BPS Sumbar Catat Nilai Tukar Petani Sumatera Barat Naik, Tanaman Pangan Jadi Penopang

BPS Sumbar Catat Nilai Tukar Petani Sumatera Barat Naik, Tanaman Pangan Jadi Penopang

Ilustrasi petani di sawah (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com - Nilai Tukar Petani Sumatera Barat pada Juli 2026 menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 132,52 atau meningkat 0,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya posisi tukar petani di tengah perkembangan harga yang terjadi selama Juli 2026.

Data tersebut dikutip resmi dari BPS Sumbar Kamis (5/8/2026). Peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,24 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru turun 0,44 persen. Kombinasi kedua kondisi itu mendorong kenaikan NTP secara keseluruhan.

Kenaikan Nilai Tukar Petani Sumatera Barat terutama ditopang oleh subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat. Sebaliknya, tiga subsektor lainnya, yakni hortikultura, peternakan, dan perikanan masih mengalami penurunan selama Juli 2026.

"Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat pada Juli 2026 sebesar 132,52 mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan NTP disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,24 persen, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,44 persen," demikian keterangan resmi BPS Sumbar yang dikutip Kamis (5/8/2026).

Selain NTP, BPS Sumbar juga melaporkan perkembangan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Pada Juli 2026, NTUP tercatat sebesar 137,49 atau turun 0,23 persen dibandingkan Juni 2026.

Penurunan NTUP dipengaruhi kenaikan harga hasil produksi petani sebesar 0,24 persen yang masih lebih rendah dibandingkan peningkatan biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,48 persen. Kondisi tersebut menyebabkan indikator usaha pertanian mengalami koreksi meskipun NTP meningkat.

Pada saat yang sama, perkembangan harga konsumen di Sumatera Barat selama Juli 2026 juga menunjukkan inflasi bulanan sebesar 0,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahun kalender (year to date), inflasi mencapai 1,05 persen, sedangkan inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 4,12 persen.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan di Sumatera Barat. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,95 persen dengan kontribusi terhadap inflasi umum sebesar 0,10 persen. Komoditas yang paling berpengaruh berasal dari bensin serta biaya pemeliharaan atau service kendaraan.

Pada tingkat kabupaten dan kota, tiga dari empat daerah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi bulanan. Kota Bukittinggi mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,28 persen, diikuti Kota Padang sebesar 0,09 persen dan Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,02 persen. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Secara tahunan, seluruh kelompok pengeluaran mencatat inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi paling besar terhadap inflasi umum dengan andil sebesar 1,86 persen.

Untuk inflasi tahunan berdasarkan wilayah IHK, Kabupaten Dharmasraya menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 4,98 persen. Kota Padang mencatat inflasi terendah sebesar 3,82 persen. Sementara Kabupaten Pasaman Barat mengalami inflasi sebesar 4,68 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 4,15 persen.

BPS Sumbar juga merilis perkembangan sektor pariwisata di provinsi tersebut. Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Juni 2026 mencapai 7.078 kunjungan. Jumlah tersebut turun 8,28 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 7.717 kunjungan.

Secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, total kunjungan wisatawan mancanegara melalui BIM mencapai 37.170 kunjungan. Angka itu menurun 13,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Berbeda dengan kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara ke Sumatera Barat justru mengalami peningkatan. Pada Juni 2026 tercatat sebanyak 2,08 juta perjalanan atau naik 3,83 persen dibandingkan Mei 2026.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 12,15 juta perjalanan. Realisasi tersebut meningkat 3,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indikator lain yang turut dirilis BPS Sumbar adalah tingkat penghunian kamar hotel. Pada hotel berbintang, tingkat penghunian kamar (TPK) Juni 2026 mencapai 52,16 persen atau naik 5,99 poin persentase dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 46,17 persen.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar hotel nonbintang juga mengalami peningkatan. Pada Juni 2026, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 21,71 persen atau naik 4,79 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS Sumbar menyatakan berbagai indikator tersebut menggambarkan perkembangan kondisi ekonomi daerah pada Juli 2026, mulai dari peningkatan Nilai Tukar Petani Sumatera Barat, dinamika inflasi, hingga perkembangan sektor pariwisata dan tingkat hunian hotel di provinsi tersebut. (*)

Baca Juga

Pariwisata Sumbar Juni 2026 Tunjukkan Tren Berbeda, Hotel Makin Ramai Meski Wisman Menurun
Pariwisata Sumbar Juni 2026 Tunjukkan Tren Berbeda, Hotel Makin Ramai Meski Wisman Menurun
Transportasi Sumbar Melonjak, Penumpang Pesawat Domestik dari BIM Naik Hampir 33 Persen
Transportasi Sumbar Melonjak, Penumpang Pesawat Domestik dari BIM Naik Hampir 33 Persen
Ekspor Sawit Dominasi Perdagangan Sumbar, Impor Bahan Bakar Mineral Ikut Melesat
Ekspor Sawit Dominasi Perdagangan Sumbar, Impor Bahan Bakar Mineral Ikut Melesat
Ekspor Sumbar Tembus US$1,18 Miliar, India Masih Jadi Tujuan Utama
Ekspor Sumbar Tembus US$1,18 Miliar, India Masih Jadi Tujuan Utama
BPS Sumbar Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Rahasia, Pelaku Usaha Diminta Berpartisipasi
BPS Sumbar Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Rahasia, Pelaku Usaha Diminta Berpartisipasi
BPS: Emas Perhiasan dan Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar
BPS: Emas Perhiasan dan Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar