Sumbardaily.com, Padang – Dua unit rumah di kawasan padat penduduk Kompleks Cendana Mata Air Tahap VI, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dilalap si jago merah pada Selasa (24/6/2025) dini hari.
Meski tidak menelan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan dua keluarga kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kerugian materi hingga setengah miliar rupiah.
Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 04.19 WIB. Tak lama kemudian, enam unit mobil pemadam beserta 80 personel langsung diberangkatkan menuju lokasi, yang berjarak sekitar delapan kilometer dari markas Damkar.
"Tiba di lokasi pukul 04.26 WIB dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.08 WIB. Kondisi permukiman yang padat serta akses jalan yang sempit menjadi kendala di lapangan," ujar Rinaldi.
Kebakaran ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Erik Maulana Ikhlas (30), warga sekitar yang melihat api muncul dari bagian atap rumah. Ia segera menghubungi layanan darurat Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang melalui call center 112.
Menurut keterangan pemilik rumah, Hendri (55) dan Siti (58), nilai kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Sementara itu, tim Damkar berhasil menyelamatkan aset warga lain di sekitar lokasi kejadian senilai kurang lebih Rp 2 miliar.
Kebakaran menghanguskan dua rumah dengan luas area terdampak sekitar 80 meter persegi, sementara total wilayah yang berpotensi terdampak mencapai 200 meter persegi.
Akibat peristiwa tersebut, dua kepala keluarga yang terdiri dari tujuh orang harus mengungsi. Secara keseluruhan, sebanyak delapan kepala keluarga atau 17 jiwa terdampak oleh insiden ini. Meski begitu, tidak ditemukan adanya korban luka maupun meninggal dunia.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan awal belum dapat disimpulkan.
Rinaldi menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk. Ia juga mengingatkan agar instalasi listrik di rumah selalu dicek secara berkala dan aktivitas yang melibatkan api, seperti memasak, tidak dibiarkan tanpa pengawasan.
"Jika menemukan indikasi kebakaran, segera hubungi call center 112 agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," tegasnya. (dil)















