Sumbardaily.com, Tanah Datar - Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan memastikan akan menjamin soal kebebasan berbicara. Tidak akan ada lagi seseorang yang mengkritik lalu diproses hukum.
Hal ini ditegaskan Anies saat menjawab pertanyaan seorang warga yang hadir dalam acara Desak Anies di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/1/2024). Warga itu bernama Ubay.
Ubay menceritakan soal seorang mahasiswa di Sumbar yang dilarang kritis setelah mendapatkan beasiswa. Apabila kritis, maka beasiswa tersebut akan dicabut.
“Kebebasan bicara itu Insya Allah kami jamin. Tidak ada lagi kritik kepada negara yang kemudian diproses menjadi kriminal. Sama sekali tidak. Itulah kemarin disebutkan slogan: wakanda no more, Indonesia forever,” kata dia.
Menurut Anies, warga negara tidak perlu takut mengkritik kebijakan negara. Kebebasan berpendapat itu harus dilindungi.
Dia pun memberikan contoh kepada seluruh warga yang hadir ketika dikritik saat sedang berbicara.
“Bung Ubay ketika saya bicara seperti ini Bung Ubay mengkritik. Pak Anies anda tidak melihat orang di belakang, anda hanya melihat orang di depan anda. Orang di belakang anda tidak mendapatkan perhatian. Oke, saya tengok ke belakang, dapat perhatian ini. Anies anda tidak cukup, yang kiri belum dilihat. Saya tengok lagi ke kiri. Dikritik lagi, saya tengok ke kanan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, contoh dengan dirinya yang menerima kritikan ketika berbicara itu membuat semua orang mendapat perhatian.
“Apa yang terjadi? Semua dapat perhatian. Ketika Ubay mengkritik, Pak Anies yang dibelakang tidak dilihat, eh kau diam, saya sedang berbicara sekarang. Diproses, apa yang terjadi? Yang rugi saya, yang rugi mereka. Betul tidak? Apalagi ditarik-tarik, ya. Tidak boleh. Tidak bisa. Jadi nanti ditantang, janganlah,” sebutnya.
Anies menjelaskan, ketika kritikan itu diberikan, mungkin saja dia lagi bersemangat bicara sehingga menjadi tidak nyaman. Akan tetapi dia harus tetap menerima kritikan tersebut
“Karena kita sedang memegang mikrofon yang dibiayai dari pajak rakyat. Jadi kita sedang menjalankan negara atas pajak rakyat. Bukan uang saya, ini uang negara,” jelas Anies. (wan/red)
















