Akses Jalan Provinsi di Agam Dibuka Terbatas usai Dilanda Longsor

Akses Jalan Provinsi di Agam Dibuka Terbatas usai Dilanda Longsor

Pembukaan kembali akses jalan di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Kamis (12/2/2026) yang sempat tertutup material longsor akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (11/2/2026) malam. (Dok. BPBD Agam)

Sumbardaily.com, Agam - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Rabu (11/1/2026) sore hingga malam memicu rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Dampaknya, akses jalan terputus, infrastruktur mengalami kerusakan, serta ratusan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Salah satu dampak paling signifikan terjadi di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya. Di lokasi tersebut, tanah longsor menutup ruas jalan provinsi dengan material sepanjang sekitar 50 meter dan ketinggian mencapai 1,5 meter. Longsoran tersebut menimbun badan jalan sekaligus menimpa satu unit mobil Avanza yang sedang melintas.

"Dua orang yang berada di dalam kendaraan tersebut selamat karena berhasil melakukan evakuasi mandiri sebelum tertimbun sepenuhnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Gafur, Kamis (12/1/2026) pagi.

Material longsor juga merusak tiang listrik di sekitar lokasi sehingga menyebabkan aliran listrik padam. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Warga yang bermukim di sekitar lokasi kemudian mengungsi ke SDN 09 Lubuak Sao. Tercatat sebanyak 30 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa mengungsi sementara.

Selain menutup jalan provinsi, longsor di Nagari Dalko juga berdampak pada akses jalan kabupaten. Material tanah menimbun ruas Bukik Apik menuju Koto Panjang Dama Gadang, yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas dan distribusi masyarakat setempat.

BPBD Kabupaten Agam bersama unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan. Dua alat berat, masing-masing satu unit dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam dan satu unit dari TNI, dikerahkan untuk membersihkan material longsor.

Pembersihan baru dapat dilakukan pada Kamis pagi karena kondisi lokasi pada malam hari dinilai masih rawan longsor susulan. Setelah dilakukan pembersihan, akses jalan provinsi di Jorong Lubuak Sao dapat dilalui kembali dengan sistem buka tutup mulai pukul 09.15 WIB.

Bencana akibat cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tanjung Raya. Berdasarkan laporan dari pemerintah nagari dan kecamatan yang diterima BPBD pada pukul 19.26 WIB, banjir dan longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di sejumlah wilayah.

"Tiga kecamatan terdampak cukup signifikan, yakni Kecamatan Palembayan, Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Lubuk Basung," kata Abdul Gafur.

Di Kecamatan Palembayan, banjir melanda Nagari Salareh Aia. Air meluap hingga ke badan jalan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Luapan air juga menghanyutkan jembatan sementara yang menghubungkan Masjid Syuhada Sawah Laweh dengan Kampung Pili.

"Selain itu, debit sungai di Jorong Subarang Aia meningkat tajam hingga menghanyutkan jembatan darurat di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu dan akses antar jorong terputus," katanya.

Di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, banjir menggenangi permukiman warga di Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa. Bersama tim gabungan dari kecamatan dan nagari, masyarakat melakukan evakuasi terhadap 90 kepala keluarga. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, tetangga, serta masjid terdekat.

Sementara itu, di Nagari Maninjau, tepatnya di Jorong Bancah, meluapnya Sungai Batang Balok mengakibatkan dam sementara jebol. Air sungai kemudian meluap ke ruas Jalan Maninjau–Sungai Batang dan menggenangi SDN 09 Bancah.

"Warga setempat berupaya melakukan pemasangan dam darurat secara manual dengan menumpuk batu dan kayu agar aliran air tetap berada di badan sungai. Saat ini, ketinggian air di bagian hulu dilaporkan hampir sejajar dengan dam darurat hasil pengerukan sungai," kata Kabid KL.

Curah hujan tinggi juga memicu banjir di Nagari Sungai Batang. Di Jorong Labuah Sungai Batang, warga harus diungsikan meski jumlah jiwa terdampak masih dalam pendataan. Sementara di Jorong Nagari Sungai Batang, banjir merendam permukiman sekitar 50 kepala keluarga yang juga terpaksa mengungsi.

Bencana meluas hingga Kecamatan Lubuk Basung. Di Jorong Siguhung, Nagari Lubuk Basung, meluapnya Batang Siguhung menyebabkan dua unit rumah warga terendam banjir.

Warga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Selain itu, terdapat ruas jalan provinsi yang tergerus air dan diprediksi berpotensi terban apabila hujan kembali terjadi.

Untuk penanganan awal, BPBD Kabupaten Agam melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari serta menurunkan personel ke lokasi kejadian.

Unsur yang terlibat dalam penanganan di lapangan meliputi BPBD Kabupaten Agam, Polres Agam, PMI Agam, Basarnas, pihak kecamatan, nagari, serta masyarakat.

Hingga Rabu malam, akses jalan provinsi di Jorong Lubuak Sao masih tertutup material longsor. Satu unit beko loader dari Dinas PUTR Kabupaten Agam telah berada di sekitar lokasi, dan pembersihan dilanjutkan pada Kamis pagi seiring membaiknya kondisi lapangan. (adl)

Baca Juga

Banjir Terjang Agam, 100 KK Mengungsi-Sekolah TK Ikut Terdampak
Banjir Terjang Agam, 100 KK Mengungsi-Sekolah TK Ikut Terdampak
Bantuan Presiden ke Korban Terdampak Bencana Padang Disalurkan, Jatah Hidup hingga Rp10,8 Juta per Keluarga
Bantuan Presiden ke Korban Terdampak Bencana Padang Disalurkan, Jatah Hidup hingga Rp10,8 Juta per Keluarga
Banjir Rendam Rumah dan Jalan di Tanjung Raya Agam, Air Sungai Asam Meluap
Banjir Rendam Rumah dan Jalan di Tanjung Raya Agam, Air Sungai Asam Meluap
Pemko Padang dan Kadin Resmikan 10 Hunian Tetap untuk Korban Terdampak Banjir Bandang di Batu Busuk
Pemko Padang dan Kadin Resmikan 10 Hunian Tetap untuk Korban Terdampak Banjir Bandang di Batu Busuk
Kemensos Tegaskan Sekolah Rakyat di Padang Belum Dibangun jika Lahan tak Memadai
Kemensos Tegaskan Sekolah Rakyat di Padang Belum Dibangun jika Lahan tak Memadai
Wagub Vasko: Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Sumbar Butuh Energi dan Kebersamaan
Wagub Vasko: Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Sumbar Butuh Energi dan Kebersamaan