Deretan Tokoh Nasional dan Internasional Hadiri Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar

Deretan Tokoh Nasional dan Internasional Hadiri Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi atau lebih dikenal Masjid Raya Sumbar. (Foto: Indra Kurniawan/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang – Sejumlah tokoh nasional dan internasional dipastikan akan hadir langsung dalam Konferensi Wakaf Internasional yang digelar di Kota Padang dalam empat hari mendatang. Forum prestisius ini akan menjadi momentum penting bagi Indonesia, khususnya Sumatera Barat (Sumbar), dalam menguatkan peran wakaf sebagai pilar ekonomi umat.

Dari konfirmasi yang diterima panitia, sedikitnya empat tokoh besar akan menjadi pusat perhatian. Mereka adalah Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Kairo Muhammad Ad-Duwaini, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Keempat figur penting ini dijadwalkan hadir langsung dan menjadi pembicara utama dalam forum tersebut.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut, menurut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, menunjukkan bahwa semangat pengembangan wakaf produktif telah menjadi perhatian serius, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Kita sangat bersyukur karena tokoh-tokoh besar dari dalam dan luar negeri memastikan hadir. Ini menandakan semangat wakaf tidak hanya menjadi isu nasional, tapi juga perhatian dunia Islam,” ujar Mahyeldi, dikutip Rabu (12/11/2025).

Mahyeldi menuturkan, konferensi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar bersama Pondok Modern Darussalam Gontor ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat gerakan wakaf produktif. Ia berharap forum ini melahirkan gagasan baru serta kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan Sumbar sebagai pusat gagasan tentang wakaf produktif. Dengan kolaborasi lintas sektor, wakaf bisa menjadi kekuatan ekonomi yang membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi umat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri, menjelaskan bahwa Konferensi Wakaf Internasional tidak hanya menghadirkan forum diskusi, tetapi juga kegiatan yang bersifat edukatif dan partisipatif. Panitia menyiapkan enam agenda utama yang dikemas secara menarik dengan melibatkan 28 pembicara dari dalam dan luar negeri.

Enam agenda utama itu meliputi:

  1. Konferensi Wakaf Internasional;
  2. Pelatihan dan Sertifikasi Nazhir Wakaf Kompeten;
  3. Pameran Produk Wakaf;
  4. Waqf and Investment Gathering;
  5. Waqf Goes to School/Campus; dan
  6. Silaturahmi Nasional Ulama dan Pengasuh Pesantren.

“Agenda ini dirancang agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Kami ingin hasil konferensi tidak berhenti di ruang seminar, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan,” jelas Zakri.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat bahwa wakaf produktif memiliki dampak luas, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun spiritual. Karena itu, panitia ingin menjadikan forum ini sebagai ruang lahirnya strategi nyata dalam memperkuat pengelolaan wakaf di Indonesia.

Konferensi ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi umat sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai daerah religius dan pelopor ekonomi syariah nasional. Melalui forum internasional ini, pemerintah provinsi bertekad menjadikan Sumbar sebagai laboratorium gerakan wakaf modern yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan.

“Insya Allah, dengan dukungan tokoh-tokoh nasional dan dunia Islam, Sumatera Barat akan menjadi episentrum ide dan gerakan wakaf produktif di Indonesia,” kata Mahyeldi menegaskan. (red)

Baca Juga

Fadly Amran dan Andre Rosiade menghadiri Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu di kawasan Guo, Kuranji, Padang.
Fadly Amran dan Andre Rosiade Siapkan 60 Ribu Pohon untuk Pulihkan Hulu DAS Batang Kuranji Padang
BMKG dan Badan Geologi Diusulkan Gabung, DPR Ungkap Kesamaan Tugas dan Alat
BMKG dan Badan Geologi Diusulkan Gabung, DPR Ungkap Kesamaan Tugas dan Alat
Kecelakaan Beruntun di Tol Palembang-Indralaya, Hutama Karya Tegaskan Bukan karena Karhutla
Kecelakaan Beruntun di Tol Palembang-Indralaya, Hutama Karya Tegaskan Bukan karena Karhutla
Penataan Anak Usaha BUMN, HKA dan TBKA Teken Perjanjian Penggabungan Bersyarat
Penataan Anak Usaha BUMN, HKA dan TBKA Teken Perjanjian Penggabungan Bersyarat
Sejak Juli 2026 Terapkan Keuangan Syariah, Pemko Padang Kini Fokus Bangun Kesadaran ASN
Sejak Juli 2026 Terapkan Keuangan Syariah, Pemko Padang Kini Fokus Bangun Kesadaran ASN
Menolak Narasi Kolonial, Jeffrey Hadler dan Rahasia Ketahanan Adat Minangkabau
Menolak Narasi Kolonial, Jeffrey Hadler dan Rahasia Ketahanan Adat Minangkabau