PPIH Padang Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Bengkulu, Semua Tiba dalam Kondisi Sehat

PPIH Padang Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Bengkulu, Semua Tiba dalam Kondisi Sehat

Rombongan jemaah haji Bengkulu tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 3802. Pesawat mendarat di BIM pada Jumat (5/6/2026) pukul 03.19 WIB. (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Sumbardaily.com - Sebanyak 393 jemaah dan petugas haji yang tergabung dalam Kloter 2 Debarkasi Padang asal Provinsi Bengkulu tiba kembali di Indonesia setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kedatangan mereka di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, disambut langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang.

Rombongan jemaah haji Bengkulu tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 3802. Pesawat mendarat di BIM pada Jumat (5/6/2026) pukul 03.19 WIB.

Penyambutan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah Yudi Hidayat serta jajaran PPIH Debarkasi Padang.

Kepulangan ratusan jemaah ini menjadi momen penuh syukur setelah mereka menjalani perjalanan ibadah selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Berdasarkan pantauan dan laporan petugas kloter, para jemaah tampak lega dan bahagia karena dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi baik setelah menyelesaikan seluruh tahapan ibadah haji.

Rifki menyampaikan bahwa sejumlah jemaah juga memberikan testimoni positif terkait pelayanan yang mereka terima selama berada di Madinah, Makkah hingga saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Setibanya di bandara, Rifki menyapa para jemaah satu per satu. Ia turut menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan kloter kedua Debarkasi Padang.

“Alhamdulillah, selamat datang kembali di Tanah Air. Bapak dan Ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan kembali ke tengah keluarga dengan membawa kemabruran,” ujar Rifki.

Menurut Rifki, laporan dari petugas kloter menunjukkan seluruh jemaah tiba dalam keadaan sehat. Selain itu, para jemaah juga mengaku bersyukur karena dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah secara umum jemaah dalam kondisi baik. Mereka juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar dan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan ibadah haji hingga proses kepulangan jemaah tidak terlepas dari sinergi antara jemaah, petugas kloter, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur pelayanan haji yang bertugas selama musim haji berlangsung.

Selain menyambut kedatangan jemaah, PPIH Debarkasi Padang juga memberikan penghargaan kepada para petugas Kloter 2 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama mendampingi jemaah di Arab Saudi.

Penghargaan tersebut diberikan melalui pengalungan bunga dan penyerahan sertifikat kepada para petugas yang telah menjalankan tugas pelayanan, pembinaan, pendampingan, hingga perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Rifki menegaskan bahwa tugas sebagai petugas haji bukanlah pekerjaan yang ringan. Dengan jumlah personel yang terbatas, mereka harus memastikan ratusan jemaah memperoleh pelayanan optimal selama menjalankan ibadah.

"Menjadi petugas haji bukan pekerjaan yang mudah. Dengan jumlah personel yang terbatas, mereka harus memastikan ratusan jemaah mendapatkan pelayanan, pembinaan ibadah, pendampingan kesehatan, hingga perlindungan selama berada di Tanah Suci," ujarnya.

Kloter 2 Debarkasi Padang diketahui hanya didampingi empat petugas kloter, satu Petugas Haji Daerah (PHD), serta satu petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Meski demikian, mereka bertanggung jawab mendampingi 393 jemaah sejak keberangkatan dari Indonesia, selama menjalankan ibadah di Madinah dan Makkah, hingga kembali ke Tanah Air.

Menurut Rifki, para petugas bekerja hampir tanpa mengenal waktu demi memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik.

“Petugas bekerja hampir 24 jam. Mereka mendampingi jemaah sejak keberangkatan, saat pelaksanaan ibadah, hingga kembali ke Tanah Air. Banyak di antara mereka yang mengurangi waktu istirahat demi memastikan jemaah tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya memberikan pendampingan ibadah. Mereka juga harus membantu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, mendampingi penggunaan kursi roda, membantu pemeriksaan kesehatan, hingga bersiaga menghadapi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi.

“Karena itu penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk terima kasih atas pengabdian mereka. Di balik lancarnya pelayanan haji, ada kerja keras dan dedikasi petugas yang patut diapresiasi,” katanya.

Setelah menjalani proses transit selama sekitar empat jam di Padang, para jemaah melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu menggunakan dua penerbangan Lion Air yang telah disiapkan.

Sementara itu, hingga 5 Juni 2026, PPIH Embarkasi Padang mencatat terdapat tujuh jemaah yang wafat di Tanah Suci. Jumlah tersebut terdiri dari lima jemaah asal Sumatera Barat dan dua jemaah asal Bengkulu.

PPIH Debarkasi Padang bersama seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jemaah asal Sumatera Barat dan Bengkulu dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, sehat, serta berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing. (*)

Baca Juga

Personel Satreskrim Polresta Padang menunjukkan tiga tersangka kasus pencurian lintas provinsi beserta barang bukti hasil dugaan pencurian.
Datang dari Medan, Satu Keluarga Diduga Terlibat Aksi Pencurian di Padang
Berani Jujur Hebat
Berani Jujur Hebat
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Rp100,1 Triliun, Empat Program Prioritas Belum Disetujui
Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Rp100,1 Triliun, Empat Program Prioritas Belum Disetujui
Berdiri Lebih Seabad, GPIB Jemaat Efrata Padang Simpan Warisan Toleransi di Ranah Minang
Berdiri Lebih Seabad, GPIB Jemaat Efrata Padang Simpan Warisan Toleransi di Ranah Minang
Dugaan Pelecehan Seksual Polwan oleh Oknum Perwira Polda Sumbar, Kapolda Tegaskan Proses Tetap Berjalan
Dugaan Pelecehan Seksual Polwan oleh Oknum Perwira Polda Sumbar, Kapolda Tegaskan Proses Tetap Berjalan