BMKG Catat Ribuan Gempa Guncang Sumbar dalam Setahun, 48 Kali Dirasakan Warga

BMKG Catat Ribuan Gempa Guncang Sumbar dalam Setahun, 48 Kali Dirasakan Warga

Titik gempa bumi yang mengguncang Sumbar selama 2025. (Foto: BMKG Padang Panjang)

Sumbardaily.com, Padang Panjang – Aktivitas kegempaan di Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang tahun 2025 tercatat berada pada level tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mendata sebanyak 1.273 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Sumbar dan sekitarnya selama periode Januari hingga Desember 2025. Catatan ini memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan gempa yang tinggi akibat dinamika tektonik yang masih aktif.

Data BMKG Padang Panjang menunjukkan fluktuasi jumlah kejadian gempa sepanjang tahun. Oktober 2025 menjadi bulan dengan aktivitas kegempaan tertinggi, yakni mencapai 179 kejadian gempa. Angka tersebut jauh melampaui bulan-bulan lainnya. Sementara itu, Desember dan Mei 2025 masing-masing mencatat 138 kejadian, menempatkan kedua bulan tersebut sebagai periode dengan aktivitas gempa cukup intens.

Di sisi lain, jumlah gempa relatif lebih rendah tercatat pada awal dan akhir tahun. Januari 2025 mencatat 65 kejadian, sedangkan November 2025 tercatat 74 gempa. Kendati demikian, data ini tetap menunjukkan bahwa aktivitas gempa berlangsung hampir merata sepanjang tahun tanpa periode benar-benar sepi dari kejadian seismik.

BMKG Padang Panjang menjelaskan, rangkaian gempa bumi tersebut tidak terlepas dari kondisi geologi Sumbar yang berada di jalur aktif. Wilayah ini dilintasi oleh zona subduksi dan Sesar Sumatera, dua struktur geologi utama yang menjadi sumber utama aktivitas tektonik. Keberadaan kedua zona ini menyebabkan Sumbar memiliki tingkat seismisitas alami yang tinggi dan menuntut kewaspadaan berkelanjutan.

Ditinjau dari kekuatan gempa, mayoritas kejadian sepanjang 2025 didominasi oleh gempa bermagnitudo kecil. BMKG Padang Panjang mencatat sebanyak 801 gempa berkekuatan kurang dari magnitudo 3 (M<3). Jumlah ini menandakan aktivitas tektonik yang aktif, namun sebagian besar gempa tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan.

"Selain itu, tercatat pula 460 kejadian gempa berkekuatan menengah dengan rentang magnitudo 3 hingga kurang dari 5 (3≤M<5). Gempa pada kategori ini berpotensi dirasakan oleh masyarakat, terutama apabila terjadi pada kedalaman dangkal dan berlokasi dekat dengan kawasan permukiman," jelas BMKG Padang Panjang dalam keterangan resmi di akun Instagram resminya, dikutip Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, gempa bumi berkekuatan besar relatif jarang terjadi. Sepanjang 2025, BMKG Padang Panjang hanya mencatat 12 kejadian gempa bermagnitudo di atas 5 (M>5). Meskipun jumlahnya terbatas, gempa dengan magnitudo besar tetap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak kerusakan serta dirasakan di wilayah yang lebih luas.

Dari keseluruhan kejadian tersebut, 48 gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Sumbar. Gempa-gempa yang dirasakan umumnya memiliki intensitas II hingga IV MMI. Desember 2025 menjadi bulan dengan gempa dirasakan paling sering, salah satunya dilaporkan menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga di Kabupaten Agam.

Jika dilihat berdasarkan kedalaman sumber gempa, aktivitas kegempaan di Sumbar sepanjang 2025 didominasi oleh gempa dangkal. Sebanyak 696 kejadian tercatat memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer. Gempa dangkal diketahui memiliki potensi dampak yang lebih besar di permukaan dibandingkan gempa dalam.

"Selain itu, terdapat 72 kejadian gempa berkedalaman menengah pada rentang 60 hingga 300 kilometer. Sementara itu, gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer hanya tercatat dua kejadian sepanjang tahun. Dominasi gempa dangkal ini menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian risiko kebencanaan di Sumbar," tambahnya.

BMKG Padang Panjang menekankan bahwa tingginya aktivitas gempa dangkal menuntut kesiapsiagaan masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah rawan. Pemahaman terhadap jalur evakuasi, kesiapan bangunan, serta kesadaran kebencanaan dinilai penting untuk meminimalkan risiko jika gempa terjadi

Tingginya jumlah kejadian gempa bumi sepanjang 2025 menjadi pengingat bahwa Sumbar berada di kawasan dengan dinamika geologi yang aktif. Oleh karena itu, upaya edukasi kebencanaan dan mitigasi risiko dinilai tetap krusial sebagai bagian dari langkah jangka panjang dalam menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang. (pooke)

Baca Juga

Bukittinggi Kirim Dua Perwakilan ke MTQ Nasional Korpri ke-8 di Makassar
Bukittinggi Kirim Dua Perwakilan ke MTQ Nasional Korpri ke-8 di Makassar
Fadly Amran Serukan Donasi untuk Korban Gempa NTT, Kenang Kebaikan yang Diterima Padang pada 2009
Fadly Amran Serukan Donasi untuk Korban Gempa NTT, Kenang Kebaikan yang Diterima Padang pada 2009
Sumbar Masuk Wilayah dengan Prediksi Hujan di Bawah Normal pada Akhir Agustus
Sumbar Masuk Wilayah dengan Prediksi Hujan di Bawah Normal pada Akhir Agustus
Petugas Kejaksaan Negeri Padang melaksanakan pelimpahan berkas perkara Beny Saswin Nasrun ke Pengadilan Negeri Padang.
Kejari Padang Limpahkan Berkas Beny Saswin Nasrun ke Pengadilan, Ini Pasal yang Didakwakan
Wali Kota Padang Fadly Amran dalam upaya Kota Padang menuju nominasi Jejaring Kota Kreatif UNESCO UCCN 2027 kategori Gastronomi.
Padang Masuk Enam Besar UCCN 2027, Selangkah lagi jadi Kota Gastronomi Dunia
Penelitian Unand Temukan Perbedaan Cara Petani Sumbar dan Sulsel Lawan Perubahan Iklim
Penelitian Unand Temukan Perbedaan Cara Petani Sumbar dan Sulsel Lawan Perubahan Iklim