Sumbardaily.com – Insiden hanyutnya seorang lansia di Sungai Batang Anai, Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban mencoba menyeberangi sungai dengan cara berpegangan pada seutas tali di lokasi yang sebelumnya memiliki jembatan penghubung.
Korban diketahui bernama Afrizal Yatim (70). Ia dilaporkan terjatuh ke sungai dan terseret arus ketika berada di tengah penyeberangan.
Kondisi ini menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi warga sejak jembatan di lokasi tersebut runtuh akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan berkat aksi cepat seorang pemuda setempat, Kadri Maiwansyah (25). Tanpa ragu, ia langsung terjun ke sungai untuk menolong korban yang hampir tenggelam.
“Ambo lansuang tajun ka batang aie untuak manolong pak Afrizal nan hanyuik dan hampie tabanam (Saya langsung terjung ke sungai untuk menolong Pak Afrizal yang hanyut dan hampir terbenam),” ujar Kadri, menceritakan detik-detik penyelamatan tersebut.
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman. Bupati John Kenedy Azis yang segera meninjau lokasi kejadian pada Senin (4/5/2026) malam. Peninjauan dilakukan tidak lama setelah ia kembali dari perjalanan dinas luar daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara, Ketua TP PKK Nita Azis, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta Camat 2x11 Kayu Tanam.
Melihat kondisi di lapangan, John Kenedy Azis menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang karena berpotensi menimbulkan korban jiwa. Ia langsung menginstruksikan percepatan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara.
“Pengerjaan jembatan darurat harus sudah dimulai. Kami minta dukungan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama OPD terkait untuk segera mengeksekusi pembangunan jembatan darurat agar akses masyarakat dapat kembali aman.
Selain itu, John Kenedy Azis menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses pembangunan. Ia meminta seluruh perangkat nagari, mulai dari wali korong hingga camat, untuk memantau perkembangan pekerjaan secara rutin dan melaporkannya secara berkala.
Sebagai bentuk apresiasi atas aksi penyelamatan tersebut, Pemkab Padang Pariaman memberikan penghargaan kepada Kadri Maiwansyah. Bupati secara langsung menyerahkan sebuah telepon seluler kepada pemuda tersebut sebagai tanda terima kasih.
Diketahui, lokasi penyeberangan Sungai Batang Anai sebelumnya dilengkapi jembatan yang menghubungkan wilayah Kayu Tanam dengan Nagari Anduring. Namun, jembatan tersebut runtuh akibat banjir saat bencana hidrometeorologi pada November 2025.
Sejak saat itu, warga terpaksa menggunakan jalur penyeberangan alternatif yang berisiko tinggi, terutama saat debit air meningkat. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya insiden hanyutnya lansia tersebut.
Saat ini, pembangunan jembatan permanen telah masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3) pascabencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Namun, sambil menunggu realisasi program tersebut, pembangunan jembatan darurat dinilai menjadi solusi paling mendesak.
Pemerintah daerah berharap kehadiran jembatan darurat dapat segera mengurangi risiko kecelakaan serta memulihkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya infrastruktur yang aman dan layak, terutama di daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*)
















