Sumbardaily.com, Padang - Rumah sakit di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) bertambah. Rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) Dr. dr. Tarmizi Taher Lantamal II Padang yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Bukit Putus, Teluk Bayur.
Rumah sakit baru ini memiliki bangunan tiga lantai di atas lahan seluas 5000 meter persegi. Beberapa fasilitas yang dimiliki yakni ruang isolasi, ruang operasi, ICU, rekam medis, dan beberapa fasilitas lain yang dilengkapi fasilitas pendukung.
Selain melayani prajurit TNI, rumah sakit ini juga menerima layanan kesehatan masyarakat umum.
Peresmian rumah sakit ini dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (19/2/2024) secara virtual bersama 24 rumah sakit TNI lainnya termasuk peresmian gedung baru Rumah Sakit dr Reksowidiryo Padang.
Hadir menyaksikan peresmian tersebut secara virtual Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Syufenri, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, dan pejabat Forkompinda lainnya.
Usai peresmian, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengharapkan kehadiran Rumkital Dr. dr. Tarmizi Taher Lantamal II Padang ini dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI dan masyarakat Sumbar, khususnya Kota Padang.
"Mudah-mudahan dengan hadirnya rumah sakit ini, pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan aparat TNI, semakin lebih baik," katanya.
Kehadiran Rumkital Dr. dr. Tarmizi Taher Lantamal II Padang juga diharapkan bisa semakin meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan medis di Sumbar. Artinya, dapat menyerap lebih banyak tenaga kesehatan yang akan memberikan pelayanan medis yang maksimal bagi masyarakat.
Menurut Mahyeldi, saat ini masyarakat Sumbar masih membutuhkan tambahan fasilitas dan kualitas pelayanan rumah sakit. Terutama sekali pelayanan pada rumah sakit yang lebih spesifik.
"Saat ini kita sedang mengembangkan rumah sakit infeksi. Kita punya Rumah Sakit Paru di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, yang akan kita persiapkan khusus sebagai rumah sakit infeksi. Sebab rumah sakit infeksi ini belum ada di Pulau Sumatera," sebutnya. (*/red)
















