Sinkhole di Sawah Limapuluh Kota Masih Aktif, BPBD Batasi Akses Warga

Sinkhole di Sawah Limapuluh Kota Masih Aktif, BPBD Batasi Akses Warga

Sinkhole muncul di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (4/1/2025) siang. (Foto: Istimewa/M Fajar Rillah Vesky/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Limapuluh Kota – Fenomena sinkhole atau tanah amblas yang muncul di area persawahan di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), masih menunjukkan pergerakan hingga Selasa (6/1/2026). Kondisi tersebut meningkatkan potensi bahaya bagi warga sekitar, terutama karena lokasi kejadian berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan lahan pertanian.

Merespons situasi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota meningkatkan status kewaspadaan dengan memasang garis polisi di sekitar area sinkhole. Langkah ini diambil untuk membatasi aktivitas warga sekaligus mencegah terjadinya korban akibat pergerakan tanah yang belum stabil.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, menjelaskan bahwa hasil pemantauan lapangan menunjukkan struktur tanah di sekitar lubang amblas masih mengalami perubahan. Pergerakan tanah yang terus berlangsung membuat risiko meluasnya sinkhole belum dapat diabaikan.

“Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi. Karena itu kami mengantisipasi dengan memasang garis polisi di sekitar sinkhole,” ujar Alexandra kepada awak media.

Berdasarkan pendataan awal BPBD Limapuluh Kota, sinkhole tersebut memiliki ukuran yang cukup besar. Panjang lubang diperkirakan mencapai sekitar 10 meter, dengan lebar sekitar tujuh meter, serta kedalaman mencapai 5,7 meter. Dimensi ini dinilai berbahaya apabila warga berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian.

BPBD Limapuluh Kota bersama aparat kepolisian dan pemerintah nagari menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi perluasan lubang, terutama jika pergerakan tanah terus berlanjut. Kondisi ini dapat meningkatkan ancaman bagi keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Oleh karena itu, warga diminta untuk mematuhi peringatan yang telah ditetapkan dan tidak mendekati area sinkhole yang telah dipasangi garis polisi. Pembatasan akses dilakukan semata-mata untuk menghindari risiko kecelakaan yang dapat terjadi secara tiba-tiba akibat perubahan struktur tanah.

“Kami mengimbau warga agar mematuhi peringatan dan tidak melewati garis polisi demi keselamatan bersama,” tegas Alexandra.

Saat ini, BPBD Limapuluh Kota masih melakukan pemantauan secara intensif di lokasi kejadian. Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu langkah mitigasi lanjutan guna mengurangi potensi risiko yang ditimbulkan oleh fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua. Pemerintah daerah berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu meminimalkan dampak dari kejadian alam tersebut. (red)

Baca Juga

ISPU PM2,5 Sumbar Fluktuatif hingga Sangat Tidak Sehat, Pemprov Keluarkan Arahan untuk Daerah
ISPU PM2,5 Sumbar Fluktuatif hingga Sangat Tidak Sehat, Pemprov Keluarkan Arahan untuk Daerah
Hampir Rp7 Miliar Menunggak, Begini Langkah Pemprov Sumbar Menertibkan Pajak Kendaraan
Hampir Rp7 Miliar Menunggak, Begini Langkah Pemprov Sumbar Menertibkan Pajak Kendaraan
Pemko Padang Siapkan Aturan Baru KTR, Iklan Rokok Bakal Dihapus
Pemko Padang Siapkan Aturan Baru KTR, Iklan Rokok Bakal Dihapus
Ombudsman Dorong Sekolah Online, Kadisdikbud Padang Pilih Tunggu Kondisi Kabut Asap
Ombudsman Dorong Sekolah Online, Kadisdikbud Padang Pilih Tunggu Kondisi Kabut Asap
Dugaan Keracunan MBG Berulang, DPR Ingatkan Ada Anak dan Keluarga yang Harus Dijaga
Dugaan Keracunan MBG Berulang, DPR Ingatkan Ada Anak dan Keluarga yang Harus Dijaga
Warga Solok Diliburkan 9 September, Ada Pemilihan Wali Nagari Serentak
Warga Solok Diliburkan 9 September, Ada Pemilihan Wali Nagari Serentak