Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Sumbar, BMKG: Gelombang Bisa Capai 2,5 Meter

Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Sumbar, BMKG: Gelombang Bisa Capai 2,5 Meter

Ilustrasi Badai di Laut (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat (Sumbar). Peringatan tersebut berlaku selama empat hari, mulai Sabtu (25/10/2025) hingga Selasa (28/10/2025), menyusul adanya pola cuaca maritim yang tidak stabil di kawasan barat Pulau Sumatera.

Dalam laporan yang diterbitkan Jumat (24/10/2025), BMKG Maritim Teluk Bayur meminta masyarakat pesisir, khususnya nelayan, pelaku wisata bahari, dan operator pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan perubahan gelombang laut yang cepat.

“Secara umum, kondisi cuaca di perairan Sumbar berada pada kategori sedang, namun dalam waktu tertentu berpotensi meningkat hingga 2,5 meter,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Prakiraan Hari Pertama: Gelombang Meninggi hingga 2,5 Meter

Pada periode 25 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB hingga 26 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB, cuaca di perairan Sumatera Barat diprakirakan berawan tebal hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan meliputi wilayah Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.

Kecepatan angin bertiup dari Barat Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 2–10 knot. Pada kondisi ini, gelombang laut bisa mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah, terutama di perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padangpariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.

26 Oktober: Cuaca Cerah Berawan, Potensi Petir di Barat Pagai

Memasuki periode 26 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB hingga 27 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB, cuaca maritim cenderung cerah berawan dengan potensi hujan petir di perairan Barat Pagai. Sementara itu, hujan ringan berpotensi di Pesisir Selatan dan Timur Pagai.

Angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 2–7 knot. Meski kecepatan angin menurun, BMKG tetap menekankan adanya kemungkinan gelombang setinggi 2,5 meter, terutama di perairan Pesisir Selatan, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai.

27 Oktober: Potensi Hujan Petir Masih Mengintai

Kondisi cuaca serupa diperkirakan berlanjut pada periode 27 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB hingga 28 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB. Cuaca umum akan berawan tebal hingga hujan petir, terutama di wilayah Barat Pagai, sementara Pesisir Selatan dan Timur Pagai masih berpotensi mengalami hujan ringan.

Arah angin berputar dari Timur hingga Timur Laut dengan kecepatan relatif tenang, yakni 1–6 knot. Gelombang laut pada umumnya berada di kategori rendah hingga sedang, namun BMKG tetap mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di Timur Pagai dan Barat Pagai.

Perkiraan Pasang Surut Air Laut

Selain kondisi gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga memprediksi pasang surut air laut untuk 25 Oktober 2025. Pasang tertinggi diperkirakan terjadi dua kali, yakni pada pukul 07.00–09.00 WIB dan 18.00–23.00 WIB, sedangkan surut terendah juga diperkirakan dua kali, yakni pukul 01.00–04.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB.

Informasi tersebut menjadi acuan penting bagi masyarakat pesisir dalam menentukan waktu aman untuk beraktivitas di laut, terutama bagi nelayan tradisional dan pengguna transportasi laut skala kecil.

Peringatan Dini untuk Aktivitas Laut

BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini ini, mengingat gelombang tinggi dapat berdampak pada keselamatan pelayaran, aktivitas wisata laut, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Informasi lengkap mengenai prakiraan cuaca maritim Sumatera Barat dapat diakses melalui tautan resmi BMKG Maritim Teluk Bayur atau kanal informasi resmi BMKG di berbagai platform digital.

“Penting bagi seluruh pihak, terutama masyarakat pesisir, untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dan gelombang laut sebelum berlayar,” imbau BMKG dalam laporannya. (red)

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako serta kebutuhan ibu dan anak kepada warga terdampak banjir di Kota Padang.
Banjir Rendam Sejumlah Kawasan di Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kirim 100 Paket Bantuan
Mutasi Kendaraan ke Sumbar Kini Lebih Hemat, Denda Pajak Dibebaskan 100 Persen
Mutasi Kendaraan ke Sumbar Kini Lebih Hemat, Denda Pajak Dibebaskan 100 Persen
Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Yudistira dan RIB 02 dalam pencarian KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman.
Dihantam Badai dan Ombak Tiga Meter, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan KM Halim Wijaya
Cuaca Sumbar Kamis 6 Agustus 2026: Hujan Ringan hingga Hujan Petir Berpotensi Terjadi
Cuaca Sumbar Kamis 6 Agustus 2026: Hujan Ringan hingga Hujan Petir Berpotensi Terjadi
Tim SAR Gabungan menggunakan KN Yudistira dalam operasi pencarian KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat.
KM Halim Wijaya Mati Mesin di Laut Pariaman, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Hujan Deras
Sestama BNPB Rustian bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau wilayah terdampak banjir di Lapau Munggu, Kuranji, Padang.
BNPB Turun Langsung Petakan Kebutuhan Penanganan Pasca Banjir Padang