Angka Terkini! Korban Meninggal Banjir Bandang Sumbar Capai 251 Orang

Angka Terkini! Korban Meninggal Banjir Bandang Sumbar Capai 251 Orang

24 jenazah korban bencana banjir bandang yang belum teridentifikasi dishalatkan di Masjid Raya Sumbar sebelum dimakamkan di TPU Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Rabu (10/12/2025). (Foto: Primadoni untuk Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang - Upaya Identifikasi korban banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) kini memasuki tahap krusial. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda Sumbar) melaporkan perkembangan terbaru per Kamis (1/1/2026) pukul 20.00.

Laporan ini menegaskan bahwa proses penanganan korban difokuskan pada kecepatan identifikasi sekaligus ketepatan pencocokan data, mengingat banyaknya keluarga yang menunggu kepastian mengenai kerabat mereka.

"Total korban meninggal dunia tercatat 251 orang," kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Plt Kabid Dokkes) Polda Sumbar, AKBP dr Faizal.

Dari angka tersebut, katanya, sebanyak 221 orang berhasil teridentifikasi, terdiri atas 110 laki-laki dan 111 perempuan.

Sementara itu, 30 korban masih belum teridentifikasi, mencakup 14 laki-laki dan 11 perempuan, serta sejumlah potongan tubuh yang terus ditelusuri kesesuaiannya.

Rincinya, satu potongan paha, satu potongan tungkai bawah, dua potongan kaki kanan, dan satu potongan pergelangan kaki kiri ke bawah.

"Data ini menunjukkan kompleksitas kerja tim DVI dalam memastikan setiap temuan dievaluasi secara ilmiah dan bertahap," kata dr Faizal.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian (Kasubbid Dokpol) Bid Dokkes Polda Sumbar, dr Eka Purnama Sari mengatakan, di Posko DVI Padang (DVI Polresta ditambah RS Rasidin), seluruh 5 korban meninggal telah teridentifikasi, terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan.

"Tidak ada korban yang tersisa tanpa identitas di posko ini," katanya.

Di RS Bhayangkara TK III Padang, katanya, angka korban tercatat 67 orang meninggal. Dari jumlah tersebut, 48 orang teridentifikasi, terdiri dari 30 laki-laki dan 18 perempuan, sementara 19 korban belum teridentifikasi.

"Selain itu, posko ini juga menangani potongan tubuh berupa satu potongan paha, satu potongan tungkai bawah, dan dua potongan kaki kanan," kata dr Eka.

Posko terbesar, katanya, berada di Agam, dengan 144 korban meninggal. Tim DVI berhasil mengidentifikasi 133 orang (58 laki-laki dan 75 perempuan).

"Masih ada 11 korban yang belum teridentifikasi, terdiri dari tiga laki-laki, tujuh perempuan, serta satu potongan pergelangan kaki kiri ke bawah. Proporsi korban di posko ini menggambarkan betapa besarnya dampak banjir bandang terhadap wilayah tersebut," ujar dr Eka.

Di Pasaman Barat, katanya, jumlah korban relatif kecil tetapi tetap memerlukan ketelitian identifikasi. Tercatat empat korban meninggal, dan semuanya telah teridentifikasi (tiga laki-laki dan satu perempuan). Tidak ada daftar korban tanpa identitas.

Posko Bukittinggi mencatat 14 korban, seluruhnya sudah teridentifikasi secara lengkap, masing-masing tujuh laki-laki dan tujuh perempuan.

"Begitu pula Padang Panjang, dengan 17 korban meninggal yang semuanya telah terkonfirmasi identitasnya (sembilan laki-laki dan delapan perempuan)," paparnya.

"Sementara itu, Posko DVI Solok Kota belum menerima korban meninggal ataupun korban tanpa identitas," sambung Eka.

Selain korban meninggal, data DVI Polda Sumbar juga mencatat 83 orang masih dinyatakan hilang, terdiri dari 44 laki-laki dan 39 perempuan.

"Angka ini menandakan bahwa pekerjaan pencarian masih berlangsung dan menjadi prioritas paralel dengan proses identifikasi jenazah," katanya.

Adapun 24 orang korban dirawat di fasilitas kesehatan. Rincianya, RSUD Agam merawat 21 korban (tujuh laki-laki dan 14 perempuan).

RSUD Padang Panjang merawat satu korban laki-laki. RSUD Rasidin Padang menangani dua korban (satu laki-laki dan satu perempuan). Sementara itu, RSUD Kota Solok tidak mencatat pasien terkait peristiwa ini.

Laporan kegiatan ini, kata Eka bukan sekadar administrasi pasca bencana, tetapi proses forensik yang menyangkut martabat korban dan kepastian bagi keluarga.

"Dengan 221 identitas yang telah dikonfirmasi dan 30 kasus yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, tim terus melanjutkan pencocokan data ante mortem dan post mortem secara sistematis," katanya.

Di tengah tekanan waktu dan tingginya harapan publik, dr Eka Purnama Sari menjelaskan bahwa pendekatan ilmiah menjadi landasan utama agar tidak terjadi kekeliruan.

"Setiap potongan tubuh yang ditemukan diperlakukan sebagai petunjuk penting untuk mengungkap identitas korban banjir bandang secara utuh," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengikuti rapat evaluasi bantuan rumah rusak pascabencana hidrometeorologi bersama BNPB secara virtual didampingi jajaran OPD di Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Padang Percepat Rehabilitasi Pasca Bencana, 523 Huntap Mulai Dibangun
Tetap Berangkat Haji Meski Terdampak Banjir Bandang, 33 Jemaah Sumbar Dapat Bantuan UEA
Tetap Berangkat Haji Meski Terdampak Banjir Bandang, 33 Jemaah Sumbar Dapat Bantuan UEA
Siswa MAN 1 Padang bersama Wakil Wali Kota Padang dan sejumlah pejabat menanam pohon di kawasan bekas banjir bandang Lubuk Minturun dalam kegiatan Kemah Bakti Penanaman 1.000 Pohon.
Pemko Padang Apresiasi Penanaman 1.000 Pohon oleh MAN 1, Bekas Lokasi Banjir Bandang Disulap jadi Kawasan Hijau
Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang
Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang
Distribusi Air Bersih Pascabanjir Bandang di Padang Belum Berhenti, Total Penyaluran Capai 20 Juta Liter
Distribusi Air Bersih Pascabanjir Bandang di Padang Belum Berhenti, Total Penyaluran Capai 20 Juta Liter
Anggaran Rp7,4 Miliar, Jembatan Gantung Koto Rawang Pesisir Selatan Dibangun dengan Desain Lebih Tinggi
Anggaran Rp7,4 Miliar, Jembatan Gantung Koto Rawang Pesisir Selatan Dibangun dengan Desain Lebih Tinggi