Sumbardaily.com, Tanah Datar – Penemuan bunga Rafflesia arnoldi yang mekar sempurna di kawasan Lembah Anai menjadi momen tak terduga dalam operasi pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Temuan tersebut terjadi saat tim SAR gabungan menyusuri aliran Sungai Batang Anai pada Sabtu (6/12/2025).
Bunga langka itu ditemukan tepat di tepi aliran sungai ketika tim tengah melakukan penyisiran di kawasan Mega Mendung, Lembah Anai. Meski fokus operasi berada pada pencarian korban, anggota tim SAR sempat mengabadikan pemandangan langka tersebut. Rafflesia yang tampak mekar penuh itu berdiri tak jauh dari jalur sungai yang sedang dipantau.
Robi Saputra, Komandan Regu Basarnas yang bertugas di lapangan, mengatakan penemuan itu terjadi secara kebetulan.
“Tim saat itu menemukan secara tidak sengaja. Kami abadikan. Untuk ukuran secara pasti saya kurang tahu,” ujar Robi saat dihubungi Minggu (7/12/2025) malam.
Ia menegaskan, setelah mendokumentasikan bunga tersebut, tim kembali melanjutkan pencarian korban. “Hanya satu itu saja bunganya,” katanya.
Di sisi lain, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memastikan kawasan tersebut memang termasuk habitat alami Rafflesia. Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa karakteristik lingkungan Lembah Anai dan Mega Mendung mendukung pertumbuhan bunga tersebut.
“Untuk jenisnya, kalau dari video yang beredar, itu Rafflesia arnoldi. Termasuk besar, kemungkinan di atas 85 cm,” ujarnya.
Ade menambahkan, Rafflesia yang ditemukan tim SAR diperkirakan memasuki hari ketiga masa mekarnya. Penilaian itu terlihat dari kondisi kelopak atau perigon yang telah terbuka sempurna. Ia menyebut, temuan terakhir bunga Rafflesia di kawasan Mega Mendung tercatat pada 2001 atau sekitar dua dekade lalu.
“Yang sekarang ini sudah mekar sempurna kemungkinan hari ketiga, dari bentuk kelopak (perigon) yang mengembang,” kata Ade.
Menurutnya, Rafflesia akan mekar selama 8 hingga 10 hari. Setelah memasuki hari kedelapan, kelopak bunga akan berubah warna dari merah menjadi kecokelatan sebelum akhirnya membusuk dan mengering.
Keberadaan bunga yang mekar di tengah operasi pencarian korban ini menjadi pengingat bahwa kawasan Lembah Anai bukan hanya rawan bencana, tetapi juga memiliki kekayaan biodiversitas yang perlu dijaga.
Temuan tersebut menambah catatan penting bagi operasi gabungan di Sungai Batang Anai, di mana pencarian korban banjir bandang masih berlangsung. Di tengah suasana duka dan upaya penyelamatan, munculnya bunga Rafflesia arnoldi memberi momen langka yang jarang terlihat dalam kondisi alam ekstrem. (red)
















