Sumbardaily.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menjaga adat istiadat dan seni budaya daerah kembali ditegaskan di tengah kekhawatiran memudarnya identitas budaya di kalangan generasi muda. Bupati Pasaman Welly Suhery meminta organisasi kepemudaan dan sanggar seni mengambil peran penting sebagai pelopor pelestarian budaya sekaligus benteng moral generasi muda di daerah itu.
Penegasan tersebut disampaikan Welly Suhery saat menghadiri pengukuhan kepengurusan Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan, Kecamatan Duo Koto, sekaligus pengukuhan Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun, baru-baru ini.
Kehadiran Bupati Pasaman dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari tokoh adat setempat. Ninik Mamak Andilan, Sahrul Munaz, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan generasi muda dan upaya pelestarian budaya lokal di Pasaman.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Bupati dalam pengukuhan ini. Kami berharap kepengurusan baru mampu mengangkat potensi daerah serta menjaga kebersamaan masyarakat,” ujar Sahrul Munaz dalam sambutannya dilansir Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Welly Suhery menegaskan bahwa organisasi kepemudaan dan sanggar seni tidak boleh hanya hadir sebagai pelengkap kegiatan seremonial semata. Menurutnya, keberadaan komunitas pemuda dan kelompok seni harus menjadi motor penggerak dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya di Kabupaten Pasaman, terutama di Kecamatan Duo Koto.
“Rawat adat dan kesenian, jaga kelestariannya untuk diwariskan kepada anak cucu kita nanti,” tegas Welly.
Ia menilai, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan generasi muda yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, memahami adat istiadat, serta memiliki nilai keagamaan yang kokoh.
“Pasaman tidak hanya butuh generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang kuat karakternya, memahami adat istiadat, dan kuat dalam bidang keagamaan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Welly Suhery juga memberikan apresiasi terhadap penampilan Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun yang menampilkan berbagai kesenian tradisional dari sejumlah daerah. Penampilan itu dinilai menjadi bukti bahwa generasi muda di Pasaman masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian warisan budaya lokal.
Menurut Welly, kegiatan seni dan budaya yang dilakukan generasi muda sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Pekan Kreativitas Anak Nagari. Program tersebut terus didorong pemerintah daerah sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda.
“Ke depan, setiap kreativitas anak nagari akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Generasi yang aktif dalam kegiatan positif akan terjaga dari pengaruh yang tidak baik,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Welly Suhery menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru Pemuda-Pemudi Tuah Basamo Andilan serta pengurus Sanggar Seni Budaya Aua Sarumpun. Ia berharap kedua organisasi tersebut dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus garda terdepan dalam menjaga nilai adat dan budaya di Kabupaten Pasaman. (*)
















