Sumbardaily.com, Padang – PSP Padang menunjukkan performa impresif pada pekan ketiga Liga 4 Sumatera Barat (Sumbar) 2025/2026 dengan meraih kemenangan telak atas PSLA Sicincin. Bermain di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (28/1/2026), tim berjuluk Pandeka Minang menutup laga dengan skor mencolok 6-1.
Hasil tersebut memperpanjang catatan positif PSP Padang yang hingga tiga pertandingan awal kompetisi belum tersentuh kekalahan. Kemenangan ini juga menegaskan konsistensi permainan PSP di tengah ketatnya persaingan Liga 4 Sumbar musim ini.
Menariknya, kemenangan besar tersebut diraih PSP Padang setelah sempat berada dalam posisi tertinggal. PSLA Sicincin lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Ridwan pada menit ke-20. Gol tersebut sempat membuat permainan PSP berada dalam tekanan, terutama di awal babak pertama.
Namun, respons cepat diperlihatkan PSP Padang. Tim asuhan Joni Efendi berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-29 melalui gol Feruzen Saputra, yang mengembalikan kepercayaan diri skuad tuan rumah. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi PSP Padang semakin terlihat. Perubahan strategi yang diterapkan tim pelatih membuat aliran serangan Pandeka Minang sulit dibendung oleh PSLA Sicincin. Lima gol tambahan pun tercipta secara beruntun.
Gol kedua PSP Padang dicetak Luthfi Anshorri pada menit ke-54, disusul gol Gibran Tito tiga menit kemudian. Tekanan berlanjut melalui gol Carel Syadef pada menit ke-63 dan Kaka Muhammad Seva pada menit ke-66. Pesta gol PSP Padang ditutup oleh Syarif Hidayatullah pada menit ke-87, memastikan kemenangan telak 6-1.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSP Padang, David Ardi, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil maksimal yang diraih timnya. Ia menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kemampuan pemain untuk kembali tenang setelah sempat tertinggal di babak pertama.
“Alhamdulillah kita PSP berhasil menang tadi, walaupun di babak pertama sempat kalah dulu 0-1. Mungkin tadi ada transisi defending,” ujar David.
Menurut David, kunci kebangkitan PSP Padang terletak pada ketenangan pemain dalam menjalankan instruksi pelatih. Ia menyebut perubahan strategi yang dilakukan pada momen pergantian pemain di babak kedua berjalan efektif.
“Alhamdulillah adik-adik bisa kembali tenang dan sesuai dengan instruksi setelah latihan. Dalam pertandingan tadi, di pergantian kita lakukan perubahan strategi dan akhirnya mendapatkan hasil 6-1,” kata David.
Di sisi lain, Pelatih Kepala PSLA Sicincin, Dodi Leo, mengakui bahwa kondisi mental pemainnya terganggu setelah gol penyama kedudukan PSP Padang. Situasi tersebut, menurutnya, berdampak besar terhadap konsentrasi tim di sisa pertandingan.
“Pemain konsentrasi buyar dengan gol penalti PSP Padang. Karena konsentrasi rusak, kami akan lakukan evaluasi untuk laga-laga ke depan,” ungkap Dodi.
Dodi menambahkan, hilangnya fokus membuat PSLA Sicincin kesulitan melakukan perubahan strategi yang berarti pada babak kedua. Kondisi tersebut akhirnya berujung pada kekalahan telak yang harus diterima timnya di Stadion Haji Agus Salim. (red)
















