Sumbardaily.com – Dua pelajar di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, meninggal dunia akibat dugaan keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal pada Jumat (22/5/2026) malam.
Sementara satu pelajar lainnya hingga kini masih menjalani perawatan medis setelah ditemukan dalam kondisi kritis di ruangan belakang masjid.
Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika para korban berkumpul bersama sejumlah anak muda lainnya di sekitar Masjid Nurul Huda saat listrik padam.
Mereka diduga menyalakan genset untuk mengisi daya telepon genggam sebelum akhirnya tertidur di dalam ruangan tempat genset menyala.
Fakta terbaru mengungkap bahwa ketiga korban tidak seluruhnya berstatus santri seperti informasi yang sempat beredar sebelumnya. Mereka diketahui berasal dari sekolah yang berbeda-beda.
Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna, membenarkan salah satu korban meninggal berinisial HAK merupakan siswa di sekolah tersebut.
“H dan G satu pondok tahfiz di Surau Dakwah. Dan H sudah lama tidak di sana,” ujar Nailil Husna.
Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung di luar lingkungan sekolah. Para korban disebut tidak tinggal di asrama dan rumah mereka berada tidak jauh dari area masjid.
“Mereka tidak tinggal di asrama. Rumahnya dekat area masjid,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek X Koto Iptu Martheriko menjelaskan, kejadian bermula saat sejumlah anak muda meminta izin kepada pengurus masjid untuk menyalakan genset karena baterai handphone mereka habis saat mati lampu.
“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai handphone habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” ujar Martheriko.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, terdapat lima anak muda yang berada di ruangan belakang masjid untuk mengisi daya HP.
Namun, hanya tiga orang yang tertidur di dalam ruangan tersebut, sementara dua lainnya pulang ke rumah.
Polisi menduga pintu ruangan dalam keadaan tertutup ketika genset masih menyala, sehingga asap memenuhi ruangan dan menyebabkan para korban mengalami keracunan.
“Diduga pintu ruangan tempat genset menyala itu tertutup saat para korban tertidur,” kata Martheriko.
Ketiga korban ditemukan warga pada Sabtu (23/5/2026) pagi dalam kondisi kritis. Satu korban ditemukan meninggal dunia di lokasi, sedangkan dua lainnya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, satu korban lainnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Hingga kini, satu korban lain masih dirawat intensif.
“Dua orang yang kritis ini dibawa ke rumah sakit. Satunya meninggal dan satu lagi masih perawatan. Total ada dua yang meninggal,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban meninggal dunia diketahui bernama Gibran Arrasyid (15) dan Haykal Aryakamil (15). Polisi masih mendalami penyebab pasti kejadian dugaan keracunan asap genset tersebut. (*)
















