BPS Sumbar: Nilai Tukar Petani Agustus 2025 Capai 132,67

BPS Sumbar: Nilai Tukar Petani Agustus 2025 Capai 132,67

Ilustrasi Uang (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com, Padang – Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatera Barat (Sumbar) pada Agustus 2025 tercatat sebesar 132,67 atau meningkat 3,70 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani karena kenaikan harga hasil produksi lebih besar daripada kenaikan biaya konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan produksi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sugeng Arianto, menjelaskan bahwa kenaikan harga produksi petani sebesar 4,64 persen mendorong perbaikan NTP. Angka tersebut lebih tinggi dibanding kenaikan harga konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta barang modal yang hanya naik 0,91 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan daya tukar petani semakin baik. Meski demikian, tidak semua subsektor mengalami tren positif,” kata Sugeng dalam keterangan resmi, Rabu (3/9/2025).

Pergerakan Subsektor

Menurut BPS Sumbar, empat subsektor pertanian mencatat kenaikan, yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan perikanan. Sebaliknya, subsektor peternakan justru mengalami penurunan NTP.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumbar pada Agustus 2025 mencapai 137,50 atau naik 4,56 persen dibanding Juli 2025. Faktor utama pendorong kenaikan NTUP adalah peningkatan harga hasil produksi sebesar 4,64 persen, jauh di atas kenaikan barang modal yang hanya 0,08 persen.

Konsumsi Rumah Tangga Tani

Indeks Konsumsi Rumah Tangga Tani, yang menjadi gambaran perkembangan harga konsumen di rumah tangga petani, turut meningkat 1,11 persen pada Agustus 2025. Kenaikan harga terbesar tercatat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,95 persen.

Beberapa kelompok pengeluaran lain juga mengalami kenaikan, seperti:

  • Pakaian dan alas kaki (0,02 persen)
  • Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,12 persen)
  • Kesehatan (0,02 persen)
  • Rekreasi, olahraga, dan budaya (0,08 persen)
  • Pendidikan (0,95 persen)
  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,23 persen)

Namun, tidak semua kelompok menunjukkan tren serupa. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar turun 0,02 persen. Sementara itu, kelompok transportasi mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 0,86 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan turun tipis 0,01 persen.

Sinyal Kesejahteraan Petani

Kenaikan NTP dan NTUP di Sumbar memperlihatkan perbaikan daya beli petani, terutama karena kenaikan harga komoditas unggulan lebih tinggi dibanding peningkatan biaya kebutuhan hidup. Namun, tantangan masih ada, khususnya pada subsektor peternakan yang belum ikut merasakan dampak positif.

BPS menilai perkembangan ini dapat menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan daerah untuk menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani di Sumbar. (ik)

Baca Juga

Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Sumbar Naik 3,11 Persen, Padang Jadi Tujuan Terbesar
Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Sumbar Naik 3,11 Persen, Padang Jadi Tujuan Terbesar
Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak
Kunjungan Wisman ke Sumbar Turun 9,90 Persen pada Juli 2026, Malaysia Masih Terbanyak
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Dari Sawit hingga Karet, Ekspor Sumbar Naik 21 Persen dalam 7 Bulan
Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat
Transportasi Sumbar Juli 2026 Berubah: Penumpang Udara dan Kereta Turun, Angkutan Laut Meningkat
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37
Di Tengah Inflasi, Nilai Tukar Petani Sumbar Justru Naik Jadi 133,37
Inflasi Sumbar Agustus 2026 Capai 3,76 Persen, Daging Ayam dan Cabai Rawit Jadi Pemicu
Inflasi Sumbar Agustus 2026 Capai 3,76 Persen, Daging Ayam dan Cabai Rawit Jadi Pemicu