Sumbardaily.com, Pariaman – Ancaman gagal panen akibat serangan hama wereng mulai membayangi lahan persawahan di Kota Pariaman. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan melakukan langkah cepat berupa penyemprotan pestisida untuk melindungi produktivitas padi serta menjaga ketersediaan pangan daerah.
Kegiatan pengendalian hama ini dilaksanakan di Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, dan dipusatkan di hamparan sawah milik petani setempat. Aksi tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan lapangan yang menunjukkan peningkatan populasi wereng di sejumlah titik lahan produktif.
“Kita tidak ingin petani merugi. Penyemprotan ini adalah bentuk hadirnya pemerintah untuk mengamankan stok pangan daerah dan memastikan masa panen kali ini berjalan maksimal tanpa gangguan hama,” ujar Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Selain melakukan penyemprotan, pemerintah daerah juga memberikan edukasi kepada petani terkait pentingnya penerapan pola tanam serentak serta penggunaan pestisida sesuai dosis. Langkah ini dinilai krusial karena hama wereng memiliki daya rusak cepat, sehingga deteksi dini dan penanganan kolektif menjadi kunci utama mencegah kerusakan tanaman padi.
“Dengan adanya bantuan pestisida dan pendampingan teknis dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman serta Penyuluh Pertanian, kita berharap risiko kerusakan padi dapat ditekan seminimal mungkin sebelum memasuki fase panen raya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, menjelaskan bahwa penyemprotan difokuskan pada tahap persemaian sebagai bentuk pengendalian awal terhadap hama, khususnya wereng.
“Sekarang kita melakukan penyemprotan pestisida pada benih untuk 35 orang petani Talang Kuning Desa Cibadak Air, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman dengan luas sawahnya 27 hektare. Adapun benih yang ditanam adalah jenis Sokan dan PB 42. Penyemprotan pestisida ini dilakukan pada benih padi yang berusia 15–20 hari,” ujarnya. (red)















