Kota Padang bisa meraih emas sesuai target yang kita sampaikan," katanya.
Pengkot Muaythai Kota Padang juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar para atlet mampu menjaga fokus, tampil maksimal, serta memberikan hasil terbaik untuk Kota Padang.
Apresiasi juga disampaikan atas dukungan dan perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota (Wawako) Maigus Nasir, serta Ketua KONI Kota Padang, Erianto Mahmuda terhadap perjuangan para atlet Muaythai dalam Porprov Sumbar 2026.
Balap Sepeda Pimpin Klasemen
Sementara dari lintasan Velodrome Rimbo Data, Bandar Buat, performa Kota Padang terlihat paling menonjol. Hingga Selasa (6/10/2026), kontingen Kota Padang memuncaki klasemen sementara perolehan medali cabang olahraga balap sepeda Porprov XVI Sumbar 2026.
Kota Padang telah mengumpulkan sembilan medali yang terdiri dari empat emas, tiga perak dan dua perunggu.
Posisi kedua ditempati Kota Payakumbuh dengan tujuh medali, yakni dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Kota Bukittinggi berada di peringkat ketiga dengan empat medali yang terdiri dari dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
Sementara Kota Solok berada di posisi keempat dengan dua medali, yakni satu perak dan satu perunggu.
Data tersebut disampaikan Technical Delegate Porprov Sumbar XVI 2026, Arif Budiman, Selasa (6/10/2026).
Salah satu atlet Kota Padang yang tampil mencolok adalah Radit Saroni. Ia berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk kontingen Kota Padang.
Capaian tersebut tidak datang begitu saja. Persiapan tim balap sepeda dilakukan secara matang dengan dukungan pelatih, mekanik, rekan satu tim atau teammates, hingga Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Radit menilai dukungan seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dari pencapaiannya di Porprov Sumbar 2026.
"Persiapan saya untuk Porprov Sumbar 2026 ini matang sekali dengan pelatih saya yang effort-nya sudah luar biasa dengan saya, dan mekanik saya juga, dengan teammate saya juga," katanya.
Hasil tiga emas yang diperolehnya juga sesuai dengan target pribadi yang telah diperkirakan sebelum pertandingan.
"Jumlah medali emas yang saya dapatkan sesuai ekspektasi. Saya berhasil meraih tiga emas Porprov Sumbar 2026," ungkap Radit.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa persaingan Kota Padang di Porprov Sumbar 2026 tidak hanya bertumpu pada satu cabang olahraga.
Gulat telah membuka jalan dengan torehan emas dan persiapan panjang, balap sepeda sementara memimpin klasemen, sedangkan Muaythai mencoba mengejar target delapan emas meski berangkat dengan waktu persiapan yang lebih pendek.
Porprov Sumbar 2026 menjadi ruang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menyiapkan mereka agar dapat melangkah ke kompetisi berikutnya dan, khususnya dari cabang gulat, berpeluang mewakili Sumatera Barat pada PON maupun ajang nasional mendatang. (*)















