Sumbardaily.com - Ribuan pencari kerja memadati GOR Tuanku Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, sejak Rabu pagi (20/5/2026) untuk mengikuti Job Fair Pasaman 2026. Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar Pemerintah Kabupaten Pasaman itu langsung disambut antusias masyarakat yang datang untuk mencari peluang kerja di berbagai sektor industri dan jasa.
Sejak pagi, para pelamar terlihat memenuhi stand perusahaan untuk melakukan pendaftaran dan mencari informasi lowongan yang tersedia. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Pasaman dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Job Fair Pasaman 2026 merupakan bagian dari Program Unggulan Pasaman Bangkit yang menargetkan penciptaan 1.000 lapangan kerja baru. Program tersebut juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Pasaman 2025–2029 dengan tema “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan”.
Sebanyak 20 perusahaan dari dalam dan luar negeri ikut ambil bagian dalam kegiatan itu. Perusahaan-perusahaan tersebut membuka peluang kerja bagi lulusan SLTA hingga sarjana (S1), baik untuk fresh graduate maupun tenaga kerja berpengalaman usia 18 sampai 35 tahun.
Acara pembukaan turut dihadiri perwakilan Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, BPVP Padang, BP3MI, Kadin Sumbar, unsur dunia usaha dan industri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir pula Kajari Pasaman Hendi Arifin dan Kapolres Pasaman AKBP Agus Hidayat.
Bupati Pasaman Welly Suhery secara resmi membuka kegiatan tersebut. Pembukaan ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan sejumlah perusahaan mitra.
Dalam sambutannya, Welly menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik semata, melainkan juga dari kemampuan masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.
“Kebangkitan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari infrastrukturnya. Kebangkitan yang sesungguhnya dimulai ketika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, dan keterampilan,” ujar Welly.
Menurut dia, Job Fair Pasaman 2026 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan di Kabupaten Pasaman.
“Melalui job fair ini kita ingin melahirkan tenaga kerja produktif dan mendorong generasi muda Pasaman mampu bersaing di dunia kerja,” katanya.
Welly juga menekankan bahwa target penciptaan 1.000 lapangan kerja baru harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan hanya sebatas perencanaan program.
“Program 1.000 lapangan kerja ini harus menjadi gerakan nyata. Ini adalah dasar dalam membangun Kabupaten Pasaman,” tegasnya.
Selain membuka bursa kerja, Pemkab Pasaman juga terus memperkuat pengembangan UMKM dan kewirausahaan, memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Ariswan, mengatakan lebih dari 2.000 lowongan kerja tersedia dalam kegiatan tersebut.
“Job Fair Pasaman 2026 menjadi langkah konkret mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri secara langsung,” kata Ariswan.
Ia menjelaskan, hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung, sebanyak 1.503 pencari kerja telah melakukan pendaftaran melalui sistem daring. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen memilih bekerja di dalam negeri, sedangkan sisanya berminat bekerja ke luar negeri.
Menurut Ariswan, jumlah pencari kerja yang tercatat di Kabupaten Pasaman saat ini mencapai sekitar 5.000 orang. Namun, baru sekitar 1.500 orang yang mengikuti pendaftaran job fair dan angka tersebut diperkirakan masih terus bertambah.
“Ini merupakan job fair perdana yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ujarnya.
Ariswan menambahkan, upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan job fair. Pemkab Pasaman juga menjalankan berbagai program pendukung lain seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi, penguatan UMKM, pengembangan kewirausahaan, hingga program magang luar negeri.
Sepanjang 2026, pemerintah daerah telah melaksanakan 16 paket pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi bagi 256 peserta melalui dukungan BPVP Padang.
Selain itu, Pemkab Pasaman juga mengembangkan Batik Equator Pasaman, membentuk Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Pasaman, serta membuka peluang magang dan kerja ke sejumlah negara seperti Jepang, Turki, Jerman, dan Malaysia.
Berbagai program padat karya dan pemberdayaan ekonomi nagari juga terus diperkuat guna memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)
















